Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, diet memang menjadi pilihan populer di seluruh dunia sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Di era digital seperti sekarang, berbagai metode diet sering diperkenalkan oleh para influencer dan digandrungi banyak orang karena dianggap snagat efektif untuk menurunkan berat badan. Tapi perlu diketahui juga, meskipun banyak diet yang populer, tidak semuanya aman untuk tubuh kita. Beberapa di antaranya bahkan sangat ekstrem dan berisiko besar bagi kesehatan.
Tapi tahukah kamu, bahwa sebelum teknologi secanggih sekarang ini yang dapat memberikan informasi dengan cepat dan akurat, ada beberapa jenis diet yang sangat populer di masa lalu tetapi ternyata sangat berbahaya dan bahkan bisa mengancam nyawa? Meski pengetahuan tentang kesehatan terbatas di masa itu, beberapa orang tetap menjalani diet ekstrem ini dengan harapan mendapatkan tubuh ideal dalam waktu singkat. Efek samping yang ditimbulkan sangat mengkhawatirkan, meskipun beberapa di antaranya masih dipercaya oleh sebagian orang hingga kini.
Kami sudah merangkum dari sumber corriecooks.com tentang 5 metode diet paling ekstrem dan terburuk yang harus kamu hindari demi keselamatan dan kesehatan tubuh. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
1. Diet Cuka
Pada abad ke-19, penyair terkenal Inggris, yaitu George Gordon Byron, menggelorakan diet cuka, yang melibatkan konsumsi cuka dan air soda setiap hari. Diet ini sangat digemari oleh mereka yang terobsesi untuk tetap langsing. Meski tampaknya mudah, diet ini bisa menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti refluks asam, iritasi lambung, bahkan kerusakan pada email gigi. Meskipun pada masanya terlihat efektif, risiko kesehatan yang ditimbulkan sangat besar dan berbahaya.
2. Diet Cacing Pita
Salah satu diet yang sangat berbahaya adalah Diet Cacing Pita. Pada masa lalu, banyak perempuan yang ingin makan tanpa menambah berat badan yang kemudian mencoba menelan cacing pita bayi dalam bentuk pil sebagai salah satu solusi cepat dan praktis.
Cara kerja dari diet ini, yaitu cacing akan tetap hidup di dalam usus dan mengonsumsi kalori yang masuk, memungkinkan tubuh untuk mengurangi berat badan secara drastis walaupun terus makan dengan jumlah banyak. Meskipun tampak seperti solusi instan, diet ini ternyata dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, penyumbatan usus, hingga komplikasi serius lainnya. Diet ini jelas sangat berbahaya dan harus dihindari jangan sampai menjadi tren kembali di masa kini.
3. Diet Putri Tidur
Mungkin terdengar aneh, tapi Diet Putri Tidur ini dipercaya oleh beberapa orang, termasuk Elvis Presley seorang pernyanyi terkemuka Amerika pada saat itu, untuk mengatasi masalah berat badan. Intinya, diet ini menganjurkan penganutnya untuk tidur lebih lama agar bisa menghindari makan. Meskipun terdengar praktis, metode ini mengandung risiko ketergantungan pada obat penenang dan gangguan tidur yang bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Risiko lainnya adalah gangguan pernapasan yang berbahaya.
4. Diet Rokok
Sulit untuk membayangkannya saat ini, tetapi pada tahun 1920-an, merokok dipromosikan secara masif sebagai salah satu metode diet oleh perusahaan rokok. Diet Rokok ini melibatkan merokok secara terus-menerus sebagai pengganti makan, dengan klaim bahwa nikotin dalam tembakau dapat mengurangi rasa lapar.
Salah satu merek rokok yang terkenal, Lucky Strike pada saat itu, bahkan memasarkan produknya sebagai cara untuk menikmati merokok sekaligus menurunkan berat badan. Meskipun dapat menekan nafsu makan untuk sementara, diet ini menimbulkan risiko kesehatan yang sangat serius, seperti peningkatan kemungkinan terkena kanker paru-paru, penyakit jantung, dan berbagai masalah kesehatan lainnya yang dapat membahayakan jiwa. Pada akhirnya, meskipun terlihat praktis di masa itu, diet ini membawa konsekuensi kesehatan yang sangat merugikan.
5. Diet Bola Kapas
Diet Bola Kapas mungkin terdengar seperti lelucon yang sangat jenaka saat ini, tetapi ini adalah salah satu metode diet paling ekstrem dan aneh dalam sejarah penurunan berat badan. Diet ini melibatkan makan bola kapas yang dicelupkan ke dalam cairan seperti sup, jus jeruk, atau limun. Para penganut diet ini percaya bahwa bola kapas dapat mengisi perut tanpa menambah kalori sedikitpun, membantu mereka merasa kenyang tanpa khawatir bertambah berat badan.
Meskipun bola kapas berserat, tubuh manusia tidak dapat mencerna bahan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan usus yang sangat parah dan masalah gastrointestinal lainnya yang dapat berakibat fatal. Diet ini tidak hanya tidak efektif dalam menurunkan berat badan secara sehat, tetapi juga sangat berbahaya dan berisiko tinggi menyebabkan komplikasi medis yang serius. Oleh karena itu, diet ini sangat tidak disarankan dan harus dihindari demi kesehatan tubuh kita.
Diet memang menjadi pilihan populer untuk menurunkan berat badan, tetapi Sahabat Fimela, penting untuk selalu memastikan dan memeriksa dengan teliti setiap metode yang ingin dijalankan, ya. Pilihlah yang aman dan sehat, agar hasil yang didapat tidak berisiko fatal bagi kesehatan tubuh.