Mulai dari Lemari, Ini Cara Cerdas Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Pakaian

Siti Nur ArishaDiterbitkan 27 Mei 2026, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kesadaran untuk hidup lebih ramah lingkungan kini tidak lagi terasa jauh atau rumit. Justru, langkah awalnya bisa dimulai dari hal paling dekat dengan keseharian kita yaitu pakaian. Apa yang kita kenakan setiap hari ternyata memiliki dampak besar terhadap lingkungan, mulai dari proses produksi hingga limbah yang dihasilkan.

Melihat hal ini, UNIQLO menghadirkan pendekatan berbeda melalui konsep LifeWear. Bukan sekadar pakaian yang nyaman dan stylish, tetapi juga dirancang untuk tahan lama dan relevan digunakan dalam jangka panjang. Filosofi ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsumsi berlebih sekaligus menekan dampak lingkungan.

Di momen Hari Bumi, ajakan untuk hidup lebih berkelanjutan pun semakin diperkuat. Lewat berbagai program dan kolaborasi, masyarakat diajak untuk melihat kembali kebiasaan berpakaian dan mulai mengambil langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar bagi bumi.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gaya Hidup Berkelanjutan Dimulai dari Pilihan Pakaian

Tanpa disadari, kebiasaan membeli pakaian baru secara terus-menerus menjadi salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar. Karena itu, memilih pakaian berkualitas dengan desain timeless menjadi langkah cerdas untuk mengurangi dampak tersebut. (foto/dok: uniqlo)

Tanpa disadari, kebiasaan membeli pakaian baru secara terus-menerus menjadi salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar. Karena itu, memilih pakaian berkualitas dengan desain timeless menjadi langkah cerdas untuk mengurangi dampak tersebut.

Konsep LifeWear mendorong kita untuk memiliki pakaian yang tidak lekang oleh waktu, mudah dipadupadankan, dan tetap nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan begitu, satu pakaian bisa digunakan lebih lama tanpa harus sering diganti.

Lebih dari itu, merawat pakaian dengan baik juga menjadi bagian penting dari gaya hidup berkelanjutan. Kebiasaan sederhana ini bisa memperpanjang usia pakai sekaligus mengurangi kebutuhan konsumsi baru.

Gerakan RE.UNIQLO Ubah Pakaian Lama Jadi Lebih Bermakna

Salah satu langkah nyata yang dihadirkan adalah program RE.UNIQLO. Melalui inisiatif ini, pelanggan dapat menyumbangkan pakaian yang sudah tidak digunakan melalui recycle box yang tersedia di toko.

Pakaian yang terkumpul kemudian memiliki “kehidupan kedua”. Sebagian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kerja sama dengan berbagai organisasi kemanusiaan, sementara sisanya diolah kembali menjadi material baru.

Dalam lima tahun terakhir, program ini telah menyalurkan ratusan ribu pakaian dan memberikan manfaat bagi ribuan penerima. Ini menjadi bukti bahwa satu langkah kecil dari lemari kita bisa memberikan dampak besar bagi orang lain.

3 dari 3 halaman

Dari Limbah Jadi Karya Inovatif yang Berguna

Langkah ini menunjukkan bahwa sustainability juga bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan komunitas lokal dan kreativitas tanpa batas.(foto/dok: uniqlo)

Tak berhenti di donasi, pakaian yang sudah tidak layak pakai pun tetap dimanfaatkan. Bersama PABLE Indonesia, material tersebut diolah menjadi kain daur ulang yang kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti gorden dan sofa di fitting room disabilitas.

Menariknya, inovasi ini juga berlanjut ke kolaborasi dengan UKM lokal. Kain hasil daur ulang diubah menjadi tas ransel yang nantinya akan didonasikan kepada anak-anak yang membutuhkan, khususnya korban bencana.

Langkah ini menunjukkan bahwa sustainability juga bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan komunitas lokal dan kreativitas tanpa batas.

Perbaiki dan Perbarui Pakaian Favoritmu

Bagi kamu yang masih ingin mempertahankan pakaian kesayangan, layanan RE.UNIQLO STUDIO bisa jadi solusi. Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk memperbaiki atau mempercantik pakaian melalui teknik seperti bordir dan sashiko.

Dengan sentuhan kecil, pakaian lama bisa tampil lebih segar dan memiliki karakter baru. Ini menjadi alternatif menarik dibandingkan harus membeli pakaian baru.

Selain lebih hemat, cara ini juga mendukung konsep circular fashion yang semakin relevan saat ini.

Saatnya Ubah Cara Pandang tentang Fashion

Sahabat Fimela, kini saatnya melihat fashion dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak hanya soal tren, tetapi juga tentang bagaimana pilihan kita bisa berdampak pada lingkungan.

Gaya hidup berkelanjutan bukan berarti harus serba sulit. Justru, dimulai dari langkah sederhana seperti memilih, merawat, dan mendaur ulang pakaian, kita sudah ikut berkontribusi menjaga bumi.

Penulis: Siti Nur Arisha