Stop Anggap Remeh Tidur sebagai Kunci Istirahat yang Lebih Optimal dan Berkualitas

Kadek Aitareya Ayu SavitriDiterbitkan 15 Februari 2026, 11:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, siapa di sini yang sering kali mengorbankan waktu tidurnya? Gaya hidup saat ini tanpa sadar membuat banyak perempuan harus menyeimbangkan antara pekerjaan, urusan pribadi, dan waktu untuk dirinya sendiri. Sehingga tak jarang waktu istirahat pun ikut dikorbankan. 

Berdasarkan survei YouGov, masih banyak orang Indonesia yang belum memenuhi kebutuhan tidur yang ideal. Bahkan Indonesia termasuk negara dengan jam tidur yang rendah, yakni hanya sekitar 48% saja orang Indonesia yang tidur selama tujuh jam atau lebih setiap malam. Padahal tidur tujuh jam setiap malam memiliki dampak yang signifikan dalam menjaga kesehatan. 

Perlu diketahui bahwa tidur bukanlah sekadar aktivitas memejamkan mata selama beberapa jam, namun juga proses pemulihan bagi tubuh. Untuk itu, tidur yang berkualitas memiliki peranan yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh, suasana hati, hingga kemampuan berpikir sepanjang hari.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mengapa Kita Perlu Tidur yang Berkualitas?

Bukan hanya sekadar memejamkan mata, tidur yang berkualitas dapat membantu pemulihan tubuh yang optimal./copyright Freepik/rawpixel.com

Tidur yang berkualitas dapat membantu tubuh dan otak untuk menjalankan proses pemulihan secara optimal. Menurut NIH News in Health, saat tidur, otak justru sedang bekerja untuk mempersiapkan diri untuk belajar, mengingat, bahkan mengatur emosi di hari esok. 

Sehingga, tidur yang tidak berkualitas tentu dapat menjadi pemicu masalah kesehatan. Jika terus diabaikan, penyakit serius seperti jantung, stroke, atau gangguan metabolisme tak bisa dihindari. 

3 dari 3 halaman

Tips Menerapkan Tidur yang Berkualitas

Kenali beberapa cara agar tidur lebih berkualitas./copyright/jcomp

1. Menjaga Jadwal Tidur yang Konsisten 

Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya dapat membantu kamu untuk mengenali ritme alami tubuh. Kebiasaan ini juga perlu dilakukan meskipun di akhir pekan atau hari libur. Dengan jadwal tidur yang konsisten, tubuh akan lebih mudah mengantuk di waktu yang tepat. Sehingga, kualitas tidur pun akan cenderung lebih stabil. 

2. Membatasi Kafein dan Nikotin

Kafein dan nikotin adalah zat stimulan yang dapat mengganggu tidur. Bahkan kafein dapat membantu kamu terjaga hingga enam sampai delapan jam setelah dikonsumsi. Untuk itu, menghindari minuman berkafein dan rokok terutama di sore hingga malam hari dapat membantu tubuhmu lebih siap untuk beristirahat.

3. Mengurangi Paparan Gadget Sebelum Tidur

Pernahkan kamu bermain gadget sampai larut malam tanpa merasa kantuk? Faktanya, penggunaan gadget sebelum tidur juga dapat mengganggu sinyal alami tubuh saat beristirahat. Itulah mengapa kamu bisa terjaga semalaman untuk scroll medsos atau menonton drama favoritmu. Hal ini karena cahaya dari layar dapat membuat otak tetap aktif dan sulit rileks. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba mengganti dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang lembut.

4. Menciptakan Suasana Tidur yang Nyaman 

Suasana tidur yang tenang, gelap, dan juga nyaman juga turut mendukung kualitas istirahat seseorang. Hal ini karena suasana yang nyaman dapat membantu tubuh tetap dalam fase deep sleep. Fase inilah dimana tubuh merasa paling rileks dan dapat membantu pemulihan fisik agar lebih segar saat bangun.

5. Tidak Memaksakan Diri saat Sulit Tidur 

Memaksakan diri untuk tidur justru bisa membuat tubuh semakin tegang. Maka dari itu, jika kamu belum terbiasa tertidur setelah sekitar dua puluh menit, kamu bisa bangun dan melakukan aktivitas ringan. Lakukan aktivitas tersebut sampai kamu benar-benar merasa kantuk dan siap untuk tidur. 

Menjadikan tidur sebagai prioritas adalah bentuk kepedulian kita terhadap diri sendiri. Saat kamu tidur dengan lebih berkualitas, hari-hari pun akan terasa lebih ringan dan penuh energi. Jadi, jangan lupa untuk tidur yang cukup dan berkualitas hari ini.