Sukses

Lifestyle

Berdamai dengan Diri Sendiri Itu Sulit, tapi Bisa Dilakukan Pelan-Pelan

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Sarah Anggraini - Yogyakarta

Satu-satunya hal dalam hidup ini yang terasa sangat berat saya lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri. Terkadang saya merasa cemas tanpa sebab. Terkadang saya terlalu memikirkan segala hal bahkan hal tersebut belum benar-benar terjadi. Terkadang saya dengan gampangnya menghakimi orang lain bahkan sebelum tahu apa yang akan mereka lakukan terhadap saya. Terkadang saya bisa membenci orang lain bahkan sebelum saya mengenal mereka.

Saya tahu, saya terlalu berburuk sangka dengan segala hal di dunia ini. Saya sadar, ini sangatlah keliru dan harus ada yang saya ubah dalam hidup ini. Saya ingin. Bahkan sangat ingin. Saya muak manakala terjadi perang batin yang entah mengapa selalu saja muncul kapan pun meski saya sendiri benar-benar tidak menginginkannya. Saya muak harus selalu memikirkan banyak hal yang bahkan hal tersebut belum benar-benar terjadi. Saya muak harus selalu mengendalikan diri saya sendiri yang sering menghakimi orang lain.

Saya masih berjuang dan akan selalu berjuang, meski segala perjuangan yang saya lakukan hingga detik ini masih jauh dari kata sempurna. Saya ingin saya berguna bukan hanya untuk diri saya sendiri. Saya ingin berguna untuk orang lain, setidaknya untuk orang-orang terdekat saya. Saya ingin memulai segalanya dengan kebaikan dan ketulusan.

Ya, saya yakin. Pelan tapi pasti.

Langit Mendung akan Tergantikan dengan Cerahnya Mentari

Kalian tahu, betapa indahnya sinar mentari pagi yang asyik bercengkerama dengan dedaunan yang masih basah akan embun? Ya, inilah perubahan besar yang telah saya rasakan. Biar saya beritahu apa yang saya rasakan sebagai mentari. Kalian tahu, betapa leganya hati saya ketika sering bertegur sapa dengan sesama? Ya, seperti itulah mentari dengan dedaunan. Semuanya saling berbagi kebahagiaan dan ketulusan. Setidaknya mentari dan dedaunan bisa saling berbagi meski hanya dengan senyuman. Kalian tahu, itu sangatlah indah.

Tidak ada lagi buruk sangka.

Tidak ada lagi perasaan menghakimi.

Tidak ada lagi perasaan cemas.

Dan pada akhirnya langit yang mendung itu akan tergantikan oleh mentari yang bersinar cerah. Mentari akan selalu menyinari dunia. Mentari akan selalu mengajak bercengkrama dedaunan yang basah akan embun. Mentari akan selalu memancarkan sinarnya agar seluruh mahkluk hidup di bumi bisa merasakan kehangatannya. Mentari akan selalu bersinar di kala kegelapan melanda.

Dan saya yakin, saya akan selalu menjadi mentari itu.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Bergerak dari Zona Nyaman Menuju Perubahan yang Lebih Baik
Artikel Selanjutnya
Jangan Menyalahkan Tuhan Atas Satu Hal yang Belum Dia Beri