Sukses

Beauty

Gadis Cantik Takut Dengan Semua Makanan, Kecuali Kentang dan Keju

Ayam goreng, pancake, spaghetti, roti, dan burger adalah makanan yang disukai banyak orang. Namun gadis cantik ini ketakutan setiap berhadapan dengan makanan. Penyebabnya adalah, dia fobia makanan. Jenis makanan yang disukainya hanyalah kentang dan keju.

Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Jennifer Radigan (17), selama lima tahun, dirinya hanya makan olahan kentang dan keju. Fobia makanan yang dideritanya, membuatnya merasa sakit jika mengkonsumsi makanan selain kentang dan keju.

Jennifer merasa jijik dan sesak nafas jika makan daging dan sayuran. Gadis asal Galston, Skotlandia ini mengaku, telah berusaha dalam setahun terakhir ini untuk makan secara normal, tetapi selalu gagal.
Kebiasaan makan Jennifer membuat berat tubuhnya hanya 42 kg | foto: copyright dailymail.co.uk
Jennifer akhirnya mencoba berbagai variasi masakan dari kentang dan keju. Sesekali ia hanya makan pasta kentang atau kentang rebus. Makanan favoritnya adalah kentang oven seperti french fries.

Akibat dari kebiasaan makannya ini, Jennifer sering pingsan di tempat umum. Berat badan Jennifer saat ini hanya 42 kg, karena selalu turun.

Sejak kecil Jennifer selalu menolak makanan yang dimasak ibunya. Dulu, dia selalu malu akan fobianya. Jennifer selalu berbohong kepada orang tuanya jika sudah makan di sekolah.

Fobia makanan ini dikenal dengan istilah selective eating disorder. Fobia ini menyebabkan penderitanya menjadi cemas dan mual ketika mereka disajikan dengan makanan baru. Mereka beresiko mengalami penurunan berat badan ekstrim dan malnutrisi.

Jennifer yang memiliki  tinggi 152cm ini, hanya memiliki  index massa tubuh 18.4. Idealnya berkisar di angka 18.5 hingga 25.

"Saya dulu selalu menghindari makan ayam, tetapi sekarang, baunya saja selalu membuat saya pusing dan mual." kata Jennifer.

Kebiasaannya ini sangat berpengaruh dalam kehidupannya sehari-hari. Jennifer merasa lelah dengan masalah kesehatan yang di alaminya.
Ibu Jennifer selalu menemani anaknya ke dokter ahli diet | foto: copyright dailymail.co.uk
Saat dirinya masuk kerja pertama kali, Jennifer pernah pingsan hingga kepalanya terbentur ke lantai beton. Setelah dibawa ke dokter, ia di diagnosa mengalami kekurangan zat besi dan vitamin B12.

Dokter kemudian merujuknya ke spesialis nutrisi. Dalam seminggu, ia bisa pingsan lima kali. Tubuhnya pun sering gemetar.

Menurut Jurnal Psikologi Anak di Inggris, fenomena yang dialami Jennifer ini akan mengakibatkan kecemasan dan konflik sosial.

Sedangkan menurut Royal College of Psikiater, kelainan dalam memilih makanan ini, terjadi pada 12 persen anak di usia 3 tahun. Selanjutnya hanya 1 persen saja dari anak tersebut yang mengalami kelainan ini hingga dewasa.
Jennifer telah membuktikan bahwa kebiasaan makannya sering membuatnya pingsan | foto: dailystar.co.uk
Sejak kecil Jennifer tidak suka sarapan. Ibunya, Karen Radigan (41) khawatir akan kebiasaan makan Jennifer. Menurut ibunya, Jennifer bisa tidak makan sama sekali dalam sehari.

Sang ibu selalu menemani Jennifer untuk menemui dokter dan ahli diet. Ia mendukung Jennifer untuk mengatasi gangguan ini.

Dengan kelainan makanan yang di alaminya, Jennifer mengurungkan niatnya untuk masuk ke Universitas. Karena dirinya takut mengalami pingsan, jika berada di luar rumah terlalu lama.

Baru-baru ini Jennifer dirujuk ke dokter spesialis dan mendapatkan terapi. Jennifer selalu berusaha keras menghadapi rasa gugup, jika makan di depan orang baru, yang tidak mengetahui kondisinya.

Ia takut jika suatu saat dirinya pingsan dan tidak ada seorang pun di sekitarnya untuk membantunya. Jennifer hanya berharap, diagnosa yang tepat akan membantunya mendapatkan terapi yang dibutuhkan.

Semoga harapan Jennifer bisa menjadi kenyataan dan bisa sembuh dari kebiasaan makan yang tidak sehat.

(vem/chi)
What's On Fimela
Loading