Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, siapa yang bisa menolak kelezatan ayam goreng tepung yang renyah di luar dan juicy di dalam? Sayangnya, kerenyahan tersebut sering kali tidak bertahan lama dan teksturnya sudah mulai melembut. Ternyata, ada teknik sederhana yang bisa jadi rahasia dapur para chef agar bisa memasak ayam crispy lebih lama, yaitu salah satunya adalah metode double frying atau menggoreng dua kali.
Dilansir dari kitchprep.com, teknik ini bukan sekadar menggoreng ulang, melainkan proses yang dirancang untuk menghasilkan tekstur yang lebih maksimal. Pada penggorengan pertama, ayam dimasak hingga matang sekaligus membentuk lapisan awal pada tepung. Namun, di tahap ini, masih ada uap air yang terperangkap di dalam lapisan tersebut yang bisa membuat kulit ayam cepat kehilangan kerenyahannya jika tidak ditangani dengan tepat. Itulah sebabnya, perlu beberapa tips untuk Sahabat fimela bisa memasak ayam crispy.
Di sinilah proses kedua berperan penting. Setelah didiamkan sejenak agar uap keluar, ayam digoreng kembali dengan suhu lebih tinggi untuk menghilangkan sisa kelembapan dan memperkuat lapisan luar. Hasilnya, ayam memiliki tekstur yang lebih garing, tahan lama, dan tetap nikmat meski sudah tidak panas lagi sehingga membuat pengalaman makan jadi lebih memuaskan.
Tips Sederhana agar Ayam Goreng Tepung Tetap Crispy saat Disantap
1. Gunakan teknik double frying
Sahabat Fimela, kunci utama ayam tetap renyah ternyata ada pada teknik menggoreng dua kali. Proses pertama membantu mematangkan ayam sekaligus membentuk lapisan tepung. Sementara itu, gorengan kedua berfungsi untuk membuat bagian luar jadi lebih kering dan ekstra crispy. Teknik ini efektif menjaga kerenyahan meskipun ayam sudah tidak panas lagi.
2. Diamkan ayam setelah goreng pertama
Setelah proses penggorengan pertama selesai, sebaiknya jangan terburu-buru melanjutkan ke tahap berikutnya. Diamkan ayam sejenak di atas rak agar uap panas yang terperangkap bisa keluar dengan sendirinya. Langkah sederhana ini penting untuk membantu mengurangi kelembapan pada lapisan tepung sehingga tekstur ayam tetap kering dan tidak mudah kehilangan kerenyahannya saat digoreng kembali.
3. Atur suhu minyak dengan tepat
Gunakan dua tahap suhu minyak agar hasil maksimal. Pertama, goreng dengan suhu sedang untuk memastikan ayam matang hingga ke dalam. Kemudian, goreng kembali dengan suhu lebih tinggi untuk menciptakan lapisan luar yang garing. Perbedaan suhu ini membantu menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan tidak mudah lembek.
4. Tambahkan pati dalam campuran tepung
Agar ayam goreng tepung terasa lebih ringan dan tetap renyah lebih lama, Sahabat Fimela bisa menambahkan sedikit pati seperti maizena ke dalam campuran tepung. Trik sederhana ini sering jadi andalan karena pati bisa menyerap kelembapan lebih baik dibanding tepung biasa. Saat digoreng, campuran ini akan membentuk lapisan luar yang lebih kering, tipis, dan garing sehingga menghasilkan tekstur yang tidak mudah lembek. Hasil akhirnya, ayam tidak hanya terasa lebih crispy saat baru matang, tetapi juga tetap renyah meskipun sudah agak dingin.
5. Tiriskan di rak, bukan di tisu
Setelah ayam selesai digoreng, sebaiknya tidak menaruhnya di atas tisu terlalu lama karena meskipun tisu dapat menyerap minyak, permukaannya yang tertutup justru bisa menjebak uap panas di bagian bawah ayam. Hal ini membuat kulit menjadi lembap dan kehilangan kerenyahannya, terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan tisu. Sebagai alternatif, gunakan rak kawat agar udara dapat mengalir dengan baik di seluruh permukaan ayam. Dengan sirkulasi udara yang lancar, uap panas akan keluar secara optimal sehingga kulit ayam tetap kering dan garing secara merata, bahkan saat sudah tidak panas lagi.
6. Kurangi kelembapan sebanyak mungkin
Pada akhirnya, kunci utama menjaga kerenyahan terletak pada mengontrol kelembapan. Semakin banyak kandungan air yang tertinggal, semakin cepat tekstur ayam akan kehilangan kegaringannya. Di sinilah teknik double frying berperan penting karena proses ini membantu mengeluarkan sisa air dari lapisan tepung secara maksimal. Hasilnya, permukaan ayam menjadi lebih kering dan renyah sehingga tekstur crispy bisa bertahan lebih lama, bahkan setelah ayam tidak lagi panas.
Sahabat Fimela, menjaga ayam goreng tepung tetap crispy ternyata tidak membutuhkan bahan tambahan khusus, melainkan teknik yang tepat dalam proses memasaknya. Mulai dari metode double frying, memberi waktu istirahat setelah penggorengan pertama, mengatur suhu minyak hingga memastikan kelembapan benar-benar berkurang. Semua langkah ini berperan penting dalam menciptakan tekstur yang garing dan tahan lama. Dengan menerapkan tips sederhana ini, Sahabat Fimela bisa menikmati ayam goreng yang tetap renyah di luar dan juicy di dalam, bahkan saat sudah dingin, sehingga pengalaman makan pun terasa lebih maksimal dan memuaskan.