Sukses

Parenting

3 Langkah Tepat Mengajari Anak yang Takut Berjalan

Fimela.com, Jakarta Anak yang terlambat berjalan sering kali membuat kita sebagai orangtua khawatir, padahal tidak semua anak berjalan sesuai umur mereka. Beberapa anak sudah mulai berdiri dan berjalan sebelum waktunya, beberapa anak kerap kali terlambat berjalan tidak sesuai dengan umur mereka.

Biasanya, pada bulan ke-9 anak mulai berdiri sendiri tanpa bantuan orangtua. Setelah menginjak usia 1 tahun, seharusnya anak sudah mula berjalan cukup lancar. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda.

Dikutip dari Healthline.com, Walaupun banyak perbedaan waktu pada perkembangan anak, sebaiknya para orangtua harus mengetahui bagaimana cara yang tepat dan juga cepat untuk membuat anak cepat berjalan. Berikut ada 5 langkah tepat mengajari anak yang takut berjalan.

1. Siapkan ruangan yang aman untuk bayi

Bersihkan lantai dari ruangan yang penuh dengan mainan anak atau jarang lain yang dapat membuat anak terjatuh saat mereka belalar untuk berjalan. Tutup bagian tajam seperti ujung meja dengan pelindung meja agar ketika anak tergelincir akan langkahnya mereka tidak akan terluka.

Ketakukan pada anak sering terjadi karena adanya trauma, hindari hal-hal yang bisa membuat mereka trauma akan berjalan seperti terbentur meja yang tajam dan membuat mereka terluka.

2. Minta bayi untuk meraih mainan mereka

Bantu anak untuk meraih mainan mereka dengan cara meletakan mereka di lantai dan orangtua menjulurkan mainan kesukaannya untuk diraih oleh anak. Hal ini dapat membantu mereka berlatih transisi mulai dari duduk, berdiri hingga melangkah. Mereka juga akan berambisi untuk mengambil dan memainkan mainan kesukaan mereka dan mulai perlahan berjalan. Kuncinya adalah untuk tetap sabar dan menikmati proses bayi berjalan. 

3. Melangkah tanpa alas kaki

Sepatu tidak diperlukan untuk berjalan lebih awal. Bahkan, mungkin lebih baik membiarkan anak untuk menjelajahi lingkungannya tanpa alas kaki terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan indera peraba pada kaki mereka saat berjalan.

Mereka akan merasakan tekstur permukaan yang berbeda-beda dan hal ini tentunya dapat membantu indera peraba lebih peka. Hal yang harus kamu perhatikan adalah tidak ada benda yang dapat melukai kaki mereka saat berjalan tanpa alas kaki.

Sepatu dapat menumpulkan pesan yang diterima otak bayi tentang permukaan apa yang ada di bawah kakinya. Tidak hanya itu, berjalan tanpa alas kaki membantu memperkuat otot-otot di kaki untuk lebih meningkatkan stabilitas.

 

Penulis : Saffa Sabila

#Woman For Woman

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading