Sukses

News & Entertainment

Acil Bimbo: Kami Malu Kalau Tidak Salat

Fimela.com, Jakarta Ciri khas sebagai kelompok musik religius melekat erat dalam diri Bimbo. Predikat itu tak lepas dari lagu Tuhan karya Sam, dan berlanjut dengan album qasidah mereka sekitar tahun 1974. Ditambah lagi Bimbo seolah menjadi musisi wajib yang muncul di setiap bulan Ramadan dengan lagu-lagunya yang bernuansa islami.

Nyatanya, perjalanan hidup juga yang menjadikan mereka religius dan malu meninggalkan perintah Tuhan. Diakui Acil, Tuhan sudah memanjakan Bimbo dengan memberi anugerah kemampuan bermusik yang terus eksis hingga sekarang ini.

Bimbo (Nurwahyunan/Bintang.com)

"Pas ayah kami meninggal, kami harus cari duit, harus selesai kuliah. Sebisa mungkin kita enggak minta keluarga yang lain. Dan kami merasa sangat dimanjakan sama Tuhan. Makanya malu kalau enggak salat karena sudah dimanjakan," ujar Acil Bimbo di JW Luwansa, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

"Saya dan Sam penggila radio. Makanya pas lihat Sam ngamen terus dapat duit, jadi semangat ingin ikut semua adik-adiknya," lanjut Acil lalu tertawa.

Sam Bimbo (Deki Prayoga/Bintang.com)

Sebenarnya di era 70-an, Bimbo identik dengan lagu-lagu balada dengan lirik-lirik puitis. Bahkan di era itu pula lagu-lagu Bimbo mulai menjamah tema keseharian yang bernada humor. Memasuki era 80an, Bimbo bermain dengan tema-tema kritik sosial seperti Antara Kabul dan Beirut atau Surat untuk Reagan dan Brezhnev.

Memasuki setengah abad konsistensinya dalam berkarya, Sam, Acil, Jaka dan Iin Parlina siap menggelar konser bertajuk Indonesia Menyanyi Bimbo. Konser Bimbo rencananya akan diselenggarakan pada 17 Desember 2015 di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

;
Loading