Sukses

Lifestyle

Mengenal Evening Wind-Down Habits, Rutinitas Sederhana untuk Kualitas Tidur dan Vitilitas

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa sudah berbaring di kasur, tapi pikiran justru masih berlari ke mana-mana? Tubuh lelah, mata mengantuk, namun tidur tak kunjung datang. Di tengah ritme hidup modern yang serba cepat, tidur nyenyak sering kali menjadi hal yang sulit diraih. Padahal, kualitas tidur memegang peran penting dalam menjaga energi, suasana hati, hingga kesehatan secara menyeluruh.

Dilansir dari themindfulnessapp, di sinilah konsep evening wind-down habits hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak besar. Berbeda dengan rutinitas sebelum tidur yang serba singkat, evening wind-down adalah rangkaian kebiasaan menenangkan yang dimulai sekitar 30 hingga 120 menit sebelum waktu tidur. Tujuannya satu yaitu, membantu tubuh dan pikiran beralih dari mode aktif ke mode relaksasi.

Mengapa Evening Wind-Down Penting?

Tidur bukanlah tombol yang bisa langsung dimatikan. Tubuh membutuhkan proses bertahap untuk benar-benar siap beristirahat. Ketika aktivitas dan stres harian masih “menempel”, hormon kortisol cenderung tinggi dan dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu kita terlelap.

Dengan rutinitas wind-down yang konsisten, tubuh akan belajar mengenali sinyal bahwa hari telah berakhir. Detak jantung melambat, pikiran lebih tenang, dan kualitas tidur pun meningkat. Tak hanya membuat tidur lebih nyenyak, kebiasaan ini juga berkontribusi pada vitality, rasa segar dan berenergi saat bangun keesokan harinya.

 

 

Kebiasaan Sederhana yang Membantu Tubuh Lebih Relaks

Sahabat Fimela, evening wind-down tak harus rumit. Justru, kesederhanaan adalah kuncinya. Beberapa kebiasaan yang bisa dicoba antara lain meredupkan lampu kamar untuk memberi sinyal alami pada tubuh bahwa malam telah tiba, membaca buku fisik alih-alih menatap layar, atau menikmati mandi air hangat untuk membantu tubuh melepas ketegangan.

Latihan pernapasan ringan, meditasi singkat, atau peregangan lembut juga terbukti membantu menurunkan stres dan menenangkan sistem saraf. Bahkan, hanya meluangkan waktu 20 menit secara konsisten sudah cukup memberi dampak positif bagi kualitas tidur.

Hindari Hal-Hal yang Mengganggu Kualitas Tidur

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan malam justru membuat tubuh semakin sulit beristirahat. Paparan layar gadget di malam hari dapat menekan produksi melatonin karena cahaya biru yang dihasilkan. Begitu pula konsumsi kafein di sore hari, makan berat menjelang tidur, atau minum alkohol yang meski terasa menenangkan, nyatanya dapat mengganggu fase tidur dalam.

Membawa pekerjaan ke tempat tidur juga patut dihindari. Otak perlu batas yang jelas antara waktu produktif dan waktu istirahat agar dapat benar-benar “mematikan” mode kerja.

 

 

 

Konsistensi, Kunci Utama Tidur Berkualitas

Tak ada rutinitas yang langsung sempurna sejak hari pertama, yang terpenting adalah konsistensi. Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah dilakukan, lalu perlahan tambahkan seiring waktu. Tak masalah jika suatu malam rutinitas terasa berantakan, yang penting, esok hari kembali mencoba.

Evening wind-down habits bukan soal menciptakan rutinitas ideal ala media sosial, melainkan tentang mendengarkan kebutuhan tubuh sendiri. Saat tidur membaik, energi meningkat, emosi lebih stabil, dan hari-hari pun terasa lebih seimbang.

Sahabat Fimela, memberi waktu bagi diri sendiri untuk melambat di malam hari adalah bentuk self-care yang sering terabaikan. Karena tidur yang berkualitas bukan hanya tentang berapa lama kita terlelap, tetapi seberapa baik kita mempersiapkan diri untuk beristirahat

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading