Fimela.com, Jakarta - Kita hidup dalam era di mana citra seringkali lebih diutamakan daripada esensi, menciptakan sebuah panggung besar tempat banyak individu merasa terdorong untuk memerankan peran "baik-baik saja" meskipun jiwa mereka sedang bergejolak. Fenomena ini bukan sekadar topeng sosial, melainkan sebuah panggilan mendalam untuk memahami kompleksitas emosi manusia yang seringkali terabaikan.
Sahabat Fimela, mari kita selami lebih dalam realitas ini. Kesehatan mental adalah spektrum yang luas, dan seringkali, tanda-tanda penurunan tidak selalu berupa ledakan emosi atau kesedihan yang kentara. Justru, ia seringkali bersembunyi di balik senyum yang dipaksakan, produktivitas yang berlebihan, atau bahkan keceriaan yang terasa hampa.
Memahami isyarat-isyarat halus ini adalah langkah pertama menuju empati yang lebih dalam dan dukungan yang lebih bermakna bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita. Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Advertisement
Advertisement
1. Produktivitas Berlebihan yang Menjadi Pelarian dari Keresahan Hati
Seseorang yang tampak selalu sibuk, mengambil setiap proyek, dan bekerja tanpa henti mungkin sedang menggunakan aktivitas sebagai perisai. Produktivitas ekstrem ini seringkali bukan cerminan gairah murni, melainkan upaya untuk mengisi kekosongan batin atau menghindari konfrontasi dengan perasaan yang tidak nyaman. Mereka mungkin merasa bahwa jika mereka berhenti, bahkan sejenak, semua emosi yang terpendam akan menyeruak.
Workaholism, atau kecanduan kerja, seringkali dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, di mana pekerjaan digunakan sebagai mekanisme koping untuk menghindari masalah pribadi. Di balik pencapaian yang gemilang, ada kelelahan yang mendalam dan rasa hampa yang tak terucapkan. Mereka mungkin mencari validasi eksternal melalui kesuksesan, berharap bahwa pengakuan dari luar akan mengisi kekosongan di dalam.
Penting bagi kita untuk melihat melampaui permukaan kesibukan. Tanyakan pada diri sendiri atau orang terdekat, apakah kesibukan ini membawa kegembiraan sejati atau hanya kelelahan yang menumpuk. Memahami motivasi di balik produktivitas dapat membuka pintu menuju percakapan yang lebih jujur tentang kesejahteraan emosional. Kebahagiaan sejati tidak dapat ditemukan dalam daftar tugas yang selesai, melainkan dalam kedamaian batin yang otentik.
2. Menarik Diri dari Lingkaran Sosial, Meskipun Tetap Terhubung Secara Digital
Orang yang tidak bahagia seringkali mulai menarik diri dari interaksi sosial yang bermakna, meskipun mereka mungkin tetap aktif di media sosial. Mereka mungkin menolak ajakan bertemu, membatalkan rencana di menit-menit terakhir, atau menjadi lebih pendiam dalam pertemuan kelompok. Ini bukan karena mereka tidak menyukai orang lain, melainkan karena energi untuk bersosialisasi terasa terlalu berat.
Koneksi digital seringkali menjadi pengganti yang aman. Ini memungkinkan mereka untuk tetap "terlihat" tanpa harus menghadapi tuntutan emosional dari interaksi langsung. Mereka dapat mengontrol narasi diri mereka di dunia maya, menciptakan ilusi kebahagiaan yang tidak sesuai dengan realitas batin mereka. Ini adalah bentuk isolasi yang terselubung.
Mengenali pola penarikan diri ini membutuhkan kepekaan. Alih-alih menghakimi, tawarkan ruang yang aman dan dukungan tanpa tekanan. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah kehadiran yang tulus, bukan solusi instan, untuk membantu mereka merasa tidak sendirian dalam perjuangan mereka.
Advertisement
3. Perubahan Suasana Hati yang Cepat dan Sulit Diprediksi, Menandakan Gejolak Batin
Seseorang yang tidak bahagia mungkin menunjukkan perubahan suasana hati yang drastis dan tidak terduga. Dari ceria menjadi mudah tersinggung, atau dari tenang menjadi cemas dalam waktu singkat. Perubahan ini seringkali tidak memiliki pemicu yang jelas dari luar, melainkan berasal dari gejolak emosi yang terpendam di dalam diri mereka. Perubahan suasana hati yang cepat dan tidak dapat dijelaskan dapat menjadi indikator gangguan suasana hati seperti depresi atau gangguan bipolar.
Mereka mungkin berusaha keras untuk mempertahankan fasad positif, tetapi energi untuk itu terbatas. Ketika pertahanan mereka runtuh, emosi yang sebenarnya akan muncul ke permukaan, seringkali dalam bentuk kemarahan, frustrasi, atau kesedihan yang tiba-tiba. Ini adalah tanda bahwa mereka sedang berjuang untuk mengelola emosi mereka secara efektif.
Sahabat Fimela, jika Anda melihat pola ini pada seseorang, cobalah untuk mendekati mereka dengan kelembutan dan pengertian. Validasi perasaan mereka tanpa menghakimi, dan tawarkan telinga yang mau mendengarkan. Terkadang, hanya dengan diakui, mereka dapat mulai merasa lebih aman untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka rasakan.
4. Gangguan Pola Tidur yang Menjadi Cermin Kegelisahan Jiwa
Tidur adalah barometer penting bagi kesehatan mental. Orang yang tidak bahagia seringkali mengalami gangguan pola tidur, baik itu kesulitan untuk tidur (insomnia), sering terbangun di malam hari, atau tidur berlebihan (hipersomnia). Kualitas tidur yang buruk dapat memperburuk suasana hati dan kemampuan kognitif, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Insomnia dan hipersomnia adalah gejala umum depresi dan kecemasan.
Pikiran yang gelisah seringkali menjadi penyebab utama insomnia. Kekhawatiran dan pikiran negatif terus berputar di kepala saat seharusnya beristirahat. Sebaliknya, tidur berlebihan bisa menjadi bentuk pelarian dari realitas yang menyakitkan, sebuah cara untuk "mematikan" diri dari perasaan yang tidak diinginkan. Kualitas tidur yang buruk dapat secara signifikan mempengaruhi regulasi emosi.
Perhatikan perubahan dalam kebiasaan tidur seseorang. Ini mungkin bukan sekadar masalah fisik, melainkan indikator kuat adanya beban emosional yang sedang mereka pikul. Mendorong kebiasaan tidur yang sehat dan menciptakan lingkungan yang menenangkan dapat menjadi langkah awal yang membantu.
Advertisement
5. Kehilangan Minat pada Hobi dan Aktivitas yang Dulu Dicintai, Menunjukkan Hilangnya Percikan Hidup
Salah satu tanda paling jelas dari ketidakbahagiaan yang tersembunyi adalah hilangnya minat pada aktivitas yang dulunya sangat dinikmati. Hobi, olahraga, atau bahkan interaksi sosial yang dulu menjadi sumber kegembiraan kini terasa hambar atau bahkan membebani. Ini dikenal sebagai anhedonia, ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan. Anhedonia adalah gejala inti dari depresi mayor.
Mereka mungkin masih melakukan aktivitas tersebut karena kewajiban atau kebiasaan, tetapi tanpa semangat atau kegembiraan yang dulu ada. Dunia terasa kehilangan warnanya, dan setiap usaha untuk merasakan kesenangan terasa sia-sia. Ini adalah tanda bahwa ada sesuatu yang menguras energi dan semangat hidup mereka.
Jika Sahabat Fimela melihat seseorang yang dulunya bersemangat kini tampak lesu terhadap hal-hal yang mereka cintai, jangan abaikan. Ajak mereka untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan, atau tawarkan untuk melakukan aktivitas ringan bersama tanpa ekspektasi. Terkadang, dorongan kecil dapat membantu menyalakan kembali percikan yang hilang.
6. Kritik Diri yang Berlebihan dan Perasaan Tidak Layak, Mengikis Harga Diri
Orang yang tidak bahagia seringkali memiliki suara kritik internal yang sangat keras. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri atas segala sesuatu, merasa tidak cukup baik, atau percaya bahwa mereka tidak layak mendapatkan kebahagiaan. Perasaan tidak layak ini dapat mengikis harga diri mereka secara perlahan, meskipun di luar mereka mungkin tampak percaya diri. Kritik diri yang berlebihan dan perasaan tidak berharga adalah gejala umum depresi.
Mereka mungkin menutupi perasaan ini dengan humor sarkastik tentang diri sendiri atau dengan mencari kesempurnaan dalam segala hal. Namun, di balik fasad itu, ada perjuangan konstan dengan rasa malu dan rasa salah yang tidak beralasan. Mereka mungkin takut untuk menunjukkan kelemahan.
Mendengarkan dengan empati dan menawarkan afirmasi positif yang tulus dapat sangat membantu. Ingatkan mereka tentang kekuatan dan nilai yang mereka miliki, dan bantu mereka melihat diri mereka dengan mata yang lebih baik. Membangun kembali harga diri adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan dukungan.
Advertisement
7. Keluhan Fisik Tanpa Penjelasan Medis yang Jelas, Menjadi Manifestasi Stres Batin
Seringkali, ketidakbahagiaan dan stres emosional bermanifestasi dalam bentuk keluhan fisik. Sakit kepala kronis, masalah pencernaan, nyeri otot, atau kelelahan yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis. Tubuh adalah cermin jiwa, dan ketika jiwa menderita, tubuh pun akan merespons. Gejala somatik seringkali merupakan manifestasi dari stres psikologis, kecemasan, atau depresi.
Mereka mungkin sering mengunjungi dokter, mencari diagnosis untuk gejala-gejala ini, tetapi hasilnya selalu "normal." Ini bisa sangat membuat frustrasi, baik bagi individu maupun tenaga medis, karena akar masalahnya terletak pada kesehatan mental yang terganggu, bukan pada penyakit fisik. Koneksi antara pikiran dan tubuh sangat kuat.
Jika seseorang yang kamu kenal sering mengeluh tentang masalah fisik yang tidak kunjung sembuh, pertimbangkan kemungkinan adanya beban emosional yang belum teratasi. Dorong mereka untuk mencari bantuan profesional yang juga mempertimbangkan aspek kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, selain dokter umum.
8. Kebutuhan Konstan akan Validasi Eksternal, Mencari Pengakuan untuk Mengisi Kekosongan
Orang yang tidak bahagia seringkali sangat bergantung pada pujian, persetujuan, atau pengakuan dari orang lain untuk merasa berharga. Mereka mungkin terus-menerus mencari validasi eksternal, memposting di media sosial untuk mendapatkan "like," atau selalu bertanya apakah mereka telah melakukan sesuatu dengan benar. Ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan internal dengan perhatian dari luar. Kebutuhan yang berlebihan akan validasi eksternal seringkali berasal dari harga diri yang rendah.
Mereka mungkin menjadi "people pleaser," selalu berusaha menyenangkan orang lain bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhan atau keinginan mereka sendiri. Ketakutan akan penolakan atau kritik sangat kuat, sehingga mereka terus-menerus menyesuaikan diri agar diterima. Perilaku 'people pleasing' dapat menyebabkan kelelahan emosional.
Sahabat Fimela, bantu mereka memahami bahwa nilai diri sejati berasal dari dalam, bukan dari pandangan orang lain. Dorong mereka untuk mengembangkan rasa percaya diri yang otentik dan untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan mereka. Proses ini membutuhkan kesabaran dan dukungan yang konsisten.
Memahami tanda-tanda ini adalah langkah awal yang krusial. Ini bukan tentang melabeli seseorang, melainkan tentang membuka mata dan hati kita terhadap perjuangan yang mungkin tidak terlihat. Setiap individu berhak untuk merasa didengar, dipahami, dan didukung dalam perjalanan mereka menuju kesejahteraan.
Mari kita ciptakan ruang di mana kejujuran emosional dihargai, di mana kerentanan adalah kekuatan, dan di mana setiap orang merasa aman untuk tidak selalu "baik-baik saja" dan tetap dicintai. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati bukanlah ketiadaan masalah, melainkan kemampuan untuk menghadapi masalah dengan dukungan dan penerimaan, baik dari diri sendiri maupun dari orang-orang di sekitar kita. Mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1783547/original/015968300_1743066229-WhatsApp_Image_2025-03-27_at_16.01.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477095/original/006360400_1768808581-Depositphotos_629057354_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472817/original/083168000_1768377028-Depositphotos_732272720_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477050/original/037328500_1768807684-Depositphotos_650492992_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470502/original/084572300_1768208228-young-woman-with-bouquet-flowers-white-background.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5131488/original/076129500_1739414482-DSC03092.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290798/original/058084800_1753157649-Depositphotos_724888352_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193563/original/056612100_1745231077-Depositphotos_533688856_L__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465607/original/090639400_1767771856-Depositphotos_789017280_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465029/original/070699400_1767756811-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share__1_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476759/original/069080000_1768797782-cropped-4b08ff1c-9a3f-4327-9bee-5d8a4fb4f3a2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473404/original/071096600_1768440851-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_08.23.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441350/original/073314500_1765504657-Tanya_Jawab_tentang_Nutrisi_di_1000_Hari_Pertama_Kehidupan_Anak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441342/original/057711100_1765504279-Novel_Tiga.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431754/original/099709900_1764747157-WhatsApp_Image_2025-12-03_at_14.16.57_a3e4af2d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436821/original/022017900_1765186364-pexels-anna-pou-8329902.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3286636/original/093458900_1604471471-pexels-photo-4239011.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436788/original/050733500_1765773245-Depositphotos_812580836_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441338/original/025527600_1765504149-Every_Day_is_A_Sunny_Day_When_I_Am_with_You.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2981728/original/010002700_1575023913-ben-white-vJz7tkHncFk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434360/original/073007100_1764924578-pexels-vanessa-loring-5082373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995662/original/061514500_1576230464-juliana-malta-YwutubGmzSU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2383423/original/096823900_1539580287-brooke-cagle-336476-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5007119/original/059505000_1731657535-image-young-digital-nomad-student-coworking-space-sitting-table-with-mobile-phone-looking.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472414/original/002656600_1768365704-marga-santoso-Ydp6wLnrCs8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346017/original/079556500_1757577516-kantuk_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3051703/original/013284600_1581843185-jonathan-borba-RWgE9_lKj_Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476546/original/079335700_1768790504-Depositphotos_576315524_XL.jpg)
![Yuk, simak beberapa menfaat dari mengajarkan anak dari menggunakan barang ramah lingkungan! [Dok/freepik.com]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/exhphJSxN1hxQjqOUh7GgRzwXzM=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5388344/original/068584900_1761118315-kid-learning-garden.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473646/original/069053300_1768451958-webaliser-_TPTXZd9mOo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3492957/original/037571300_1624605112-s-o-c-i-a-l-c-u-t-RzA6DUaiTl4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2750895/original/020555900_1552538946-foto_A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5469801/original/027902300_1768185276-Screenshot_2026-01-12_at_09.32.26.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290798/original/058084800_1753157649-Depositphotos_724888352_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181762/original/017749800_1744002644-Depositphotos_414070156_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466287/original/025720300_1767841427-IMG_7934-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417131/original/095682400_1763522186-Depositphotos_565671370_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5318556/original/073929800_1755489328-Depositphotos_706629402_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282172/original/002632900_1752467860-Depositphotos_712660360_XL.jpg)
![Tas ikonis dari FENDI ini seolah berbisik pelan, keindahan paling berharga tak selalu perlu dipamerkan. Terkadang, ia justru disimpan rapi di dalam, hanya untuk mereka yang benar-benar ingin melihatnya. [Dok/FENDI].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/YW0Ev7Rl7TAI_Hz5_AqzhEAmn8c=/20x37:1679x972/320x217/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471593/original/070133900_1768290130-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_14.37.16.jpeg)
![Buat kamu yang sering males bawa tas, this might be your new everyday essential. [@ninjalabsx].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/JmPHj_AUqE0OF1amNJyGoeHJEqw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431872/original/017250000_1764749869-SnapInsta.to_464376048_18021797717608173_6667940723387353151_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428609/original/023315200_1764553676-MIUCCIA_PRADA_HONORED_WITH_THE_LIFETIME_ACHIEVEMENT_AWARD_AT_THE_FASHION_TRUST_ARABIA_AWARDS_CEREMONY_2025__1_.jpg)
![Jennie BLACKPINK Berkolaborasi dengan Haribo. [@jennierubyjane]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/aV4GRPgoYJp6CPnLCXQZBu2qm5o=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426470/original/076048800_1764306557-IMG_1424_2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426531/original/055682400_1764308639-Screenshot_2025-11-28_123440.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426229/original/035642400_1764297400-tong-su-1xx1hq2RJts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4450417/original/009301800_1685675888-robert-collins-lP_FbBkMn1c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3395224/original/007940700_1615106339-WhatsApp_Image_2021-03-07_at_8.41.57_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3091205/original/027544500_1585737818-annie-spratt-86KXmkRWAMA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5476569/original/069881300_1768791247-nike-full-18dcfb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476545/original/089338600_1768790481-The_Strong_Solo_Mom____Yosi_Ariani_____LS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476543/original/091577500_1768790336-The_Inspiring_Career_Mom____Astrid_Suryatenggara_____LS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452876/original/099231900_1766461807-FIMELA_FASHION_-_Lanvin_at_Its_Most_Glam__IG_Feed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3221935/original/084901000_1598605805-pexels-andrea-piacquadio-975250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3353795/original/056458100_1611093586-beautiful-elegance-luxury-fashion-pink-women-handbag_1203-7653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416947/original/076643700_1763480454-IMG_4832.jpg)
![Tasya Farasya memilih gaun rancangan Sapto Djojokartiko berwarna nude lembut yang memancarkan aura elegan dan feminin. Detail renda dan bordir bunga yang menjalar di seluruh permukaan dress memberi kesan etereal, seolah Tasya melangkah dengan sentuhan magis di setiap langkahnya. [@tasyafarasya].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/OqVnUTOel9W48rzP0VmUfvkZ43Y=/0x0:1080x608/320x217/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401013/original/058481200_1762154715-SnapInsta.to_572802011_18541861090004502_6731982056297577983_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477532/original/063564500_1768839718-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477583/original/075647800_1768874796-IMG_5918.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477549/original/015844900_1768861847-IMG-20260120-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477572/original/086554700_1768872415-1001527539.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435332/original/088670700_1765019529-IMG_20251206_174445.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477561/original/053463100_1768869641-1000518140.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5142928/original/035301500_1740478010-beauty-blogger-present-beauty-cosmetics-sitting-front-camera-recording-video.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477313/original/055640500_1768815960-word_media_image2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5311551/original/007499900_1754887403-bao-menglong-JgKBU3VvJPY-unsplash.jpg)