Tips Mengajarkan Anak Tetap Tenang saat Belajar Puasa di Bulan Ramadan

hilya KamilaDiterbitkan 26 Februari 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Selama bulan Ramadan, banyak orang tua yang mengenalkan kepada anak mereka tentang berpuasa. Bulan Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas diri. Akan tetapi, tidak mudah untuk mengajarkan anak berpuasa. Menjelaskan perihal berpuasa kepada sang buah hati memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.

Dilansir dari halaltimes.com, para orang tua dapat memperkenalkan anak dengan pendekatan yang bertahap. Alih-alih mengharapkan si kecil berpuasa seharian penuh, Sahabat Fimela dapat mencoba memperkenalkan kepada anak untuk berpuasa hingga siang hari. Cara ini sebagai salah satu solusi untuk mengajarkan anak berpuasa tanpa harus merasa kewalahan.

Akan tetapi, selama proses menjalankan ibadah puasa, tidak jarang si kecil terlihat rewel. Jika si kecil sudah merasa lapar saat berpuasa, ia bisa saja menjadi tantrum dan sulit untuk ditenangkan. Hal ini pun menjadi salah satu yang menjadi kekhawatiran orang tua dalam mengajarkan berpuasa kepada si kecil. Oleh karena itu, berikut tips melatih anak agar dapat menahan amarah selama belajar berpuasa.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara Menumbuhkan Kesabaran Si Kecil saat Berpuasa

Melatih anak menahan marah saat berpuasa bisa dimulai dengan membangun pemahaman kepada si kecil tentang bulan Ramadan. (Foto/dok: Freepik/jcomp)

Dilansir dari halaltimes.com, berpuasa sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak. Para orang tua dapat melatih kesabaran, empati, dan pengendalian diri kepada si kecil selama bulan Ramadan. 

1. Membangun pemahaman tentang berpuasa

Melatih anak menahan marah saat berpuasa bisa dimulai dengan membangun pemahaman kepada si kecil tentang bulan Ramadan. Bulan Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran dan pengendalian diri. Orang tua dapat mengenalkan puasa secara bertahap agar anak tidak merasa kewalahan, sehingga emosi mereka lebih stabil. Saat anak mulai merasa kesal karena lapar atau lelah, jelaskan bahwa menunda keinginan adalah bagian dari latihan disiplin diri yang akan membuat mereka lebih kuat secara mental.

2. Menumbuhkan sikap empati 

Ajak anak memahami bahwa rasa lapar membantu kita merasakan apa yang dialami orang lain yang kekurangan. Dengan menumbuhkan empati, anak cenderung lebih mampu mengelola emosinya karena mereka memiliki tujuan yang lebih besar dalam berpuasa. Libatkan mereka dalam kegiatan berbagi atau diskusi ringan tentang hal-hal yang mereka syukuri agar hati terasa lebih tenang.

3. Melakukan aktivitas yang menyenangkan

Ketika si kecil sudah mulai tantrum, bimbing mereka untuk menarik napas dalam-dalam dan berhenti sejenak. Bisa juga melakukan aktivitas menenangkan seperti membaca dan menggambar. Dengan dukungan, pujian, dan suasana rumah yang hangat, dapat membantu anak merasa aman secara emosional sehingga mereka lebih mampu menahan marah selama belajar berpuasa.

3 dari 3 halaman

Aktivitas Menarik untuk Si Kecil Selama Berpuasa

Kegiatan mewarnai gambar dapat membantu si kecil memvisualisasikan tema Ramadan dengan seru dan menyenangkan. (Foto/dok: Freepik/fwstudio)

1. Mendongeng dengan menggunakan boneka

Gunakan boneka untuk memerankan kisah-kisah dari Al-Qur’an atau cerita para nabi. Metode interaktif ini membuat cerita keagamaan lebih menarik sehingga menjadi berkesan bagi si kecil.

2. Mewarnai gambar bertema Ramadan

Sediakan gambar untuk diwarnai dengan motif dan simbol-simbol Ramadan. Kegiatan mewarnai ini dapat membantu si kecil memvisualisasikan serta terhubung dengan tema Ramadan.

3. Membuat scrapbook tentang Ramadan

Ajak sang buah hati untuk membuat buku kenangan Ramadan yang berisi gambar, foto, dan tulisan refleksi mereka. Aktivitas ini membantu mereka mengenang dan menghargai pengalaman selama bulan suci.

Mengajarkan anak berpuasa di bulan Ramadan memang tidak mudah. Butuh kesabaran dan pendekatan yang tepat daripara orang tua. Dengan mengenalkan puasa secara bertahap, membangun pemahaman tentang makna Ramadan, serta menanamkan nilai kesabaran, empati, dan pengendalian diri, anak dapat belajar mengelola emosinya dengan lebih baik. Selain itu, ketika anak mulai merasa rewel atau marah karena lapar, Sabat Fimela dapat membimbingnya dengan teknik menenangkan diri dan mengalihkan perhatian ke aktivitas positif untuk membantu sang buah hati belajar puasa dengan penuh makna.