9 Alasan Mengejutkan Kenapa Kamu Selalu Kedinginan Menurut Dokter

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 09 Februari 2026, 10:52 WIB

ringkasan

  • Sensasi dingin yang terus-menerus bisa menjadi indikasi kondisi medis seperti anemia, hipotiroidisme, penyakit ginjal, atau kekurangan vitamin B12 yang memengaruhi metabolisme dan sirkulasi tubuh.
  • Masalah sirkulasi darah seperti Fenomena Raynaud dan Penyakit Arteri Perifer, serta kerusakan saraf akibat neuropati perifer, dapat menyebabkan bagian tubuh tertentu terasa dingin.
  • Faktor gaya hidup seperti anoreksia nervosa dan efek samping dari obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab tubuh selalu merasa kedinginan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa kedinginan padahal suhu di sekitarmu tidak terlalu rendah? Sensasi dingin yang terus-menerus ini seringkali membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang menganggapnya sepele, namun faktanya, rasa dingin yang berlebihan bisa menjadi sinyal penting dari tubuh.

Kondisi ini bukan sekadar masalah cuaca atau kurangnya pakaian hangat. Menurut para ahli medis, ada beberapa alasan mengejutkan di balik sensasi dingin yang tak kunjung hilang. Memahami penyebabnya sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan mencari penanganan yang tepat.

Artikel ini akan mengupas tuntas 9 alasan mengejutkan kenapa kamu selalu kedinginan menurut dokter, mulai dari kondisi medis hingga faktor gaya hidup. Mari kita selami lebih dalam agar kamu bisa mengenali tanda-tanda tubuhmu dengan lebih baik.

2 dari 4 halaman

Kondisi Medis Umum Penyebab Tubuh Selalu Dingin

Ilustrasi Alergi Dingin Credit: pexels.com/pixabay

Beberapa kondisi kesehatan yang mendasari dapat menjadi alasan utama mengapa tubuhmu sering merasa kedinginan. Salah satu yang paling umum adalah anemia, di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan. Kekurangan zat besi seringkali menjadi pemicu anemia defisiensi besi, yang pada gilirannya membuat tangan dan kaki terasa dingin.

Selain anemia, hipotiroidisme juga merupakan penyebab signifikan. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar tiroid di leher tidak menghasilkan cukup hormon untuk mengatur metabolisme dan suhu tubuh. Akibatnya, metabolisme melambat, suhu tubuh menurun, dan sensitivitas terhadap dingin meningkat drastis.

Penyakit ginjal juga dapat berkontribusi pada sensasi dingin yang konstan. Ketika ginjal tidak berfungsi optimal dalam menyaring darah, limbah berbahaya dapat menumpuk dan menurunkan suhu tubuh. Kondisi ini juga terkait dengan anemia, memperparah rasa kedinginan bahkan di lingkungan yang hangat.

Terakhir, kekurangan vitamin B12 merupakan faktor lain yang tak boleh diabaikan. Vitamin esensial ini berperan penting dalam produksi sel darah merah. Kekurangan B12 dapat memicu anemia, yang kemudian menyebabkan tubuhmu terus-menerus merasa kedinginan.

3 dari 4 halaman

Masalah Sirkulasi dan Saraf yang Membuat Tubuh Dingin

Sirkulasi darah yang tidak lancar atau masalah pada sistem saraf juga bisa menjadi alasan mengapa kamu selalu kedinginan. Salah satu kondisi yang patut diwaspadai adalah Fenomena Raynaud. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah di jari tangan dan kaki bereaksi berlebihan terhadap suhu dingin atau stres, menyempit dan membatasi aliran darah. Serangan Raynaud bisa berlangsung beberapa menit hingga satu jam, membuat jari tangan atau kaki menjadi pucat, biru, atau merah, terasa dingin, dan mati rasa.

Penyakit Arteri Perifer (PAD) juga termasuk dalam kategori masalah sirkulasi. PAD terjadi ketika plak menyempitkan arteri, mempersulit kaki, dan terkadang lengan, untuk mendapatkan cukup darah. Jika satu kaki terasa jauh lebih dingin dari yang lain, disertai rasa sakit, mati rasa, atau lemah, ini bisa menjadi indikasi PAD yang memerlukan perhatian medis.

Selain masalah sirkulasi, neuropati perifer juga dapat menyebabkan sensasi dingin yang membingungkan. Jika kakimu terasa dingin namun tidak dingin saat disentuh, ini bisa menjadi tanda kerusakan saraf. Neuropati perifer seringkali dimulai dari jari kaki dan bergerak ke atas, diakibatkan oleh cedera atau kondisi medis tertentu yang merusak saraf.

4 dari 4 halaman

Faktor Gaya Hidup dan Efek Samping Obat-obatan

Tidak hanya kondisi medis, gaya hidup dan konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pemicu sensasi dingin yang berkelanjutan. Anoreksia nervosa, sebagai contoh, adalah gangguan makan serius yang menyebabkan kamu secara drastis mengurangi asupan kalori dan dapat membuat tubuh menjadi sangat kurus. Kurangnya lemak tubuh pada penderita anoreksia dapat menyebabkan mereka merasa kedinginan sepanjang waktu, terutama di area tangan dan kaki.

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan memiliki efek samping yang dapat membuat tubuh terasa lebih dingin. Beta-blocker, misalnya, adalah obat yang membantu jantung rileks dan menghentikan tubuh memproduksi bahan kimia berbahaya sebagai respons terhadap penyakit jantung. Namun, efek sampingnya bisa meliputi pusing, lelah, mual, dan sensasi dingin di tangan serta kaki.

Oleh karena itu, Sahabat Fimela, penting untuk selalu memperhatikan perubahan pada tubuhmu. Jika kamu sering merasa kedinginan tanpa alasan yang jelas atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis yang tepat akan membantu kamu mendapatkan penanganan yang sesuai dan kembali merasa nyaman.