Sukses

Lifestyle

Menjalani Rutinitas Bekerja, Belajar, dan Mengurus Rumah Tangga dengan Ikhlas

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Dwi Astuti Sholihah

Memutuskan bekerja kembali setelah 9 tahun berhenti kerja dan kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga dengan menjalankan usaha di rumah. Kenapa? Ya, bersamaan dengan kelahiran anak kedua kami yang kondisi kesehatannya agak terganggu dan diiringi dengan suami yang kebetulan tidak lanjut bekerja lagi.

Saat itu saya bertahan hidup dari usaha payment point yang saya jalankan dan tabungan yang tersisa. Dan untuk biaya pengobatan kami meminjam dari keluarga. Banyak berucap syukur dalam kondisi “sudah jatuh tertimpa tangga“ selalu ada jalan keluar dari semua ujian dan kami menjalaninya dengan sabar.

Sampai akhirnya ada tawaran bekerja dari salah satu keluarga. Tetapi tawaran bekerja tersebut jauh dari pekerjaan atau ilmu bidang studi (sarjana S1) yang saya pelajari sebelumnya dan gaji yang ditawarkan juga kurang mencukupi. Sempat merasa ragu akan bisa menjalani pekerjaan itu. Akhirnya saya berdiskusi dengan suami, orang tua, dan beberapa orang yang saya minta pendapatnya. Ya, semua menyarankan saya untuk mengambil kesempatan ini (yang mungkin tidak ada kesempatan lain lagi mengingat usia saya waktu itu 37 tahun) dengan konsekunsi meninggalkan anak (3 tahun) di rumah dan saya harus belajar sesuatu yang sangat baru buat saya.

Bekerja sambil kuliah. Ya, saya ambil kuliah lagi yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Walaupun sebelumnya setelah saya lulus sarjana S1 pernah berucap, "Saya malas kalau disuruh melanjutkan S2 atau sekolah lagi." Tapi pada kenyataannya sekarang saya kuliah lagi dengan level Sarjana S1 dengan bidang studi yang berbeda. Jadi secara berbarengan banyak peran yang saya jalankan dalam waktu yang bersamaan: bekerja, belajar, dan mengurus rumah tangga.

Pagi-sore saya mengajar di sekolah, sore harus menjemput anak saya pulang sekolah dan sore menjalan bisnis di rumah berganti shift dengan suami saya, dilanjutkan mengajar anak belajar pada malam hari dan di Sabtu-Minggu saya jalankan kuliah saya dari pagi sampai dengan sore. Berat. Sangat berat tapi ternyata saya bisa menyelesaikan studi saya tepat waktu dengan nilai yang lebih dari cukup dan wisuda bersama undangan dari seluruh Indonesia.

Lalu seiring dengan kelulusan akhirnya meningkat pula penghasilan saya di pekerjaan. Dikarenakan ijazah yang linier dengan bidang pekerjaan sudah saya dapatkan maka saya bisa masuk ke dalam sistem administrasi lembaga kantor. Sedikit demi sedikit saya dapat mengembalikan pinjaman yang saya ambil sewaktu saya memerlukan biaya berobat anak dan membiayai kuliah saya. Selama bekerja pun saya tidak tinggal diam dengan berbisnis sebagai reseller produk orang untuk menambah pemasukan uang keluarga.

 

 

 

 

.

Rutinitas yang Selalu Padat

Seiring waktu berjalan (2,5 tahun) semua kondisi mulai membaik. Kesehatan anak dan keuangan yang membaik. Keuangan kami yang masih bisa berjalan memenuhi kebutuhan hidup kami walau dalam kondisi keterbatasan. Harus diatur strategi pengeluaran uang dan pengaturan waktu biar semua berjalan seimbang.

Berhemat hal wajib yang harus dilakukan untuk mengurangi pengeluaran biaya. Membawakan bekal sarapan pagi hari tetapi untuk siang hari saya pilih katering untuk anak saya dikarenakan takut makanan pagi hari sudah kurang enak dimakan siang hari. Mengantar dua anak sekolah pagi dan langsung berangkat kerja. Kemudian menjemputnya sore hari dikarenakan mereka pulang pukul 14.30. Waktu istirahat sangat kurang, lelah, dan letih yang bertumpuk. Dikarenakan saya baru bisa merencanakan atau mengerjakan pekerjaan yang tertunda tadi siang hanya di malam hari setelah anak anak tertidur.

Setelah mulai bernapas lega dalam menjalankan kehidupan yang mulai membaik, tiba tiba suami mendapat tugas menjaga orang tua yang kebetulan sakit stroke di luar daerah. Sementara suami fokus merawat orang tua di Solo, otomatis saya harus mengondisikan lagi situasi yang sebelumnya mulai normal.

Usaha rumah yang dijalankan suami harus terhenti tutup di pagi hari dikarenakan saya bekerja. Sore setelah saya sampai rumah saya buka usaha itu walaupun sedikit penghasilan tapi alhamdulillah masih ada pemasukan. Lalu datanglah masa pandemi yang mengharuskan sekolah dan bekerja dirumah.

Usaha rumah yang saya jalankan kembali bisa buka dari pagi hari sampai malam hari sambil bekerja sambil mengajarkan anak belajar dari rumah. Semoga menjadi berkah. Semua saya jalankan sebaik-baiknya, saya percaya semua ini adalah hal yang harus dilakukan dan diterima dengan lapang dada. Selalu ada jalan keluar dari setiap ujian dalam kehidupan. Tetap berusaha dan tetaplah menjadi orang yang baik agar kebaikan dan kemudahan selalu datang dalam kehidupan kita.

#ChangeMaker

;
Loading