Pentingnya Para Ibu Memahami Kebutuhan Gizi untuk Keluarga Lebih Sehat

Anisha Saktian Putri diperbarui 04 Feb 2021, 08:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sosok perempuan dalam keluarga memiliki peran penting, apalagi ketika sudah menjadi ibu. Para Ibu menjadi tumpuan pendukung dan pemulihan sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Ibu juga berperan ganda dalam mengelola rumah tangga dan mengurus semua anggota keluarga yang harus berdiam di rumah untuk belajar atau bekerja hingga pemenuhan gizi seimbang untuk keluarga. Hal ini dikarena orangtua menjadi contoh pertama bagi anak-anaknya.

Hal ini diutarakan oleh Pengurus PERGIZI PANGAN Indonesia, DR. dr. Lucy Widasari., M.Si bahwa para Ibu dan perempuan usia subuh penting menjaga dan memenuhi kebutuhan gizinya sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah kelahiran anak dengan kondisi kekurangan gizi.

dr. Lucy menambahkan, ibu atau calon ibu harus memastikan kecukupan zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, yang memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan hormon, mengatur aktivitas enzim, sistem imun, dan sistem reproduksi.

Protein hewani tingkat penyerapannya lebih tinggi, yaitu 25% dibandingkan protein nabati. Kualitas protein sendiri ditentukan oleh jenis dan jumlah asam amino esensial yang dikandungnya. Zat gizi mikro, terutama zat besi dibutuhkan dalam tiap fase kehidupan. 50 % - 60% anemia disebabkan karena kekurangan zat besi.

"Makanan kaya asam amino esensial yang terkandung dalam protein hewani, beberapa diantaranya adalah ikan dan susu,” ujar DR. dr. Lucy Widasari., M.Si dalam paparan dalam webinar Frisian Flag Indonesia dan PERGIZI PANGAN Indonesia Gelar Edukasi Gizi dan Salurkan Produk Bergizi Berkualitas.

Dalam keluarga, peran perempuan sangat penting karena perempuan atau ibu memiliki peran utama dalam menentukan pola konsumsi rumah tangga, mulai dari menetapkan menu, variasi makanan, memilih bahan makanan, sampai memasak dan menyajikannya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Perbaikan gizi menjadi investasi

Ilustrasi Buah Credit: pexels.com/Ponyo

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas, Dr. Ir. Subandi MSc., menegaskan, ritme pemerintah dalam upaya perbaikan gizi tidak penah menurun, terutama di tengah pandemi.

"Pentingnya perbaikan gizi bahkan masuk ke dalam amanat pembangunan jangka menengah 2020 – 2024 untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing," ungkapnya.

Upaya perbaikan gizi ini merupakan investasi yang strategis dalam hal kualitas sumber daya manusia. Tujuan ini juga sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030, dimana dalam salah satu poinnya adalah menghilangkan segala kekurangan gizi pada tahun 2030 dan mencapai target yang disepakati secara internasional untuk anak pendek dan kurus yang berusia di bawah 5 tahun.

3 dari 3 halaman

Membutuhkan banyak pihak untuk perbaikan gizi

Webinar bertajuk #IndonesiaSIAP: Peran Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Kuat melalui Pemenuhan Gizi Seimbang/dok. Frisian Flag

Upaya ini tentunya membutuhkan hubungan tidak hanya dari pemerintah saja, melainkan juga aktor dari non-pemerintah, seperti pihak swasta, media, dan masyarakat. Hubungan non-pemerintah, seperti Kader PKK, Keluarga, dan individu, juga sangat penting. Kader PKK sangat dekat dengan keluarga dan masyarakat, sehingga peranannya sangat kuat dalam mengedukasi ibu dan keluarga dalam memilih produk pangan yang sehat dan bergizi bagi seluruh keluarga.

Sementara itu, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro menyampaikan harapannya dalam penyelenggaraan Hari Gizi Nasional 2021 yang memfokuskan pada peran Ibu dan perempuan.

“Frisian Flag Indonesia sangat menyadari pentingnya peran Ibu dan perempuan dalam hal kesehatan, di beberapa area pandemi ini berdampak pada meningkatnya isu kekurangan gizi dalam keluarga.Untuk itu kami sangat bergembira ketika dapat terus bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN Indonesia dan memfokuskan pada kegiatan-kegiatan edukasi yang memberdayakan Ibu dan perempuan dalam meningkatkan perilaku sadar gizi melalui program #IndonesiaSIAP yang diinisiasi oleh FFI. Kami juga berterimakasih kepada Bappenas, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dan tim penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan atas dukungannya untuk program kali ini," tutur Andrew.

Kemitraan yang telah terjalin antara FFI dan PERGIZI PANGAN Indonesia diperkuat dan juga disebarluaskan melalui aktivitas pelatihan (training of trainers) daring kepada 1.000 perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, serta pemberian produk bergizi berkualitas, Susu Bubuk FRISIAN FLAG® KOMPLETA, yang menjangkau 10.000 keluarga di area tersebut, guna mendukung peningkatan status gizi.

#elevate women