7 Tips Agar Anak Berani Mencoba Hal Baru untuk Tumbuh Percaya Diri

Siti Nur ArishaDiterbitkan 12 Februari 2026, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Mendorong anak untuk berani mencoba hal baru adalah proses penting yang membentuk karakter, cara berpikir, dan kemampuan mereka menghadapi tantangan. Banyak anak merasa ragu atau takut karena belum memahami apa yang akan terjadi dan bagaimana mereka akan terlihat di mata orang lain. Perasaan tidak yakin ini wajar, tetapi ketika dibiarkan, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah menghindar dari pengalaman berharga hanya karena takut memulai.

Sebagai orangtua, lingkungan rumah menjadi fondasi terbesar bagi keberanian anak. Cara orangtua bereaksi terhadap usaha kecil anak, bagaimana mereka merespons kegagalan, atau bagaimana mereka menunjukkan contoh nyata akan memengaruhi keberanian anak mengambil langkah pertama. Ketika anak merasa didukung tanpa syarat, mereka lebih mudah mencoba, bereksperimen, dan menikmati proses belajar yang menyenangkan.

Dilansir dari Big Life Journal, pola pikir tumbuh atau growth mindset menjadi kunci agar anak merasa yakin bahwa kemampuan mereka bisa berkembang. Anak yang memahami bahwa belajar adalah proses tanpa akhir akan lebih berani menghadapi hal baru, lebih sabar dalam berusaha, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan kesulitan. Dengan pendekatan yang tepat, keberanian ini bisa dibangun sedikit demi sedikit melalui kebiasaan sehari-hari.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gunakan Bahasa yang Menumbuhkan Keberanian

Bahasa yang suportif membangun rasa aman sehingga mereka tidak takut memulai sesuatu yang baru. (foto/dok: freepik/pvproductions)

Pilih kata-kata yang menekankan usaha dibanding hasil akhir agar anak merasa dihargai sejak awal. Ungkapan seperti “Ibu bangga kamu mau mencoba” atau “Kamu sudah berusaha keras” membantu anak melihat bahwa keberanian itu penting. Bahasa yang suportif membangun rasa aman sehingga mereka tidak takut memulai sesuatu yang baru.

Ubah Kegagalan Menjadi Kesempatan Belajar

Anak sering menghindar karena takut melakukan kesalahan namun orangtua dapat mengubah cara pandang ini dengan menjelaskan bahwa kegagalan adalah bagian alami dari proses belajar. Ceritakan bahwa kamu pun pernah gagal dan itu tidak membuatmu berhenti mencoba sehingga anak memahami bahwa kesalahan bukan akhir dari perjalanan.

Bantu Anak Menetapkan Tujuan Kecil yang Realistis

Menurut Big Life Journal, langkah kecil membantu tantangan terasa lebih ringan dan dapat dicapai. Misalnya bila anak takut belajar sepeda bisa dimulai dengan menjaga keseimbangan terlebih dahulu lalu berlatih perlahan hingga merasa nyaman. Ketika tantangan dipecah menjadi beberapa tahap anak lebih percaya diri melangkah.

Ciptakan Lingkungan Rumah yang Aman untuk Bereksperimen

Pastikan rumah menjadi ruang yang mendukung setiap usaha anak tanpa kritik yang melemahkan. Biarkan mereka mencoba, salah, lalu mencoba lagi. Semakin mereka merasa tidak dihakimi, semakin mudah mereka menjelajahi hal baru dan mengembangkan rasa percaya diri.

3 dari 3 halaman

Jadi Contoh Nyata lewat Sikap Berani Mencoba

Anak belajar dari apa yang mereka lihat maka tunjukkan bahwa kamu pun mau mencoba hal baru. (foto/dok: freepik)

Anak belajar dari apa yang mereka lihat maka tunjukkan bahwa kamu pun mau mencoba hal baru. Mulai dari mencoba resep baru, mempelajari hobi, atau mengambil tantangan sederhana. Ketika anak melihat keberanianmu mereka memahami bahwa proses mencoba itu normal dan menyenangkan.

Berikan Ruang bagi Anak untuk Membuat Pilihan Sendiri

Biarkan anak menentukan apa yang ingin mereka coba. Beri beberapa opsi agar mereka merasa memiliki kendali atas keputusannya. Ketika anak merasa dipercaya mereka lebih berani melangkah karena merasa dihargai dan didukung.

Rayakan Kemajuan Kecil agar Anak Tetap Termotivasi

Setiap langkah baru pantas diapresiasi. Tidak perlu menunggu hasil besar. Beri pujian ketika anak mencoba makanan baru atau berani memulai kegiatan yang selama ini dihindari. Apresiasi kecil menumbuhkan motivasi dan membuat anak merasa mampu menghadapi tantangan berikutnya.

Sahabat Fimela, dengan pendekatan yang hangat dan konsisten, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan tidak takut menghadapi hal baru. Perjalanan ini memang membutuhkan waktu, tetapi setiap dukungan yang diberikan akan meninggalkan pengaruh besar dalam perkembangan mereka.Penulis: Siti Nur Arisha