Sukses

Fashion

Asia's Next Top Model Cycle 6 Episode 1: Indonesia Langsung Tempati Posisi Bawah

Fimela.com, Jakarta Musim ke-6 ini, Indonesia diwakili oleh 2 model yang sebenarnya sudah cukup malang melintang di industri fashion tanah air. Mereka adalah Iko Bustomi dan Jesslyn Lim. Hanya 2 memang. Jadi sangat penting untuk memberikan penampilan prima bila ingin terus bertahan dari eliminasi setiap minggunya.

And again, dari wawancara FIMELA dengan kontestan musim-musim sebelumnya, setiap proses shooting sangat berat. Karena waktu yang diberikan tak banyak, dan langsung dituntut untuk dapat memberikan pose sempurna. Kadang hanya 3 menit per kontestan. Kadang pemotretan dilangsungkan subuh. Sementara, di dunia nyata, pemotretan bisa berlangsung berjam-jam. Pose bisa diulang jika tidak puas. Asia's Next Top Model tidak menyediakan kemewahan itu.

Cindi Sirinya dan Yu Tsai kembali menjadi host dan creative director untuk setiap pemotretan. Figur yang bagi sebagian model dikenal memang sangat keras dan perfeksionis. Namun pemenang-pemenang terdahulu percaya bahwa bila mendengar arahan Yu Tsai dengan baik, harusnya tiap pemotretan dapat berjalan lancar. Tapi, tentunya seperti kita tahu bersama, tak semua orang bisa mendengarkan arahan dengan baik.

Episode pertama langsung diisi dengan 3 eliminasi sekaligus. Hody dari Hong Kong dan dan Lena dari Thailand tak lolos eliminasi dari sesi runway pendek, di mana para semifinalis berjalan dengan menggenggam ponsel, dan membuat selfie sementara pemain-pemain musik mengiringi langkah mereka. Karena memang, kompetisi baru benar-benar dimulai dengan 12 semifinalis saja.

Eliminasi terakhir di episode ini jatuh kepada Sharnie Fenn perwakilan Jepang yang dianggap kurang memberikan banyak dimensi saat pemotretan dengan beberapa hewan eksotik seperti buaya, iguana dan ular. Temannya di 2 terbawah, Jesslyn yang dianggap kurang luwes, dengan pengalaman 13 tahunnya di dunia modeling. Foto terbaik jatuh kepada Beauty dari Myanmar. Fans sudah mengamati bahwa Beauty punya potensi menjadi kuda hitam di kompetisi ini karena di pemotretan dia luwes, dan runway juga bagus.

Sementara Iko juga belum maksimal. Khusus untuk Iko, penampilannya yang sendu dengan otomatis mengiringnya ke gang 'kalem' musim ini. Sesuatu yang mungkin dapat berbahaya saat persaingan semakin ketat. Sementara Jesslyn bergabung dengan gang 'berisik' yang pada gilirannya, secara alami, dapat menjadi awal sebuah masalah di episode-episode mendatang. Let's see how much drama would ensue.

Yang baru dari musim ini, tiga finalis di musim terdahulu, Shikin, Monika dan Tu dimunculkan kembali sebagai alumni mentor. Yang sebenarnya mengingatkan kita pada kompetisi model lain, The Face. Di mana semua model dibagi menjadi beberapa tim kecil, dan mendapat mentor yang juga merupakan top model. Strategi yang menarik karena semua dapat memberikan masukan bagaimana bertahan dari semua tekanan kompetisi. Dan dari 3 mentor yang ada, Shikin dan Monika termasuk yang cukup tahu bagaimana melakukannya.

What's On Fimela
Loading