Hati-Hati! Menurut Study, Pria Hidup di Kota Rentan Menderita Hipertensi

Fimela diperbarui 02 Okt 2017, 11:00 WIB

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Bahkan, penyakit ini merupakan salah satu penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Hipertensi juga sangat erat kaitannya dengan risiko stroke, diabetes hingga jantung. Well, penting untuk menjaga pola hidup dan makan yang sehat demi terhindar dari risikonya.

Dikutip dari laman boldsky.com, penelitian terbaru menyebutkan bahwa hipertensi saat ini berisiko lebih besar terhadap orang-orang yang hidup di perkotaan khususnya para pria. Ilmuwan menemukan bahwa pria usia 30an di perkotaan memiliki risiko hipertensi 2 kali lipat lebih besar dari pria yang hidup di pedesaan.

Risiko ini mengalami peningkatan mengingat bahwa gaya hidup pria di kota dari hari ke hari semakin buruk. Kurangnya olahraga, bekerja dengan lebih banyak duduk, konsumsi makanan yang tidak sehat, stres, dan tekanan yang berat menjadi penyebab kenapa pria kota lebih mudah terserang hipertensi.

Menurut hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di Indian Council of Medical Research(ICMR), India, menyebutkan bahwa gaya hidup orang di perkotaan yang serba instan berpengaruh besar terhadap kesehatan. Gaya hidup ini berpengaruh pada tekanan darah, kesehatan fisik dan kesehatan fisik. Para pria yang bekerja di kantor dan lebih banyak bekerja di depan komputer, membuat mereka lebih suka segala sesuatu yang instan. Padahal, segala sesuatu yang instan ini sangat berbahaya.

Tidak sedikit orang yang hidup di perkotaan lebih suka makanan yang mengenyangkan tanpa memperhatikan kandungan gizi di dalamnya. Kondisi ini diperburuk oleh kebiasaan merokok, tidur larut malam dan konsumsi minuman beralkohol.

Agar terhindar dari risiko hipertensi meski hidup di kota, peneliti menyarankan agar kita semua memiliki pola hidup sehat. Disarankan pula agar kita selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh, memperhatikan kecukupan istirahat juga kecukupan olahraga.

Semoga informasi ini bermanfaat dan kita semua terbebas dari risiko hipertensi maupun penyakit mematikan lainnya.

(vem/mim)