Sukses

Lifestyle

Butuh Hati yang Teguh untuk Jalani Hidup dengan Senyuman

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh:  Dian Permata Sari

Tentu tidak mudah menjadi seorang ibu yang berjuang membesarkan kedua anaknya serta menanggung biaya pengobatan suami selama lebih dari 10 tahun. Mengorbankan mimpi dan rela bangun paling pagi dari siapa pun.

"Mbak, ibu pasangkan alarm 01.30. " Ya, ibuku bangun sedini itu demi membuat ratusan nasi bungkus yang akan didistribusikan di warung-warung kecil. Hanya ada dua menu yang ibu buat, nasi campur dan nasi gudeg. Tapi lauknya luar biasa beragam, mulai dari telur ayam, bandeng presto, hingga ayam bakar. Sungguh, ibu adalah perempuan dengan tangan magis yang tak kenal lelah. Memotong sayuran hingga mengaduk beras belasan kilogram tak jadi masalah.

 

Aku Berdoa untuk Segala Kebaikanmu, Ibu

Saat masih sekolah tidak banyak yang aku lakukan untuk membantu usaha ibu. Tapi aku paling senang membantu mengantar nasi bungkus setelah salat subuh. Dari ibu juga aku belajar tentang etos kerja: kedisplinan dan tepat waktu. Bahkan ibu paling enggan meluangkan sehari dalam seminggu untuk libur. Cara ibu mengatur keuangan juga sangat hebat hingga bisa membangun rumah di kota besar untuk kami.

Meskipun waktu liburan dihabiskan di rumah saja bersama keluarga atau karena bisnis sedang mengalami surut bahkan merugi, ibu tak pernah mengeluh. Ibu adalah perempuan tegar dengan tawa khas yang paling aku sukai. Bersama ibu, aku bisa mengobrol hingga berjam-jam dan melupakan perasaan gundah di hati.

Dibesarkan oleh ibu membuatku merasa beruntung, banyak teladan yang menjadi pedoman langkahku. Almarhum ayah juga bangga menikahimu, Bu. Bahkan di hari terakhirnya ayah membacakan puisi cinta untuk ibu keras-keras di depan pasien-pasien lain. Betapa berharganya kehadiran ibu untuk kami. Aku berdoa untuk segala kebaikanmu, Bu.

#ChangeMaker

Loading