Review: Novel Barichalla Karya Khrisna Pabichara

Fimela diperbarui 04 Agu 2018, 19:30 WIB

Judul: Barichalla
Penulis: Khrisna Pabichara
Penyunting: Teguh Afandi
Penyelaras aksara: Nunung Wiyati
Penata aksara: CDDC
Ilustrasi isi: Vinsen
Desain sampul: Vinsen
Cetakan ke-1, Oktober 2017
Penerbit Noura Books (PT. Mizan Pustaka)

Kamu mengira kedukaan melukaimu. Padahal, kehilangan adalah hal biasa. Kebaikan dan kejahatan berperang sepanjang masa. Dan, kamu harus memilih di antara keduanya."

Aku Ranggasela-pangeran yang terbuang. Sejak umur tujuh tahun, aku bersama ibuku dikejar-kejar pasukan pimpinan Masagala. Merekalah para pemberontak yang mengambil alih kerajaan ayahku, Barichalla. Bayang-bayang kematian memburuku setiap waktu. Namun, aku harus membalas dendam. Akan kurebut kembali Barichalla dari mereka yang lalim berkuasa.

Terlebih dahulu, aku harus menjadi fyer-Penunggang Kuda, karena aku satu-satunya Fler yang tersisa dari ras manusia. Di Hutan Bau Busuk, Perkamen Kuda Terbang berhasil kutemukan. Perkamen inilah yang akan menuntunku menjadi Flyer sejati demi menjaga kedamaian dan ketenteraman.

Sherina-perempuan dengan kemampuan membaca pikiran, menyertaiku bertualang dari satu klan ke klan yang lain. Dia membantuku menghindari kejaran prajurit Masagala yang diperintahkan menghabisiku dan menyempurnakan kekuatanku.

Ini semua demi Barichalla.

***

Pangeran Ranggasela harus menghadapi takdir dan memperjuangkan nasibnya. Ketika ayahnya, Raja Barichalla gugur dan istana jatuh ke tangan pemberontak, Ranggasela berhasil melarikan diri dan hidup bersama ibunya di Negeri Atap Langit. Namun, ketika usianya menginjak 10 tahun, Ranggasela harus menerima kenyataan ibunya meninggalkannya untuk selama-lamanya.



Sebagai pewaris takhta Barichalla, Ranggasela mendapat misi penting. Ia harus menggulingkan Raja Masagala yang kejam. Di usianya yang ke-17, Ranggasela pun turun gunu dan mulai melakukan perjalanan untuk menunaikan sebuah tugas penting.

Dalam perjalanannya, Ranggasela dibantu oleh peri cantik bernama Sherina. Sherina punya peran penting yang membantunya menemukan Pohon Bangkai dan Tuan Flor.



Sebagai satu-satunya flyer (Penunggang Kuda) yang tersisa dari ras manusia, Ranggasela melakukan usaha terbaiknya untuk menjai flyer sejati dan menyelamatkan Barichalla. Dalam perjalanannya, Ranggasela harus menemukan batu hitam abadi dan perkamen kuda terbang. Ada ramalan penting di dalam perkamen yang menjadi petunjuk paling krusial untuk Ranggasela.

Harta makam keramat menunggumu. Empat penunggang kuda menyertai perjalananmu. Juga seseorang yang akan mengganggu mimpimu. Kau akan menemukan harta yang tak ditemukan orang lain. Tetapi kau akan kehilangan orang yang kau cintai.



Karakter Tuan Flor di novel ini cukup mencuri perhatian. Ia digambarkan sebagai sosok yang bijaksana. Tak hanya itu saja, dia juga punya kemampuan istimewa. Dia bisa muncul di mana saja yang mengandung bahan kayu. Perannya pun sangat penting dalam misi Ranggasela.

Buat yang suka novel genre fantasi, Barichalla ini bisa jadi referensi bacaan yang cukup menarik. Ada cita rasa khas Nusantara di dalamnya dan kita akan berkenalan dengan berbagai karakter menarik. Ada misi tentang perdamaian, persahabatan, dan juga keluarga yang terjalin dalam ceritanya.






(vem/nda)
What's On Fimela