Sukses

Food

Apa sih Obat Stres Paling Ampuh? Simak Penjelasannya

Fimela.com, Jakarta Stress merupakan fenomena yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Tekanan hidup, tuntutan pekerjaan, dan masalah interpersonal adalah beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu timbulnya stres. 

Dalam mengatasi stres, banyak orang mencari obat atau strategi yang efektif untuk meredakan beban pikiran dan tubuh. Adanya pemahaman terhadap metode pengurangan stres menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan hidup yang lebih baik. 

Yuk simak informasi selengkapnya, dikutip dari berbagai sumber pada Rabu (06/12/2023).

1. Mengonsumsi Obat-obatan Medis

Dalam situasi stres berat yang telah menimbulkan dampak pada kesehatan mental dan fisik, diperlukan penanganan menggunakan obat-obatan tertentu. 

Menurut informasi dari alodokter yang ditinjau oleh dr. Airindya Bella, beberapa contoh obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi stres antara lain fluoxetine, alprazolam, sertraline, atau lorazepam. 

Perlu diingat bahwa penggunaan obat-obatan tersebut tidak seharusnya dilakukan secara sembarangan, dan pemberian serta dosisnya harus disesuaikan dan diawasi oleh dokter yang berkompeten.

2. Mengonsumsi Vitamin

Menurut informasi dari CNN Indonesia, Vitamin B Kompleks mengandung delapan jenis vitamin, yakni tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), asam pantotenat (B5), piridoksin (B6), biotin, asam folat, dan cobalamin (B12). 

Kombinasi vitamin ini memiliki peran krusial dalam metabolisme sel dan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan suasana hati dan energi. Caranya adalah dengan menurunkan kadar asam amino dalam darah yang berhubungan dengan tingkat stres.

3. Mengonsumsi Makanan Manis

Dikutip dari Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, makanan yang mengandung gula dapat meningkatkan aktivitas di wilayah otak yang mengatur stres dan ketakutan. 

Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa individu yang mengonsumsi makanan manis berbasis gula memiliki kadar hormon kortisol yang lebih rendah, menunjukkan penurunan tingkat stres pada mereka.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak dianjurkan mengonsumsi gula secara berlebihan. Kelebihan asupan gula justru dapat memicu perilaku agresif, kecemasan, kelelahan, dan bahkan dapat menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif lainnya.

4. Olahraga

Menurut informasi dari Siloam Hospitals, saat melakukan aktivitas olahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin, jenis hormon yang memiliki peran penting dalam mengurangi perasaan cemas, kekhawatiran, dan tekanan pada individu, sehingga bermanfaat untuk mengatasi stres. 

Terdapat beberapa jenis olahraga yang dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi stres, seperti yoga, berjalan kaki, pilates, menari, tai chi, tenis, dan kickboxing.

5. Tidur yang Cukup

Menurut informasi dari halodoc yang ditinjau oleh dr. Rizal Fadli, tingkat stres dapat memicu munculnya pikiran negatif yang dapat menghambat kemampuan untuk tidur. Sementara tidur menjadi momen yang krusial bagi otak dan tubuh untuk beristirahat. 

Kurangnya kualitas tidur dapat berdampak pada suasana hati, menurunkan tingkat energi, dan mengurangi tingkat konsentrasi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga waktu tidur dan memastikan mendapatkan istirahat yang cukup sebagai langkah pencegahan terhadap stres.

Bagaimana Cara Untuk Menghilangkan Rasa Stres?

Mengusahakan pola pikir yang positif. Rilekskan pikiran dengan berbagai teknik relaksasi. Jaga kesehatan melalui rutinitas olahraga atau aktivitas fisik secara teratur, pastikan mendapatkan tidur yang cukup, konsumsi makanan bergizi dan seimbang, serta terapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Apa Akibat Stres Berkepanjangan?

Seseorang yang mengalami stres secara terus-menerus memiliki risiko terkena berbagai penyakit, seperti sakit kepala, depresi, masalah disfungsi seksual, gangguan lambung, risiko penyakit Alzheimer, penyakit jantung, rentan terhadap infeksi, gangguan tidur, tekanan darah tinggi, dan risiko asma.

Apakah Penyakit Stres Bisa Disembuhkan?

Masalah kesehatan mental tidak dapat sembuh dengan sendirinya, oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang berkompeten, seperti dokter spesialis jiwa atau psikiater, guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading