Fimela.com, Jakarta - Dalam kehidupan manusia, hubungan memiliki peranan penting dalam membentuk diri kita. Tak hanya sebagai penunjang kebutuhan sosial, namun juga punya dampak bagi mental dan emosional kita. Sehingga, hubungan yang sehat juga dapat membentuk pribadi yang lebih bahagia.
Namun, lain halnya jika berada dalam hubungan yang tidak sehat atau biasa juga dikenal sebagai toxic relationship. Menurut Healtline, hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship justru membuat kamu kehilangan energi dan merasa tak senang ketika menghabiskan waktu bersama partner. Meskipun begitu, terkadang berada di toxic relationship juga susah untuk dilepaskan karena masih adanya keterikatan secara emosional.
Sahabat Fimela, apakah kamu sedang mengalami hal yang sama? Mungkin dengan pasangan, teman, atau mungkin anggota keluarga? Jika iya, kamu tak perlu khawatir karena masih ada banyak cara untuk bisa keluar dari hubungan yang tidak sehat untuk kehidupanmu yang lebih baik ke depannya.
Mengenali Tanda Toxic Relationship
Sebelum melepas hubungan yang tidak sehat, penting untuk memahami tanda-tanda dari toxic relationship. Hal ini penting karena sebagian orang bahkan tidak sadar jika sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Dilansir dari Talk To Angel, toxic relationship sering kali muncul dengan adanya manipulasi. Hal ini terjadi ketika salah satu partner memberikan kontrol, memengaruhi, atau mengendalikan partner lainnya secara tidak adil. Pada tahap ini seseorang mungkin masih belum menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam kontrol. Namun, jika terjadi terus menerus dan membuat diri merasa tidak nyaman, itu bisa menjadi pertanda adanya manipulasi.
Tanda lain yang bisa disadari adalah komunikasi yang tidak berjalan baik. Dalam menjalin sebuah hubungan, komunikasi memegang peranan kunci dalam menyatukan dua atau lebih individu. Perilaku komunikasi seperti tidak dihargai, tidak mampu mencapai tujuan bersama, memojokkan sebelah pihak, atau bahkan membuat orang lain tidak nyaman, akan membuat hubungan terasa penuh dengan tekanan.
Lebih jauh, tanda lain yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berada dalam toxic relationship dapat dilihat dari perilaku fisik yang ditunjukkan oleh partner. Contohnya seperti sering kali melupakan hal-hal penting dalam hubungan, perilaku yang tidak menghargai, atau bahkan adanya kekerasan secara fisik. Tanda-tanda seperti ini akan jauh lebih jelas menunjukkan adanya hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.
Kamu bisa melihat tanda-tanda ini pada orang lain atau bahkan pada hubungan yang sedang kamu jalani sendiri. Jika terjadi padamu, tak perlu takut untuk mencari pertolongan atau support dari orang lain dan segera keluar dari hubungan tersebut.
Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Ketika kamu berada dalam hubungan yang tidak sehat dan membuatmu merasa tidak nyaman, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari hubungan tersebut. Mari kita simak.
1. Komunikasikan dengan partner
Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan partner. Sampaikan rasa tidak nyaman yang sedang kamu rasakan dan apa yang sedang kamu hadapi.
Komunikasi yang baik akan memungkinkan hubungan kalian untuk kembali sehat. Namun, jika partner menunjukkan respon yang tidak baik atau masih mengulang kesalahan yang sama, kamu bisa mulai menyiapkan diri untuk pergi dari hubungan tersebut.
2. Cari dukungan dari orang sekitar
Hubungan yang tidak sehat sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman secara emosional. Dalam hal ini peran dukungan dari orang sekitar akan membantu untuk menghadapi toxic relationship dengan lebih bijak.
Berbagi cerita dengan teman yang dipercaya, keluarga, atau bahkan psikiater bisa membantu kamu untuk menemukan kekuatan dan keberanian dalam menghadapi toxic relationship. Selain itu, kehadiran mereka juga akan membantu kamu untuk bangkit lebih cepat dan menemukan dirimu kembali.
3. Mempelajari makna hubungan
Tak sedikit orang yang berada dalam toxic relationship berada dalam fase denial. Fase ini muncul agar seolah-olah hal yang terjadi bukanlah sesuatu yang besar. Padahal bisa jadi kamu sebenarnya sudah terluka dari hubungan tersebut.
Dalam mengatasi hal ini, seseorang perlu untuk mempelajari lebih dalam mengenai makna hubungan yang sebenarnya. Ini akan membantu untuk membuka perspektif baru mengenai hubungan yang sehat dan lebih layak untuk dipertahankan.
4. Mengatur rencana
Jika sudah yakin, kamu bisa segera mengatur rencana untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut. Dalam melakukannya, kamu perlu menyiapkan rencana yang hati-hati agar tidak memprovokasi respon yang berpotensi membahayakan.
Cari cara yang lebih halus untuk keluar dari hubungan bisa menjadi solusi yang aman. Selain itu, kamu juga perlu mencari tempat yang lebih aman dan mencari cara agar tak perlu lagi bersinggungan dengan orang tersebut.
5. Fokus pada diri sendiri
Hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah dengan berfokus pada diri sendiri. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, seperti berkumpul dengan lingkup pertemanan yang positif, mengembangkan hobi dan potensi diri, self care, berolahraga, atau menelusuri tempat-tempat yang menarik.
Keluar dari hubungan yang toxic memang bukanlah hal yang mudah. Namun, kamu tak perlu khawatir karena kamu tidak sendirian. Ada banyak orang di luar sana yang merasakan hal yang sama dan masih ada banyak orang yang bisa mendukungmu. Perlu kamu ingat pula bahwa dirimu pantas untuk mendapatkan yang lebih baik. Tetap semangat ya!