Sukses

Lifestyle

Kondisi Asam Lambung Membaik dengan Mengubah Kebiasaan Ini

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Farial Dhanni

Ungkapan "kesehatan nomor satu" tentu benar, tapi mungkin juga dirasa klise. Saya mengalami sakit GERD, gangguan asam lambung yang naik hingga ke dada. Perut terasa begah, mual, kaku, kembung, ulu hati terasa tertekan, dada terasa sesak. Tidak hanya terasa tidak nyaman, tapi penyakit ini juga menimbulkan anxiety atau kecemasan. Takut sendirian, takut mati, takut mengalami keterpurukan. Seperti itu rasanya.

Di antara peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup saya, saya penggemar makanan pedas. Semangkuk nasi soto ayam, sambalnya bisa 4-5 sendok makan. Bertahun-tahun menghujani lambung dengan makanan ekstra pedas.

Ketika sakit menyerang, saya berobat ke dokter. Begitu terus hingga hampir dua tahun. Obat jadi andalan. Keseharian terganggu. Sampai sejak tiga bulan lalu, saya banyak membaca feature/artikel di media tentang penanganan gangguan asam lambung.

Mengubah Kebiasaan

Dari sumber terpercaya, saya memutuskan rutin meminum seduhan jahe dan temulawak. Terkesan sederhana, tapi metode ini belum pernah saya tempuh. Saya berhenti makan pedas, sesuatu yang menjadi kebiasaan buruk selama bertahun-tahun, juga asupan berasa asam dan yang banyak mengandung gas.

Saya melakukan rileksasi, menenangkan diri, dengan panduan hipnoterapis, dalam bentuk audio. Empat belas hari, bahkan lebih, saya tekun mengambil manfaat dari minuman dengan bahan yang disediakan alam, memberi ruang lebih pada pikiran dengan waktu yang disediakan Tuhan. Dengan tekun, bersabar, dan berserah, kesehatan saya membaik. Keseharian saya tertata kembali. Saya lebih menghargai karunia Tuhan: bahan alam, ketenangan, dan kesehatan. Kesehatan nomor satu, sama sekali bukan jargon klise.

 

#ChangeMaker

;
Loading