6 Jenis Makanan Pengganti Nasi yang Baik untuk Kesehatan

Fimela Reporter diperbarui 19 Sep 2023, 15:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Kini beberapa orang memilih untuk mencari makanan pengganti nasi. Nasi telah menjadi makanan pokok banyak orang, termasuk bagi masyarakat Indonesia. Secara umum, nasi putih merupakan makanan yang kaya nutrisi. Kandungan karbohidrat yang tinggi dapat menjadi sumber energi utama tubuh. Selain itu, nasi putih mengandung banyak nutrisi penting seperti serat, protein, magnesium, dan zat besi.

Namun, nasi putih mengandung indeks glikemiks tinggi sehingga nasi dapat dengan cepat berubah menjadi gula yang terserap tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat. Oleh sebab itu, beberapa orang lebih memilih untuk mencari makanan pengganti nasi.

Dilansir dari medicalnewstoday.com, beberapa individu memilih pengganti nasi karena memiliki alergi, lebih memilih makanan dengan karbohidrat yang lebih sedikit, ingin mengonsumsi lebih sedikit kalori, dan ingin mencoba memasukkan lebih banyak variasi biji-bijian ke dalam makanan mereka.

Dilansir dari healthline.com dan medicalnewstoday.com, berikut beberapa pilihan makanan yang bisa dijadikan alternatif pengganti nasi yang tetap enak, bernutrisi, dan bergizi.

2 dari 7 halaman

1. Quinoa

Quinoa sebagai makanan pengganti nasi. (Foto: Unsplash/Dan Dennis)

Quinoa sering digunakan sebagai pengganti nasi karena mengandung sembilan asam amino esensial yang baik untuk tubuh. ini menjadikannya sumber protein yang bagus untuk vegetarian. Quinoa juga mengandung sumber mineral penting seperti magnesium dan tembaga, yang memainkan peran penting dalam metabolisme energi dan kesehatan tulang, DNA, serta baik untuk memproduksi sel darah merah dan energi.

Quinoa memiliki manfaat kesehatan seperti mendukung kesehatan jantung dan memiliki efek hipoglikemik yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Pengganti nasi ini bebas dari gluten dan memiliki protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan nasi.

Faktanya, 1/2 cangkir (92 gram) porsi quinoa matang menyediakan 4 gram protein, atau dua kali lipat jumlah yang ditemukan dalam porsi nasi putih yang sama.

3 dari 7 halaman

2. Barley

Barley sebagai makanan pengganti nasi. (Foto: Unsplash/Amit Lahav)

Barley adalah biji-bijian populer yang biasa dibeli dalam bentuk gandum utuh, serpih, atau tepung. Bentuknya mirip dengan oat dan memiliki tekstur kenyal. Barlet memiliki banyak manfaat kesehatan dan dapat dijadikan pilihan yang cocok bagi mereka yang ingin meningkatkan serat makanan.

Barley mengandung antioksidan yang disebut lignan, yang membantu melindungi sel dari kerusakan. Hal ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menyeimbangkan kadar gula darah dan insulin.

Barley memiliki jumlah kalori yang mirip dengan nasi putih, namun barley mengandung jauh lebih banyak protein dan serat. Selain itu, barley juga mengandung lebih dari 30 nutrisi, termasuk fitosterol, tokol, beta-glukan, dan mineral, yang dapat membantu melawan penyakit kronis, seperti kanker dan asam urat.

4 dari 7 halaman

3. Brokoli

Brokoli sebagai makanan pengganti nasi. (Foto: Unsplash/Tyrrell Fitness And Nutrition)

Brokoli dapat menjadi alternatif pengganti nasi bagi orang-orang yang sedang menjalani diet rendah karbohidrat atau rendah kalori. Brokoli memiliki efek antioksidan yang kuat, anti-inflamasi, dan dapat melawan kanker.

Selain itu, brokoli rebus merupakan sumber vitamin C yang sangat baik untuk kesehatan. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu mencegah kerusakan sel dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5 dari 7 halaman

4. Kubis

Kubis sebagai makanan pengganti nasi. (Foto: Unsplash/Shelley Pauls)

Kubis adalah alternatif lain yang bagus untuk pengganti nasi, memiliki rasa ringan yang cocok untuk berbagai jenis masakan. Sayuran ini rendah kalori dan karbohidrat serta kaya akan vitamin dan mineral. Kubis juga kaya akan kalsium, senyawa bioaktif, serta vitamin C, K dan E.

Vitamin K bisa mencukupi 68% kebutuhan harian tubuh, serta membantu mengatur pembekuan dan sirkulasi darah. Ini juga memainkan peran penting dalam kesehatan tulang. Nutrisi yang terkandung dalam kubis juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

Bukti menunjukkan bahwa hal ini dapat melindungi dari kolesterol tinggi, masalah hati, pankreatitis, dan penyakit jantung.

6 dari 7 halaman

5. Shirataki

Shirataki sebagai makanan pengganti nasi. (Foto: Unsplash/Bakd&Raw by Karolin Baitinger)

Shirataki telah menjadi makanan pengganti nasi yang cukup populer belakangan ini. Berbentuk seperti mi dan terbuat dari glucomannan yang berasal dari tanaman konnyaku. Shirataki dikenal rendah karbohidrat dan rendah kalori.

Meskipun shirataki mengandung kalori, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mengizinkan produsen untuk melabelinya sebagai makanan nol kalori karena jumlah kalorinya yang sangat rendah.

Selain itu, kandungan serat glucomannan pada shirataki memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan seperti mengurangi kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Ini juga dapat membantu kesehatan pencernaan.

7 dari 7 halaman

6. Kentang

Kentang sebagai makanan pengganti nasi. (Foto: Unsplash/Lars Blankers)

Kentang merupakan makanan pengganti nasi yang sudah cukup umum di Indonesia. Termasuk dalam jenis umbi-umbian yang dimakan orang sejak zaman kuno dan memiliki berbagai khasiat kesehatan. Cara pengolahannya pun beragam, sehingga sering dijadikan pilihan yang menarik.

Kentang mengandung serat yang tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Kentang juga memiliki segudang manfaat seperti memiliki efek antioksidan, anti-inflamasi, anti kanker, menurunkan kolesterol, dan menyeimbangkan kadar gula darah tubuh.

Penulis: Maritza Samira

#BreakingBoundariesSeptember