Eksklusif, Venna Melinda Bicara Soal Karier Politik dan Anak-anak

Musa Ade diperbarui 21 Mar 2016, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Jika menyebut nama Venna Melinda, mungkin banyak orang yang tidak tahu. Akan tetapi bagi orang-orang generasi 80-an, pasti mereka akan mengenali wanita kelahiran Surabaya, 20 Juli 1972 ini.

***

Venna Melinda merupakan model dan seorang bintang sinetron Indonesia. Wanita cantik ini merupakan pemenang dari kontes kecantikan Puteri Indonesia 1994. 

Selain berkarier di dunia hiburan Indonesia, Venna juga terjun ke dunia politik. Ia tercatat pernah menjadi Anggota DPR mewakili Jawa Timur VI pada periode 2009-2014.

Pemilik tinggi 168 cm ini memulai terjun ke dunia akting dengan bermain film Catatan Si Boy II. Setelah menjadi Puteri Indonesia 1994, kariernya pun terus menanjak. Tercatat lima judul sinetron yang sudah ia bintangi.

Setelah karier di sinetronnya meredup, ia memutuskan untuk mengembangkan hobinya dalam hal perawatan tubuh dan kebugaran. Pada 2009, Venna terjun ke dunia politik. Ia berhasil menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat.

Sejak menjadi anggota Dewan, ibu dari Verrell Bramasta dan Athalla Naufal ini aktif melakukan kunjungan sosial. Selama menjadi anggota Dewan, Venna memperjuangkan pendidikan yang layak untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Lantas seperti apa tantangan terberat yang dihadapi Venna Melinda saat terjun ke dunia politik? Seperti diketahui, Venna dan Ivan Fadilla sudah bercerai tiga tahun lalu. Lantas seperti apa kriteria pendamping hidup yang ia inginkan? Berikut ini wawancara eksklusif Venna Melinda saat Bintang.com mengunjungi kediamannya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Karier Politik Venna Melinda

Venna Melinda sempat dipandang sebelah mata saat terjun ke dunia politik. (Fotografer: Deki Prayoga, Digital Imaging: Denti Ebtaviani/Bintang.com)

Setelah sukses di dunia hiburan Indonesia, Venna Melinda terjun ke dunia politik. Akan tetapi tidak mudah baginya untuk berkarier di dunia politik. Pasalnya Venna dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.

Apa kesibukan Anda saat ini?

Saat ini sibuk di DPR karena periode kedua. Sekarang di komisi 10 sedang ada Panitia Kerja (Panja) Perfilman Nasional dan aku termasuk salah satu inisiatornya. Jadi alhamdulillah aku lagi sibuk banget, belum lagi aku di DPP Partai Demokrat sebagai Ketua Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Dan juga di Daerah Pemiihan (Dapil), aku punya rumah aspirasi. Dan sekarang aku ada proyek untuk bikin buku karena aku terakhir bikin buku pada tahun 2008 judulnya Venna Melinda to Good Living. Tapi untuk proyek yang sekarang mungkin akan lebih ke perjalanan politik. Alhamdulillah karena sekarang sudah tahun ketujuh di DPR. Jadi aku ingin memberikan semangat kepada para wanita Indonesia bahwa masuk ke dunia politik itu bukan sesuatu hal yang menakutkan justru malah kita bisa berkarya untuk negeri ini.

Karena sudah dua kali menjabat berturut-turut, rencana ke depannya seperti apa?

Karena aku orang Bali soalnya mama berasal dari Tabanan. Mungkin nggak tahu tahun berapa, tapi aku ingin banget jadi anggota eksekutif di Bali. Entah jadi bupati atau wakil gubernur tapi memang ingin banget jadi eksekutif dan tinggal di Bali.

Dua kali menjabat sebagai DPR, apa sih perubahan yang dirasakan?

Yang pasti pola pikir. Karena dulu aku seorang entertainer jadi lebih fokus dengan penampilan. Dengan terjun ke dunia politik, aku merasa dengan hidupku bermanfaat bagi masyarakat dan aku bersyukur karena hal itu. Karena saya punya banyak sekali program pro rakyat yang benar-benar saya sosialisasikan kepada mereka. Contohnya kartu Indonesia Pintar, ada sekolah yang roboh kemudian saya sosialisasikan sehingga punya ruang kelas yang baru. Mungkin jika dulu menjadi artis, oke kita punya popularitas dan penghasilan tapi belum tentu didoain ama orang lain.

Tantangan terberat?

Tantangan terberat adalah bagaimana kita bisa menantang diri kita sendiri agar menjadi orang yang lebih berkualitas. Kalau di DPR ini, intelektual kita harus lebih terukur oleh karena itu saya kuliah lagi S2. Yang paling mengubahku adalah pola pikir bahwa kalau kita cinta dengan negeri ini kenapa kita tidak jawab tantangan politik itu yaitu dengan menjadi anggota DPR. Bagi saya, menjadi anggota DPR itu luas, kita bisa menjadi lebih pintar dan lebih memperujuangkan sesuatu real. Mungkin kalau kita jadi artis, oke kita bisa menolong orang lain tapi mungkin sebatas masalah finansial. Akan tetapi jika ingin membuat sebuah kebijakan, ya di sini tempatnya (DPR). Yang paling penting di dunia politik adalah niat, jangan sampai niat kita di dunia politik adalah mencari uang karena di sini bukan tempatnya. Oleh karena itu saya selalu berpesan kepada Verrell karena ia ingin menjadi politisi. Saya sudah bilang ke Verrell, kalau mau jadi politisi jangan mencari uang tapi harus berkarya. Alhamdulillah dia melihat apa yang saya kerjakan hampir tujuh tahun ini sehingga ia terinspirasi.

Adakah rasa takut saat terjun ke dunia politik?

Kalau menurut saya, semua pekerjaan itu berisiko tinggal tergantung niat kita. Kalau kita punya niat yang kuat, Insya Allah sepak terjang kita sesuai dengan niat kita. Dan yang paling penting kalau kerja di dunia politik itu harus banyak-banyak berdoa. Jujur saja, saya sangat takut dijebak oleh orang lain. Terkadang musuh politik adalah orang yang paling dekat dengan kita.

Apa tanggapan Anda tentang kabar jika Anda terjun dunia politik karena aji mumpung?

Yang namanya underestimate itu sudah biasa. Tapi alhamdulillah saya sudah pernah di komisi 3, komisi 1, komisi 10 seperti sekarang. Saya termasuk orang yang aktif dalam hal menginisiasi suatu Panitia Kerja ataupun RUU. Dan saya mencoba untuk selalu aktif hadir dan juga memberikan ide di setiap rapat komisi.

3 dari 3 halaman

Anak-anak dan Pendamping Hidup

Setelah berpisah dengan Ivan Fadilla kurang lebih tiga tahun silam, Venna Melinda mendambakan seorang pendamping hidup. (Fotografer: Deki Prayoga, Digital Imaging: Denti Ebtaviani/Bintang.com)

Setelah berpisah dengan Ivan Fadilla kurang lebih tiga tahun silam, Venna Melinda mendambakan seorang pendamping hidup. Lantas seperti apa kriteria pendamping hidup Venna?

Cara memupuk rasa politisi kepada anak-anak?

Sebelum berpisah, saya selalu kemana-mana berempat. Ada suami dan anak-anak ke kolong jembatan. Saya sering sekali mengunjungi pendidikan non formal anak-anak jalanan dan kaum marginal. Karena supaya mereka (anak-anak) tahu jika jadi pejabat itu bukan enaknya, jadi pejabat itu kita harus mau turun ke masyarakat. Tapi untuk mewujudkan hal tersebut, kita harus kerja keras. Saya ingin Verrell menjadi politisi yang sejati. Politisi sejati itu maksudnya benar-benar dicintai masyarakat bukan karena money politic. Hal tersebut tidak bisa instan, jadi saya harus memberikan contoh.

Di dalam lingkungan rumah, seperti apa cara mengajarkan leadership kepada anak-anak?

Saat ini bisa dibilang Verrell sudah menjadi public figure. Ia punya pegawai, asisten dan sopir yang selalu membantu dia. Saya selalu berpesan agar ia mempunyai manajemen diri yang baik. Jadi jika ingin mempunyai leadership apalagi ia ingin menjadi politisi. Dimulai dari sekarang tidak boleh merasa dirinya sudah menjadi atasan kemudian ia tidak punya yang namanya sense of leadership.


Sekarang Anda sudah 44 tahun akan tetapi masih terlihat muda. Apa rahasianya?

Saya berusaha untuk olahraga lebih rajin. Tapi sekarang saya sedang rajin- rajinnya maskulin sport seperti Muay Thai dan Brazilian Jiu Jitsu. Pola pikir harus lebih dingin karena semakin berumur, kita tidak boleh emosional karena itu membantu agar terlihat awet muda.

Alasan memilih olahraga yang maskulin?

Karena tuntutan situasi, secara kemana-mana saya sendiri. Ke luar kota atau luar negeri juga sendiri jadi saya harus punya self defense.

Apakah ada keinginan untuk mencari pendamping lagi?

Sebenarnya setiap salat, saya hanya minta dua hal. Yang pertama adalah saya ingin Verrell dan Athalla bisa tinggal 100% bersama saya. Dan yang kedua adalah saya meminta jodoh pilihan Tuhan. Karena menurut saya, sekarang ini banyak orang yang iseng. Banyak peristiwa yang membuat saya harus lebih berhati-hati.

Kriteria untuk pasangan hidup?

Yang pertama harus cowok banget. Intinya kalau cowok itu pasti mengayomi perempuan dan tidak pernah menyakiti. Harus lebih tua tapi tidak terlalu tua juga. Semoga saja tahun ini bisa dapat jodoh dan yang pasti harus sayang dengan Verrell dan Athalla.

Perkembangan soal sidang harta gono gini?

Ya untuk substansi itu mungkin urusan pengacara ya. Pertama sudah lewat, saya sudah pisah tiga tahun. Saya ingin fokus kerja di DPR dan fokus membesarkan anak-anak. Apalagi Verrell ingin kuliah di New York. Jadi saya benar-benar sedang menabung, cuma tiba-tiba ada tuntutan materil dan immateril yang menurut saya itu angkanya benar-benar fantastik. Dan saya juga tidak punya uang sebanyak itu. Harusnya kita (Venna dan Ivan) fokus dan kompak untuk mengurus Verrell dan Athalla meskipun sudah tidakk sebagai suami istri.

Harapan ke depan?

Alhamdulillah, Tuhan sudah mengasih kemudahan dan pembelajaran di usia saya yang sudah 44 tahun. Sebetulnya semua sudah dikasih sama Tuhan tetapi sekarang saya bisa tidak untuk berbagi dengan orang lain. Oleh karena itu orientasi saya bukan yang saya harus bagaimana atau mobil saya harus apa. Akan tetapi lebih kepada orang yang bisa berbagai dengan orang lain. Seperti menjadi donatur yang sudah saya lakukan di dapil. Kalau kita memberikan yang terbaik untuk orang lain pasti kita akan mendapatkan balasan yang baik juga.