Ulasan Buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna Karya Najeela Shihab

Endah Wijayanti diperbarui 31 Okt 2020, 08:55 WIB

Fimela.com, Jakarta "Percayalah, bahagia dan ibu bekerja adalah kata yang sejalan maknanya. Menjadi ibu dan terus berkarya adalah dua peran yang kita pilih untuk saling melengkapi, bukan saling menegasi." (Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna, hlm. 65)

Persoalan bekerja atau tidak bekerja bagi perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak memang selalu menghadirkan berbagai dilema. Saat membuat sebuah pilihan pun, seorang perempuan masih akan dibayangi perasaan bersalah. Ketika memilih untuk tetap bekerja, ada rasa bersalah karena tidak memberi cukup waktu untuk keluarga. Namun, ketika memilih untuk tidak bekerja, ada rasa bersalah karena tidak memanfaatkan potensi diri yang ada dengan lebih maksimal. Persoalan ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna.

Buku karya Najeela Shihab ini berisi tulisan-tulisan pendek terkait berbagai persoalan dan perenungan yang terkait dengan kehidupan seorang perempuan. Dilengkapi berbagai kutipan soal cinta, buku ini menghadirkan berbagai dimensi soal peran perempuan serta jenis-jenis cinta yang melingkupi kehidupan perempuan.

 

 

2 dari 2 halaman

Buku yang Ditulis Berdasarkan Hasil Observasi dan Refleksi Pribadi

Buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna./Copyright Endah

Judul: Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna

Penulis: Najeela Shihab

Editor: Siti Nur Andini

Desainer: Joneta Witabora

Ilustrator: Dita W. Yolashasanti

Cetakan kedua, September 2020

Penerbit Literati, Imprint dari Penerbit Lentera Hati

Cinta yang menjadi judul buku ini sangat luas artinya.Lembaran-lembaran ini menggambarkan hubungan dan harapan dalam spektrum konteksyang sangat beragamsebagian diantaranya menguras air mata, sebagian menyalakansemangat mencapai cita-cita. Menjaga diri, saling mengapresiasi, dan memeliharasemestabegitu banyak kewajiban perempuan sejak hari pertamanya di dunia, tapimenulis dan membaca seharusnya jadi menu harian yang tak terlewatkan di segalausia.

Cinta yang dilabel terlalu sempurna

karena kekurangannya pun dihitung sebagai

bagian yang pantas dijaga

Cinta yang punya suara, bukan hanya gema,

cinta yang dipilih, bukan hanya dikasih

Cinta yang muncul bukan hanya dalam puisi,

tapi dari hasil observasi

Cinta yang hadir bersama seribu ketakutan berbeda,

namun rasa takut kehilangannya selalu lebih dari segalanya

Semoga buku ini sampaikepada sebanyak mungkin Ratu atau Putri untuk mempertajam samurai mereka; parapeneliti atau mufassir kitab suci untuk memperdalam dedikasi keilmuannya; ibutiri, ibu yang mengadopsi, atau sedang menyusui untuk menguatkan keluarganya;pahlawan lingkungan atau pengusaha teknologi untuk menghadapi apa pun yangmengerdilkan masa depan kita

***

"Tidak ada perempuan yang menjalankan hanya satu peran. Menjadi ibu sekaligus anak dan saudara, istri sekaligus menantu dan ipar, ditambah lagi dengan kewajiban lain yang semuanya hadir dengan tuntutan." (Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna, hlm. 63)

Membaca buku ini kita akan kembali diajak untuk lebih berdamai dengan diri sendiri. Memang tidak mudah menjalankan berbagai peran. Tidak mudah untuk bisa senantiasa memenuhi harapan dan ekspektasi semua orang. Selalu ada hal-hal yang terasa tidak pernah bisa sempurna dalam hidup kita. Meskipun begitu, bukan berarti kita tak menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya.

Buku ini memang tidak memuat tulisan-tulisan yang menjabarkan secara rinci mengenai hasil riset atau studi tertentu. Lebih berisi renungan-renungan dan pandangan soal perempuan dan berbagai aspek kehidupan yang dijalaninya. 

"Menjadi perawan tua atau janda sering disebut memalukan. Sebagai kondisi yang dipilih atau dipaksa keadaan. Banyak yang sering mempertanyakan. Kita semua punya generalisasi berlebihan terhadap perempuan yang mencoba meraih kebahagiaan tanpa pasangan." (Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna, hlm. 23)

Kebahagiaan, kesempurnaan, serba-serbi kehidupan, dan sejumlah dilema perempuan menjadi hal-hal yang diangkat dalam buku ini. Meski mungkin beberapa kutipan soal cinta ada yang terasa masih sangat abstrak dan sulit dipahami, tetapi banyak inspirasi yang bisa dipetik dari setiap tulisan di buku ini. Membaca buku ini seakan menghadirkan ketenangan sendiri dan kembali menyadarkan bahwa kita tidaklah sendiri.

Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna sangat bisa dibaca oleh perempuan dari berbagai kalangan. Kita mungkin tidak sempurna tapi kita bisa menjalani hidup ini dengan lebih bermakna.

#ChangeMaker