Sukses

Lifestyle

Hari Perempuan Sedunia, Sadari Pentingnya Kesehatan Reproduksi

Fimela.com, Jakarta Bagi perempuan, kesehatan reproduksi menjadi salah satu hal yang harus selalu dipantau kondisinya. Perempuan Indonesia harus menjadi perempuan andalan yang cerdas menjalankan perannya sebagai seorang perempuan seutuhnya, tanpa merasa insecure dan terus percaya diri dengan kemampuannya,  tanpa takut dengan pendapat orang lain.

Perempuan harus mengerti akan hak-hak kesehatan area reproduksi dan bebas menentukan pilihan terhadap tubuhnya. Menjadi sahabat dan inspirasi bagi perempuan lainnya yang mendukung satu sama lain tanpa menghakimi.

Dalam memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020, Andalan sebagai brand kesehatan reproduksi di Indonesia, menggelar acara bertajuk ‘Perempuan Indonesia, Perempuan Andalan’, Sebuah bentuk inspirasi dan motivasi terhadap perempuan Indonesia untuk meningkatkan rasa percaya diri, berani mengambil peran dalam peningkatan kesehatan reproduksi perempuan Indonesia, serta menjadi sahabat perempuan lainnya untuk menginspirasi dalam hak kesehatan reproduksi dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Pada Hari Perempuan Sedunia sangat penting untuk mulai mengedukasi diri sendiri mengenai reproduksi. Terkait dengan permasalahan kesehatan reproduksi, data menyebutkan bahwa, 7% perempuan usia muda umur 15-19 tahun sudah menjadi ibu, 5% dari perempuan tersebut sudah melahirkan, serta 2% lainnya sedang mengandung anak pertama. Selain itu, 300 ibu meninggal setiap minggunya karena hal yang berkaitan dengan kehamilan maupun pada saat melahirkan.

 

Perempuan harus memprioritaskan kesehatan reproduksi

Dari sisi medis, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG menjelaskan “Sebuah survey pernah mengungkapkan bahwa perempuan selalu menomor-duakan kesehatan dirinya sendiri, dan memprioritaskan kesehatan orang yang disayanginya baik itu suami, keluarga, maupun anak”.

Pada akhirnya, dalam situasi seperti ini perempuan akan sering mengalami berbagai gangguan kesehatan terkait dengan organ reproduksi. Seperti masalah menstruasi dan keputihan akibat stres, komplikasi kehamilan, serta kondisi lainnya akibat kurangnya kesadaran perempuan tentang kesehatan reproduksi.

Psikolog Anisa Widyaningrum mengatakan, kalau saat ini sudah waktunya untuk kita sebagai perempuan saling memberikan dukungan, menjadi sahabat serta penyemangat satu sama lain, tidak menjatuhkan serta menerima adanya perbedaan sudut pandang. Terlebih lagi, harus bisa menjadi sosok yang kuat, mencintai dan menghargai dirinya sendiri, serta menginspirasi dan menjadi sahabat bagi perempuan lainnya. Penting juga bagi seorang ibu untuk mulai menjelaskan kesehatan reproduksi kepada anaknya.

Penulis: Majdina

#Changemaker

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Luncurkan Program Better Farming, Better Life, Bayer Bantu Dukung Pemberdayaan Keluarga Petani Kecil Hingga Penurunan Prevalensi Stunting