Sukses

Lifestyle

Tanda Kamu Sudah Saatnya Resign dari Pekerjaan

Fimela.com, Jakarta - Pekerjaan seharusnya menjadi tempat untuk bertumbuh, belajar hal baru, dan membangun masa depan yang lebih baik. Namun, dalam realitasnya, tidak semua orang merasakan hal tersebut. Banyak yang justru merasa semakin tertekan, kehilangan semangat, dan menjalani hari-hari kerja dengan perasaan berat. Setiap pagi terasa melelahkan bahkan sebelum aktivitas dimulai, dan rasa lelah itu tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental serta emosional yang terus menumpuk tanpa disadari.

Rasa takut kehilangan penghasilan sering menjadi alasan utama seseorang bertahan di pekerjaan yang sebenarnya sudah tidak membuat bahagia. Ditambah lagi dengan kecemasan akan sulitnya mencari pekerjaan baru, tekanan dari keluarga, serta rasa tidak enak pada atasan atau rekan kerja. Semua itu membuat banyak orang memilih bertahan meski kondisi dirinya semakin menurun. Padahal, memaksakan diri terlalu lama dalam situasi yang tidak sehat justru bisa meninggalkan luka jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik.

Jika kamu belakangan ini merasa tidak lagi menikmati pekerjaan, mudah lelah secara emosional, dan sering merasa hampa meski sudah menyelesaikan banyak tugas, bisa jadi ini bukan sekadar fase lelah biasa. Ada tanda-tanda tertentu yang menunjukkan bahwa kamu memang sudah saatnya mempertimbangkan untuk resign dan mencari jalan baru yang lebih selaras dengan kebutuhan hidup serta kondisi mentalmu.

Pekerjaan Tidak Lagi Memberi Kepuasan

Saat pekerjaan tidak lagi memberi rasa puas, kamu mungkin akan merasa kehilangan makna dalam setiap tugas yang dilakukan. Hal-hal yang dulu membuatmu bangga kini terasa biasa saja, bahkan membosankan. Kamu bekerja hanya untuk menyelesaikan tanggung jawab, bukan karena ada dorongan dari dalam diri. Rasa hampa ini bisa membuatmu menjalani hari dengan perasaan datar, tanpa antusiasme, dan tanpa semangat untuk berkembang. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuatmu merasa terjebak dalam rutinitas yang menguras energi.

Kelelahan Mental dan Fisik yang Berkepanjangan

Lelah setelah bekerja adalah hal wajar, tetapi kelelahan yang terus-menerus meski sudah beristirahat adalah tanda yang patut diwaspadai. Tubuhmu bisa mulai sering sakit, pola tidur berantakan, kepala terasa penuh, dan emosi menjadi lebih sensitif. Kamu mungkin merasa cemas tanpa sebab yang jelas, mudah marah, atau bahkan merasa kosong. Ini merupakan tanda bahwa beban kerja yang kamu hadapi sudah melampaui batas kemampuan tubuh dan mentalmu untuk beradaptasi secara sehat.

 

Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Lingkungan kerja yang toxic sering kali ditandai dengan komunikasi yang kasar, budaya saling menjatuhkan, minim apresiasi, serta tidak adanya rasa aman secara emosional. Jika kamu merasa sering diremehkan, diabaikan, dimanipulasi, atau tidak dihargai atas jerih payahmu, itu bukanlah kondisi yang seharusnya dinormalisasi. Lingkungan seperti ini dapat perlahan mengikis rasa percaya diri, membuatmu merasa tidak cukup, dan menurunkan kualitas kesehatan mental secara signifikan.

Tidak Ada Lagi Ruang untuk Berkembang

Setiap orang membutuhkan tantangan dan ruang untuk berkembang agar tetap merasa hidup. Ketika kamu merasa kemampuanmu tidak lagi bertambah, kesempatan belajar tertutup, atau karier terasa jalan di tempat tanpa arah yang jelas, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu berada di tempat yang salah. Bertahan terlalu lama dalam kondisi stagnan bukan hanya menghambat perkembangan karier, tetapi juga bisa membuatmu kehilangan kepercayaan terhadap potensi diri sendiri.

Pekerjaan Mulai Mengganggu Kehidupan Pribadi

Jika pekerjaan mulai menggerus waktu untuk keluarga, teman, dan dirimu sendiri, ini adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan. Kamu mungkin merasa sulit menikmati waktu di luar jam kerja karena pikiran terus dipenuhi oleh urusan kantor. Pekerjaan menjadi pusat hidup, sementara kebutuhan emosional dan sosialmu terabaikan. Ketidakseimbangan ini, jika berlangsung lama, bisa memicu stres kronis, kelelahan emosional, dan rasa tidak bahagia yang berkepanjangan.

Memutuskan untuk resign memang bukan perkara mudah, karena menyangkut rasa aman, masa depan, dan berbagai ketakutan akan ketidakpastian. Namun, tetap bertahan di tempat yang terus menguras mental dan emosimu juga bukan pilihan yang bijak. Mengenali tanda-tanda bahwa pekerjaanmu sudah tidak lagi sehat adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Jika sebagian besar tanda di atas terasa dekat dengan kondisi yang kamu alami saat ini, mungkin inilah waktu yang tepat untuk berhenti sejenak, mengevaluasi hidupmu, dan berani memilih jalan yang lebih menyelamatkan kesehatan mental serta kebahagiaanmu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading