Sukses

Lifestyle

Kisah Pasangan yang Jalani Open Relationship karena Masalah Fetish

Fimela.com, Jakarta Sophia Ortega memiliki kekasih bernama Drew yang telah bersamanya selama hampir 4 tahun. Tahun lalu, mereka memutuskan untuk menjalani open relationship, karena Drew memiliki fetish yang tidak bisa dipenuhi oleh Sophia.

Drew berusia 29 tahun dengan berat 145 pound, sedangkan Sophia sendiri baru berusia 24 tahun saat dirinya berhenti menimbang berat badan karena mengalami gangguan makan. Jessica adalah perempuan pertama yang berkencan dengan Drew dan ia berusia 44 tahun dengan berat badan lebih dari 600 pound.

Saat Drew memberitahu Sophia tentang fetishnya, Sophia benar-benar terkejut dengan bagaimana Drew menjadi pengagum tubuh gemuk. Situs kencan tempat Drew bertemu dengan Jessica memang memfasilitasi hal-hal seperti ini, namun saat itu Sophia belum terpikirkan bahwa Drew akan mengajaknya menjalani open relationship.

Sophia bertemu dengan Drew ketika ia berusia 20 tahun saat Sophia telah menghabiskan masa remajanya dengan kepercayaan bahwa obsesinya terhadap makanan adalah hal paling tidak menarik dari dirinya. Ketika Drew akhirnya mengungkapkan tentang fetishnya, itu seperti membalikkan kenyataan.

Sekitar 6 bulan setelah Drew memberitahu Sophia tentang fetishnya, ia memberi ide untuk menjalani open relationship. Sophia menyadari bahwa Drew ingin memulai jalur komunikasi yang jujur tentang mengeksplorasi aspek seksualitasnya, karena keduanya pernah bereksperimen untuk terus memberi makan Sophia, namun tidak menemukan kesenangan sama sekali dari aktivitas itu.

 

 

Awalnya, Sophia menolak menjalani open relationship

Sophia tidak bisa menerima gagasan Drew dengan baik, ia menangis, dan mulai menghubungi terapi. Ia ketakutan akan ditinggalkan dan diabaikan.

Sayangnya, jika Drew memang menginginkan open relationship, tidak ada alasan Sophia untuk menahannya. Karena berat badan selalu bisa mengusik ego Sophia, jadi selama Drew berkencan hanya dengan perempuan gemuk, Sophia merasa hal itu tidak terlalu buruk.

Di akhir bulan Juli 2019, Sophia mengunduh aplikasi kencan Tinder dan OkCupid. Drew dan Sophia memutuskan untuk menjalani open relationship karena alasan fisik, namun keduanya tetap berharap mendapatkan kesempatan untuk merasakan sesuatu yang baru.

Bagi Sophia sendiri, kebaruan adalah titik tengah antara fisik dan emosional. Untuk bisa menikmati fisik, Sophia harus lebih dulu membentuk ikatan emosional, ia ingin jatuh cinta, sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan dari aplikasi.

Drew dan Jessica pergi keluar pertama kali di suatu malam di bulan Agustus. Sophia menemukan dirinya dibakar api cemburu, namun tidak bisa melakukan apapun.

Sophia menerima hubungannya saat ini dengan Drew

Akhirnya, ketika Drew bersama dengan Jessica, Sophia menghubungi James, teman kencannya yang berada di New York tepat sebelum Sophia bertemu dengan Drew. Tidak membutuhkan waktu lama sampai pesan singkat antara Sophia dan James berubah menjadi sexting.

Untuk waktu-waktu selanjutnya, Drew menjadi sering mengunjungi rumah Jessica, sedangkan Sophia sendiri menjadi rutin berhubungan melalui pesan singkat dengan James. Di bulan Desember, Sophia pulang ke New York untuk liburan dan berencana menemui James.

Drew sempat menunjukkan kecemburuannya, namun Sophia mengabaikannya, hingga ia berhasil berhubungan seks dengan James di hari terakhirnya berada di New York. Open relationship yang dijalani oleh Sophia dan Drew bukan karena keduanya tidak puas dengan dorongan seks yang tinggi, namun mereka mencari cara untuk menemukan rasa baru, tanpa merusak hubungan yang sudah ada.

Sampai sekarang, Sophia masih merasa cemburu jika Drew berhubungan dengan Jessica, namun ia semakin menyadari bahwa yang terpenting dari sebuah hubungan adalah kejujuran dan keterbukaan. Sophia bersyukur ia memiliki kekasih yang sangat jujur dan terbuka, tentang apapun itu.

#ChangeMaker

;
Loading