Sukses

Parenting

Penelitian Mengungkapkan Ayah Dapat Membantu Mempelancar Air Susu Ibu

ringkasan

  • Pekan ASI dunia diperingati mulai dari tanggal 1 hingga 7 Agustus
  • Pentingnya peran pasangan dalam proses menyusui.

Fimela.com, Jakarta Pekan ASI dunia diperingati mulai dari tanggal 1 hingga 7 Agustus. Sejarah Pekan ASI Sedunia bermula dari forum World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) yang digelar di markas United Nations Children's Fund atau UNICEF, di New York, Amerika Serikat, pada 1991.

Bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia 2019, Royal Philips, pemimpin global dalam teknologi kesehatan serta solusi perawatan ibu dan anak, telah merilis data yang menunjukkan pentingnya peran pasangan dalam proses menyusui.

Meskipun menyusui merupakan tugas alami seorang ibu, tetapi ibu menyusui tetap membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian Philips Avent menunjukkan bahwa hampir semua ibu yang mengikuti survei menginginkan pasangannya terlibat dalam setiap aspek perawatan bayi mereka yang baru lahir.

Di Indonesia sendiri, 58% ibu menginginkan pasangan mereka membantu menenangkan bayi saat malam, dan 63% ingin dibantu memberikan susu bayi di malam hari. Untungnya, mayoritas ayah di Indonesia (92,5%) mau membantu, tetapi ada beberapa area di mana mereka seharusnya bisa berbuat lebih banyak dalam mendukung ibu menyusui.

Meskipun 70% pasangan terlibat dalam menjaga anak, kurang dari setengahnya (46,7%) ikut membantu membersihkan pompa ASI dan botol untuk memberi susu bayi dan hanya 56% ayah meluangkan waktunya mencari informasi cara tepat memberi susu dan makan bayi.

Artinya, ada beberapa aspek merawat bayi yang tetap dibebankan hanya pada ibu dan menunjukkan perlu adanya edukasi bagi ayah mengenai cara mengurus anak. Hal ini tercermin dalam hasil survei yang menunjukkan 96% ibu di Indonesia menginginkan informasi lebih banyak mengenai bagaimana pasangan dapat mendukung mereka selama menyusui. Mengedukasi para ayah mengenai manfaat menyusui dapat menggandakan kesempatan seorang bayi mendapatkan ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama. Karenanya, hal ini sangat penting untuk dibahas dan dipertimbangkan oleh para orangtua baru.

Survei Philips Avent ini dilaksanakan di Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Romania, Jerman, Brasil, Rusia, Perancis, Portugal, Spanyol, Belanda, dan Italia. Dari 14 negara yang disurvei, ayah di Indonesia mendapat nilai tertinggi dalam mendukung ibu menyusui, yaitu 8,99 dari 10. Angka ini diikuti oleh Australia (8,86) dan Selandia Baru (8,69). Nilai yang didapat para ayah Indonesia ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai global, yaitu 8,10.

Mempererat ikatan ayah dan anak

Menanggapi hal tersebut, Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-FKM, Ketua Umum Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) mengatakan kontribusi ayah dalam merawat dan membesarkan anak bersama dengan sang ibu kini semakin meningkat.

“Hal sangat baik untuk mempererat ikatan antara ayah dengan anak, juga perkembangan emosional sang ibu,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan penuh pasangan terhadap ibu seharusnya sudah dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga enam bulan pertama kehadiran si bayi. Dukungan dari ayah akan membantu menurunkan risiko baby blues dan postpartum depression pada ibu yang baru melahirkan.

“Mulai dari sejak ibu mengandung, ayah harus rajin mendampingi untuk pemeriksaan kehamilan atau antenatal care, supaya tahu juga perkembangan janin dan apa yang dibutuhkan si ibu. Tahap kedua adalah mendampingi proses persalinan. Biasanya, kalau proses persalinan normal, saya akan meminta ayahnya untuk memotong tali pusar,” tambah dr. Ali.

Kemudian, ayah harus ikut mendampingi saat IMD (inisiasi menyusui dini), karena ini merupakan tahap penting yang juga menentukan kelancaran pemberian ASI. Dukungan ayah dalam enam bulan pertama kehadiran bayi juga sangat penting agar ibu bisa lancar memberikan ASI eksklusif. Yang bisa dilakukan ayah sebetulnya banyak.

“Mulai dari menyiapkan tempat tidur bayi di malam hari dan membantu mengganti popok. Rajin memijat punggung ibu, atau disebut pijat oksitosin, juga membantu melancarkan ASI,” ujarnya.

Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari pasangannya memiliki kesempatan lebih besar untuk memulai dan melanjutkan menyusui lebih lama. Selain itu, keterlibatan sang ayah dalam proses menyusui akan meningkatkan ikatan antara ayah dan bayi paska persalina.

Peran aktif ayah dalam proses menyusui juga mengurangi kemungkinan terjadinya cognitive delay (keterbatasan fungsi mental) pada bayi dan mendorong penambahan berat badan pada bayi prematur.“Pada Pekan ASI Sedunia kali ini, Philips Avent ingin menggarisbawahi pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar ibu dan bayi, terutama peran aktif ayah dalam bulan-bulan awal kehidupan paska kelahiran,” Dukungan ini sangat penting bagi kelancaran pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama, terlebih bagi para ibu bekerja,” tutup Yongky Sentosa, Country General Manager Personal Health Philips Indonesia.

 

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif, Kekebalan Tubuhnya Lebih Matang
Artikel Selanjutnya
Produksi ASI Payudara Kanan dan Kiri Berbeda, Normalkah?