Sukses

Parenting

Pahami 4 Alasan Bertengkar di Depan Anak Itu Perlu Dihindari

 

Fimela.com, Jakarta Dalam berumah tangga, pertengkaran adalah hal sulit dihindari, seideal apa pun rumah tangga pasti di dalamnya terdapat cek cok. Akan tetapi, sering kali orangtua abai menyikapi masalah ini. Walau terlihat sepele ternyata bertengkar di depan anak bisa memengaruhi kondisi mentalnya.

Kadang dalam pertengakaran, secara tidak sadar orangtua mengeluarkan kata-kata kotor atau melakukan tidakan kekekerasan, seperti melempar barang atau memukul. Dan apabila ini dilihat secara langsung oleh anak-anak akan menyebabkan guncangan emosi dalam dirinya, yang bisa membuatnya menjadi murung, pemarah, dan bahkan bisa mencontoh apa yang dilihat.

Di sini ada beberapa dampak jika orangtua sering bertengkar di depan anak. Apa saja itu? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Menjauhkan Hubungan Orangtua dan Anak

Situasi rumah tangga yang sering menyulut pertengkaran pastinya akan membuat oran tua menjadi stres. Orangtua yang stres biasanya tidak banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya. Kondisi setres ini juga dapat memengaruhi mood orangtua, mereka akan menjadi sering memarahi dan kesal terhdap anak-anaknya. Kemudian anak-anak pun akan menjadi takut dan menghindar dari orangtuanya karena merasa tidak mendapatkan kasih sayang.

Kurangnya Rasa Aman

Pertengkaran orangtua dapat merusak rasa aman anak-anak tentang stabilitas keluarga. Anak-anak yang sering melihat orangtuanya bertegkar akan merasa tak lagi memiliki tempat yang aman. Padahal keluarga sebagai organisasi sosial terkecil seharusnya menyediakan hal tersebut. Muncul rasa khawatir dalam benak anak-anak saat melihat pertengkaran, seperti khawatir bila terjadi perceraian antara orangtuanya, merasa keluarganya tidak normal, hingga seorang anak pun bisa menyalahkan dirinya sendiri.

Mengalami Gangguan Fisik

Tak hanya memengaruhi kesehatan mental, ternyata pertengkaran juga dapat memengaruhi kondisi fisik anak-anak. Anak yang sering menyaksikan orangtuanya bertengkar akan mengalami stres. Stres ini akan memengaruhi aktivitasnya, seperti sulit fokus, sudah tidur, selera makan menurun, sakit kepala, hingga sakit perut. Aktivitas anak yang terganggu juga nantinya bisa menyebabkan dampak kesehatan lainnya, seperti naiknya asam lambung, anoreksia, bulmia, dan sebagainya.

Melakukan Hal yang Sama

Like father, like son, anak-anak adalah peniru dari orangtuanya. Sebagian besar aktivitas anak akan dihabiskan bersama dengan orangtuanya. Jadi, informasi yang didapatkan anak juga sebagian besar berasal dari orangtuanya, baik itu secara prilaku, cara berbicara dan pola pikirnya. Ketika seorang anak melihat orangtuanya bertengkar, maka ia pun berpotensi melakukan hal yang sama di lingkungannya. Ia akan meniru seseorang yang marah, nada bicara yang tinggi atau melakukan kekeresan fisik terhadap orang lain karena hal tersebut sudah tertanam dalam dirinya.

Sebagai orangtua, seharusnya lebih memerhatikan hal ini, usahakan agar tidak bertengkar atau melakukan kekerasan saat di depan anak-anak. Jika ada maslaah yang ingin diselesaikan, cobalah untuk mencari tempat yang tidak terlihat atau bisa terdengar oleh anak. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen

;
Loading
Artikel Selanjutnya
3 Alasan Mengapa Orangtua Seharusnya Tidak Membiarkan Bayinya Dicium Sembarangan
Artikel Selanjutnya
Meski Positif Covid-19, Ibu Menyusui Jangan Setop ASI untuk Bayi