Sukses

Parenting

Penelitian Membuktikan, Ibu Melahirkan di Kala Pandemi Rentan Depresi

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 memang telah membawa banyak sekali perubahan dalam hidup banyak orang, bahkan untuk perempuan yang hamil di masa pandemi ini. Menjadi ibu hamil dan melahirkan saja sudah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang perempuan, apalagi menjalaninya di kala pandemi.

Dibandingkan kehidupan ibu-ibu normal yang biasa dijalani, ternyata satu tantangan menyulitkan untuk ibu hamil dan melahirkan selama pandemi, yaitu kesehatan mental yang menurun.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University College London menemukan bahwa sebanyak 47,5% perempuan yang melahirkan dengan bayi berusia nol sampal enam bulan rentan mengalami depresi selama pembatasan sosial COVID-19 dan bahkan lebih dari dua kali lipat tingkat rata-rata untuk Eropa sebelum pandemi (23%).

Pandemi membuat ibu rentan depresi

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology tahun 2021 ini menjelaskan bahwa para perempuan ini mengalami perasaan kelelahan, khawatir, gelisah, bersalah, dan stres yang meningkat. Banyak pula yang merasa kehilangan kesempatan untuk langsung bisa bertemu bayinya karena harus mengikuti prosedur isolasi kesehatan yang lama.

Bahkan pasangan yang tidak dapat menjalani proses persalinan bersama (suami tak dapat mendampingi istrinya saat melahirkan) atau dibatasinya keluarga untuk mengunjungi, juga memberikan dampak mental yang besar bagi para perempuan.

Para peneliti melakukan terhadap 162 ibu di London antara bulan Mei hingga Juni 2020 dengan cara survei jejaring sosial yang dirancang untuk menampung tanggapan atas lockdown atau pembatasan sosial. Para ibu hamil dan melahirkan mengisi survei mengenai tingkat stres dan mengaku bahwa pembatasan interaksi sosial merupakan hal yang berat dihadapi.

Semakin banyak kontak yang dilakukan ibu baru dengan orang lain, baik secara jarak jauh maupun tatap muka, semakin sedikit gejala depresi yang mereka laporkan. Hal ini menunjukkan bahwa berkurangnya kontak sosial selama pembatasan sosial kemungkinan besar telah meningkatkan risiko depresi pascanatal.

Tentu saja, dengan protokol kesehatan saat ini, ibu hamil dan melahirkan mungkin bisa mulai menyesuaikan diri. Tapi bagaimana pun juga, mengetahui bahwa memiliki banyak orang di sisinya merupakan hal yang paling bisa membuat hati seorang perempuan hamil dan melahirkan tenang ya Sahabat Fimela.

#ElevateWoman with Fimela

Ultah Ke-25, Hoshi SEVENTEEN Donasi Rp 1,27 Miliar ke Kampung Halaman
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Manfaat Prenatal Gentle Yoga untuk Kondisi Mental Ibu Hamil
Artikel Selanjutnya
7 Aktivitas Cegah Kesepian dan Depresi Saat Pandemi dari Riliv