Sukses

Lifestyle

Menuturkan Kisah Perjuangan Amir Nasution Lewat Monolog

Fimela.com, Jakarta Pahlawan tak hanya orang-orang yang berjuang saat perang kemerdekaan. Karena pahlawan sebenarnya dapat hadir dalam sosok apa saja. Seperti Amir Arsyad Nasution yang merupakan penyair sastra pantun yang kisah perjuangannya diangkat dalam sebuah Pertunjukan Teater Monolog 'Amir Nasution.' 

Pertunjukan tersebut merupakan salan satu persembahan Galeri Indonesia Kaya bertemakan Patriotik untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Lewat monolog yang disampaikan seorang aktor dan pemain teater Teuku Rifnu Wikana, Amir digambarkan sebagai seorang pahlawan kehidupan. 

Sebelum menjadi penyair sastra pantun, Amir merupakan seorang mahasiswa terbaik yang telah dikirim ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Soeharto, Habibie, serta para menteri yang menjabat pada masanya. Namun sayang, kedua orangtuanya tiba-tiba tertabrak truk. 

Selama satu jam, penikmat seni dihantarkan kepada masa lalu Amir yang sulit. Bermula ketika dia harus meninggalkan KKN serta meja hijaunya demi menghidupi ketujuh adiknya lewat pantun-pantun yang ia ciptakan. Menurut Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian, sosok Amir memiliki semangat juang seperti seorang pahlawan. 

“Menyebarkan semangat patriotisme bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya denganmenghadirkan beragam pertunjukan yang kental dengan nasionalisme ke hadapan para penikmat seni. Hari ini Teuku Rifnu Wikana memerankan sosok Amir Nasution yang memiliki semangat juang layaknyaseorang pahlawan, yang sangat mencerminkan bahwa seorang pahlawan dapat hadir dalam sosok apasaja. Kami harap, penampilan dari Teuku Rifnu Wikana yang mengisahkan sosok pahlawan kehidupandapat menginspirasi dan menambah wawasan para penikmat seni tentang sosok Amir Nasution," ujarnya. 

Pantun yang Membesarkan Para Adik

Bagi Teuku, Amir merupakan sosok mahasiswa teladan yang berprestasi di kampusnya. Meski kehidupan pahit dan sulit seninggal kedua orangtuanya, Amir selalu percaya pantun ciptaannya dapat membesarkan para adik. Kisah Amir sendiri bukan hanya sekadar kisah perjuangan, amun juga motivasi bagi Teuku. 

“Amir Nasution merupakan mahasiswa teladan dan berprestasi di kampusnya, namun ia harusmeninggalkan kuliahnya demi masa depan ketujuh adiknya, Amir selalu percaya bahwa pantun bisamembesarkan adik-adiknya. Kisah hidup Amir, memberikan saya motivasi untuk tidak berhenti berjuangketika saya baru pindah ke Jakarta. Hal tersebut membuat saya memutuskan untuk memerankan sosok Amir Nasution dalam monolog ini. Semoga penampilan saya dapat menghibur para penikmat seni.Selamat menikmati !” ujar Teuku. 

Teuku merupakan seorang aktor dan pemain teater yang menggeluti dunia seni peran di Pematang Siantar sejak dia berusuai 10 tahun. Tahun 2003, Teuku kemudian aktif di beberapa pertunjukan teater di Jakarta.

Teuku bukan hanya sekadar aktor yang berpengalaman. Tetapi juga merupakan aktor yang berprestasi. Selama ini, Teuku telah mendapatkan berbagai penghargaan mulai dari Aktor Terbaik dan Penulis Naskah Drama Terbaik. 

#Growfearless with FIMELA

Loading