Lakon Rumah Sakit Jiwa Teater Koma Kembali ke Panggung Setelah 35 Tahun

Ratnaning AsihDiterbitkan 11 Juli 2026, 13:48 WIB

Fimela.com, Jakarta - Setelah tiga setengah dekade sejak kali pertama dipentaskan pada 1991, Teater Koma menghadirkan lagi lakon pentingnya, Rumah Sakit Jiwa. Pementasan terbaru ini terwujud melalui kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation dan diperkenalkan jelang penampilan melalui konferensi pers di Bale Nusa, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Keputusan memanggungkan lagi Rumah Sakit Jiwa ditegaskan bukan sekadar menghidupkan arsip lama. Karya ini dipandang masih menyimpan daya tarik artistik serta kekuatan cerita yang tetap relevan dengan kondisi sosial terkini.

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, mengatakan, "Untuk menjadikan sajian hiburan bukan hanya mengenai karya-karya baru aja, tetapi justru cerita-cerita lama yang punya artistik yang kuat, cerita yang kuat, pesan moral atau relevansi sosial yang masih aktual sampai sekarang," ujarnya.

 

Sutradara Rangga Riantiarno menilai naskah Rumah Sakit Jiwa justru kian beresonansi hari ini. Menurutnya, perbandingan antara ketika lakon ini muncul pertama pada 1991 dengan situasi di 2026 memperlihatkan konteks yang berubah, namun gagasan ceritanya tetap lekat dengan kondisi manusia modern.

Rangga Riantiarno menuturkan, "Sangat menarik karena kontrasnya dari tahun 1991 dan 2026. Dulu belum ada internet, tapi isi naskah ini bagaimana serangan-serangan dari dunia mempengaruhi keadaan psikis manusia. Sekarang dengan begitu banyaknya di dunia maya, di dunia nyata sudah ada AI, orang bertanya-tanya yang nyata mana. Bukannya itu makin memperparah kondisi kita, ya?"

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Satukan Energi Lintas Generasi

Rangga Riantiarno pada konferensi pers Rumah Sakit Jiwa di Jakarta, Kamis (10/7/2026). (dok Bakti Budaya Djarum Foundation)

 

Dalam proses kreatif, Rangga Riantiarno menyebut menyatukan energi lintas generasi sebagai salah satu tantangan.

Menurutnya, pemain muda didorong untuk lebih berani mendalami karakter dan menembus batas-batas ekspresi peran. "Kurang gila nih, masih kelihatan waras nih, masih mikir," ujarnya.

Di sisi lain, para pemain senior tetap menjadi panutan. Mereka terbuka berbagi pengalaman kepada generasi baru, sehingga proses latihan dan pementasan berlangsung dengan saling dukung antaraktor dari berbagai angkatan.

3 dari 3 halaman

Sinopsis Rumah Sakit Jiwa

Sejumlah pemain Teater Koma menampilkan adegan pementasan Rumah Sakit Jiwa di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Lakon yang pertama kali dipentaskan 35 tahun lalu itu kembali diproduksi dan akan dipentaskan pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pementasan tersebut mengangkat isu kemanusiaan, relasi kuasa, dan dinamika sosial yang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. (KLY/Budy Santoso)

Rumah Sakit Jiwa berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut.

Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam. Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’. (Nola Vemiliana)