Fimela.com, Jakarta - Budidaya ikan lele menjadi salah satu bidang perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Meskipun demikian, keberhasilan dalam budidaya ini sering kali terancam oleh berbagai penyakit yang dapat menyerang ikan lele. Oleh karena itu, penting bagi para pembudidaya untuk memahami jenis-jenis penyakit serta cara penanganannya agar usaha mereka dapat bertahan. Memahami jenis-jenis penyakit dan cara penanganannya menjadi kunci utama bagi para pembudidaya untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.
Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, diharapkan kerugian yang disebabkan oleh penyakit dapat dikurangi, kualitas ikan lele tetap terjaga, dan produktivitas budidaya dapat terus meningkat. Meskipun pencegahan penyakit lebih diutamakan, kesiapan dalam menghadapi kemungkinan serangan penyakit juga sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini akan membantu para pembudidaya untuk tetap beradaptasi dan mengelola usaha mereka dengan lebih baik.
Jadi, apa saja penyakit yang umum menyerang ikan lele dan bagaimana cara mengatasinya? Mengutip dari berbagai sumber, pada Selasa (6/1), berikut ini adalah informasi yang perlu diperhatikan mengenai penyakit ikan lele dan langkah-langkah pengobatannya.
Advertisement
Advertisement
Penyakit 1: Penyakit Bintik Putih (Ichthyophthiriasis)
Penyakit yang dikenal dengan nama bintik putih atau Ichthyophthiriasis adalah salah satu penyakit yang paling umum menyerang ikan lele, terutama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung. Penyakit ini disebabkan oleh parasit bernama Ichthyophthirius multifiliis, yang merupakan protozoa bersilia yang menyerang bagian kulit, insang, dan sirip ikan. Stres yang dialami ikan akibat perubahan suhu air yang drastis, kualitas air yang buruk, atau kepadatan tebar yang berlebihan sering kali menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Gejala yang paling khas dari penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik putih kecil yang menyerupai taburan garam di tubuh, sirip, dan insang ikan. Ikan yang terinfeksi biasanya akan menggosok-gosokkan tubuhnya ke dasar atau dinding kolam karena merasa gatal. Selain itu, nafsu makan ikan juga akan menurun, ikan menjadi lesu, dan siripnya tampak kuncup atau rusak. Dalam kasus yang lebih parah, kerusakan pada insang dapat terjadi, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan berujung pada kematian ikan.
Untuk mengatasi penyakit bintik putih, terdapat beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan merendam ikan dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 1-2 gram per liter air selama 24 jam atau lebih. Selain itu, metilen biru dengan dosis 1-2 ppm juga dapat digunakan untuk perendaman selama beberapa hari hingga gejala menghilang. Peningkatan suhu air secara bertahap hingga mencapai 30-32°C dapat mempercepat siklus hidup parasit, sehingga lebih mudah untuk dibasmi. Penggunaan formalin dengan dosis 25 ppm untuk perendaman singkat atau 15 ppm untuk perendaman jangka panjang juga bisa menjadi pilihan, namun harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat sifatnya yang toksik. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan ikan lele dapat terbebas dari penyakit ini dan kembali sehat.
Pencegahan terhadap penyakit bintik putih sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan lele. Para pembudidaya disarankan untuk selalu menjaga kualitas air kolam dengan rutin mengganti air dan membersihkan sisa pakan yang ada. Selain itu, hindari perubahan suhu air yang mendadak dan lakukan karantina pada ikan baru sebelum dicampurkan dengan ikan lainnya. Pemberian pakan yang berkualitas juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan, sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kesehatan ikan lele dapat terjaga dengan baik dan produksi ikan lele dapat meningkat.
Penyakit 2: Penyakit Aeromonas (Motile Aeromonad Septicemia / MAS)
Penyakit Aeromonas merupakan infeksi bakteri yang sering terjadi pada ikan air tawar, termasuk lele, yang disebabkan oleh bakteri bernama Aeromonas hydrophila. Bakteri ini tergolong gram negatif dan bersifat oportunistik, artinya ia akan menyerang ikan ketika sistem kekebalan tubuhnya menurun. Beberapa faktor yang dapat memicu infeksi ini antara lain adalah kualitas air yang buruk, kepadatan tebar yang tinggi, penanganan ikan yang tidak hati-hati, serta stres karena perubahan lingkungan yang mendadak.
Gejala yang umum terlihat pada ikan yang terinfeksi penyakit Aeromonas mencakup munculnya luka atau borok merah di tubuh ikan, yang sering kali disertai dengan pendarahan. Selain itu, perut ikan dapat mengalami pembengkakan (dropsy) akibat penumpukan cairan, dan sisik ikan akan terlihat berdiri seperti bentuk kerucut (pinecone appearance). Indikasi lainnya termasuk mata yang menonjol (exophthalmia) serta insang yang tampak pucat atau rusak. Ikan yang terinfeksi juga akan terlihat lesu, berenang tidak teratur, sering berada di permukaan air, dan mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan.
Untuk mengobati penyakit Aeromonas, metode yang paling efektif adalah memberikan antibiotik yang dicampurkan ke dalam pakan, seperti Oxytetracycline atau Enrofloxacin, sesuai dengan dosis yang disarankan oleh para ahli perikanan selama periode 5-7 hari. Selain itu, penting untuk memperbaiki kualitas air; langkah ini dapat dilakukan dengan cara mengganti sebagian air kolam dan meningkatkan aerasi. Perendaman ikan dalam larutan garam dengan konsentrasi 0,5-1% juga dapat membantu mengurangi stres dan mencegah terjadinya infeksi sekunder pada ikan.
Untuk mencegah terjadinya penyakit Aeromonas, sangat penting untuk menjaga kualitas air kolam tetap optimal melalui proses filtrasi dan penggantian air yang rutin. Hindari kepadatan tebar yang berlebihan dan berikan pakan berkualitas tinggi tanpa memberi secara berlebihan. Selain itu, sanitasi kolam secara teratur dan meminimalkan stres pada ikan selama proses penanganan juga merupakan langkah penting untuk menjaga daya tahan tubuh ikan agar tetap kuat.
Advertisement
Penyakit 3: Penyakit Jamur (Saprolegniasis)
Penyakit jamur yang dikenal sebagai Saprolegniasis sering kali disebabkan oleh genus Saprolegnia, dan ini merupakan infeksi sekunder yang menyerang ikan lele yang mengalami luka atau dalam keadaan stres. Jamur air yang bersifat oportunistik ini biasanya menyerang bagian tubuh ikan yang sudah mengalami kerusakan, seperti luka pada kulit, sirip, atau insang. Kualitas air yang buruk, suhu air yang rendah, serta adanya bahan organik yang membusuk di kolam dapat mempercepat pertumbuhan jamur ini. Gejala khas dari penyakit jamur ini adalah munculnya bercak-bercak putih yang tampak seperti kapas atau bulu halus pada kulit, sirip, insang, atau mata ikan. Bercak jamur ini dapat berkembang biak dan menutupi sebagian besar tubuh ikan, menyebabkan ikan yang terinfeksi menjadi lesu, kehilangan nafsu makan, dan sering terlihat berenang di permukaan air. Dalam kasus yang lebih parah, jamur ini dapat merusak jaringan tubuh ikan secara signifikan hingga menyebabkan kematian.
Untuk mengobati penyakit jamur, salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan merendam ikan dalam larutan garam dapur dengan konsentrasi 1-2 gram per liter air dalam jangka waktu yang panjang. Metode ini membantu mengeringkan jamur dan mencegah penyebarannya. Selain itu, penggunaan metilen biru pada konsentrasi 1-2 ppm juga terbukti efektif jika ikan direndam selama beberapa hari. Malachite green merupakan fungisida yang sangat ampuh dengan dosis 0,1-0,2 ppm, namun penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati karena sifatnya yang karsinogenik. Selain itu, peningkatan suhu air secara bertahap juga dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur.
Pencegahan terhadap penyakit jamur memerlukan beberapa langkah penting yang harus diambil. Penting untuk menjaga kebersihan kolam dan memastikan kualitas air tetap optimal. Selain itu, hindari terjadinya luka pada ikan selama proses penanganan dan pastikan suhu air tetap stabil, tidak terlalu rendah. Pemberian pakan yang kaya akan nutrisi juga sangat penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh ikan, sehingga mereka tidak mudah terinfeksi oleh jamur. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat menjaga kesehatan ikan lele dan mencegah terjadinya infeksi jamur yang merugikan.
Penyakit 4: Penyakit Cacing Insang (Dactylogyrosis)
Penyakit cacing insang disebabkan oleh parasit dari kelompok cacing pipih monogenea, khususnya dari genus Dactylogyrus. Parasit ini melekat pada insang ikan dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada jaringan insang, sehingga mengganggu proses pernapasan ikan. Dactylogyrus dapat berkembang biak dengan cepat, terutama dalam kondisi kepadatan tebar yang tinggi dan kualitas air yang buruk, yang membuat ikan yang mengalami stres lebih rentan terhadap infeksi. Gejala yang umum terlihat pada ikan yang terinfeksi adalah perilaku menggosok-gosokkan insangnya ke dasar atau dinding kolam. Selain itu, insang ikan akan tampak pucat, bengkak, atau bahkan mengalami kerusakan. Ikan yang terinfeksi juga sering terlihat megap-megap di permukaan air akibat kesulitan bernapas. Nafsu makan ikan menurun secara drastis, dan pertumbuhan ikan pun bisa terhambat. Dalam kasus yang parah, insang dapat mengalami pendarahan dan nekrosis.
Untuk mengobati penyakit cacing insang, salah satu metode yang dapat digunakan adalah perendaman dengan garam dapur dalam konsentrasi 1-2 gram per liter air untuk jangka waktu yang panjang. Selain itu, formalin dalam dosis 25 ppm selama 1 jam atau 15 ppm selama 24 jam juga terbukti efektif dalam membunuh cacing insang, meskipun penggunaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Obat anti-cacing yang efektif, seperti praziquantel, dapat diberikan melalui pakan atau perendaman sesuai dengan dosis yang direkomendasikan oleh ahli. Pencegahan terhadap penyakit cacing insang perlu difokuskan pada pengelolaan lingkungan budidaya yang baik. Penting untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap optimal dan menghindari kepadatan tebar yang berlebihan. Melakukan karantina pada ikan baru sebelum dicampurkan dengan ikan lain di kolam utama juga sangat dianjurkan. Selain itu, rutin membersihkan kolam akan membantu mengurangi keberadaan parasit dan menjaga kebersihan lingkungan ikan.
Advertisement
Penyakit 5: Penyakit Cacing Kulit (Gyrodactylosis)
Penyakit cacing kulit merupakan kondisi yang disebabkan oleh parasit cacing pipih monogenea dari genus Gyrodactylus. Parasit ini melekat pada kulit dan sirip ikan, yang mengakibatkan iritasi serta kerusakan pada lapisan lendir ikan tersebut. Sama halnya dengan cacing insang, parasit Gyrodactylus dapat berkembang biak dengan cepat, terutama di lingkungan dengan kepadatan tebar yang tinggi dan kualitas air yang buruk. Ikan yang mengalami stres atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah menjadi lebih rentan terhadap serangan parasit ini.
Gejala yang paling terlihat dari penyakit cacing kulit adalah perilaku ikan yang sering menggosokkan tubuhnya ke dasar atau dinding kolam, yang disebabkan oleh rasa gatal. Selain itu, produksi lendir berlebihan akan membuat kulit ikan tampak kusam atau kemerahan. Sirip ikan yang terinfeksi juga dapat menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau tampak kuncup. Ikan yang terinfeksi biasanya akan kehilangan nafsu makan dan menunjukkan perilaku lesu, yang menandakan adanya masalah kesehatan yang serius.
Untuk mengobati penyakit cacing kulit, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merendam ikan menggunakan garam dapur dengan konsentrasi 1-2 gram per liter air dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, formalin dengan dosis 25 ppm selama satu jam atau 15 ppm selama 24 jam juga terbukti efektif dalam membunuh cacing kulit, meskipun penggunaannya membutuhkan perhatian ekstra. Praziquantel, yang merupakan obat anti-cacing, dapat diberikan melalui pakan atau perendaman sesuai dengan dosis yang disarankan untuk mengatasi parasit ini.
Pencegahan terhadap penyakit cacing kulit mirip dengan pencegahan cacing insang, yaitu dengan menjaga kualitas air di kolam dan menghindari kepadatan tebar yang berlebihan. Melakukan karantina pada ikan baru sebelum dimasukkan ke kolam utama sangat penting untuk mencegah penyebaran parasit. Selain itu, rutin membersihkan kolam akan membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan mengurangi risiko terjadinya infeksi cacing kulit pada ikan.
Penyakit 6: Penyakit Perut Kembung (Bloat Disease)
Penyakit perut kembung yang sering terjadi pada ikan lele tidak hanya disebabkan oleh satu jenis patogen, melainkan merupakan sindrom yang berkaitan erat dengan masalah pencernaan serta kualitas pakan dan air. Pemberian pakan yang terlalu banyak atau pakan yang berkualitas rendah dan sulit dicerna dapat mengakibatkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan ikan. Selain itu, kualitas air yang buruk, terutama dengan kadar amonia atau nitrit yang tinggi, dapat menimbulkan stres pada ikan dan mengganggu sistem pencernaan mereka.
Gejala paling jelas dari penyakit perut kembung adalah perut ikan yang tampak membesar atau kembung. Ikan yang mengalami kondisi ini biasanya kehilangan nafsu makan dan terlihat lesu, seringkali berdiam di dasar kolam. Feses ikan juga dapat menunjukkan tanda-tanda abnormal, seperti berwarna putih atau berlendir, yang menunjukkan adanya masalah dalam pencernaan. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian ikan.
Untuk mengatasi penyakit perut kembung, langkah pertama adalah melakukan puasa pakan selama 1-2 hari agar sistem pencernaan ikan memiliki waktu untuk pulih. Selain itu, penting untuk segera memperbaiki kualitas air kolam dengan mengganti sebagian air dan memastikan aerasi yang cukup. Pemberian pakan tambahan yang mengandung probiotik atau vitamin C dapat membantu meningkatkan proses pencernaan dan daya tahan tubuh ikan. Jika terdapat indikasi infeksi bakteri sekunder, penggunaan antibiotik yang dicampurkan ke dalam pakan dapat dilakukan sesuai dengan anjuran yang ada.
Pencegahan penyakit perut kembung sangatlah penting demi menjaga kesehatan ikan lele. Oleh karena itu, berikan pakan sesuai dengan dosis dan jadwal yang tepat, serta hindari pemberian pakan secara berlebihan. Pastikan untuk selalu menggunakan pakan yang berkualitas tinggi dan menyimpannya dengan baik agar tidak mudah rusak. Terakhir, menjaga kualitas air kolam dengan baik sangat penting untuk mengurangi stres pada ikan dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Advertisement
Penyakit 7: Fin Rot (Pengerotan Sirip)
Fin rot adalah penyakit bakteri yang menyerang sirip ikan lele sehingga terlihat robek dan berlendir. Gejala tambahan termasuk nafsu makan menurun dan tubuh ikan pucat.
Penyakit ini biasanya timbul akibat stres, luka fisik, atau kualitas air buruk. Infeksi bisa menyebar dengan cepat jika kolam tidak dirawat dengan baik.
Pengobatan dilakukan dengan antibiotik topikal atau perbaikan kualitas air kolam. Pencegahan mencakup menjaga sanitasi kolam, mengganti air rutin, dan mengurangi kepadatan ikan.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464326/original/066448900_1767685477-ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463813/original/029800600_1767671386-Penyakit_Ikan_Lele_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463815/original/053636100_1767671421-Penyakit_Ikan_Lele_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463817/original/055931300_1767671468-Penyakit_Ikan_Lele_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464327/original/005155500_1767685478-ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465029/original/070699400_1767756811-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share__1_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441342/original/057711100_1765504279-Novel_Tiga.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431754/original/099709900_1764747157-WhatsApp_Image_2025-12-03_at_14.16.57_a3e4af2d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436821/original/022017900_1765186364-pexels-anna-pou-8329902.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3286636/original/093458900_1604471471-pexels-photo-4239011.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436788/original/050733500_1765773245-Depositphotos_812580836_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441338/original/025527600_1765504149-Every_Day_is_A_Sunny_Day_When_I_Am_with_You.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2981728/original/010002700_1575023913-ben-white-vJz7tkHncFk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434360/original/073007100_1764924578-pexels-vanessa-loring-5082373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995662/original/061514500_1576230464-juliana-malta-YwutubGmzSU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434439/original/085265100_1764927392-Depositphotos_835881408_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452175/original/053343100_1766388567-front-close-view-young-attractive-female-white-t-shirt-doing-make-up-with-slight-smile-pink-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446721/original/005950600_1765939085-IMG-20251217-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465148/original/011028200_1767760081-unnamed-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462868/original/006775100_1767591973-Screenshot_2026-01-05_120333.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465883/original/001405900_1767779239-Gemini_Generated_Image_lxqgailxqgailxqg.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464982/original/077886900_1767756157-rumah_tanpa_pagar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465807/original/078387500_1767776737-Gemini_Generated_Image_2085tn2085tn2085.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261762/original/090346500_1750686831-Dubai_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465096/original/078715600_1767758431-Depositphotos_648614638_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462659/original/079379600_1767586693-IMG_8487-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3478632/original/034896200_1623319228-priscilla-du-preez-L3lznpRPZbI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4932095/original/003130400_1724986408-Ilustrasi_belanja_online__belanja__shopping__refund.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417131/original/095682400_1763522186-Depositphotos_565671370_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5318556/original/073929800_1755489328-Depositphotos_706629402_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282172/original/002632900_1752467860-Depositphotos_712660360_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309451/original/088618600_1754626917-Depositphotos_571793940_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5422696/original/083896100_1764038997-Depositphotos_756773588_XL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419414/original/027891200_1763695044-Depositphotos_723518782_XL.jpg)
![Buat kamu yang sering males bawa tas, this might be your new everyday essential. [@ninjalabsx].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/JmPHj_AUqE0OF1amNJyGoeHJEqw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431872/original/017250000_1764749869-SnapInsta.to_464376048_18021797717608173_6667940723387353151_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428609/original/023315200_1764553676-MIUCCIA_PRADA_HONORED_WITH_THE_LIFETIME_ACHIEVEMENT_AWARD_AT_THE_FASHION_TRUST_ARABIA_AWARDS_CEREMONY_2025__1_.jpg)
![Jennie BLACKPINK Berkolaborasi dengan Haribo. [@jennierubyjane]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/aV4GRPgoYJp6CPnLCXQZBu2qm5o=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426470/original/076048800_1764306557-IMG_1424_2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426531/original/055682400_1764308639-Screenshot_2025-11-28_123440.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426229/original/035642400_1764297400-tong-su-1xx1hq2RJts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426004/original/019931600_1764246120-Nov_27__2025__07_20_48_PM.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441357/original/073581100_1619528121-ashton-mullins-y16sN3fCwIw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565527/original/016038800_1693989450-suhyeon-choi-NIZeg731LxM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3990017/original/053057400_1649479346-omurden-cengiz--G2iJF_aUws-unsplash.jpg)
![Jessica Iskandar bersama suami dan ketiga anaknya merayakan Natal di Amerika Serikat. Di hari Natal, keluarga good looking ini tampil dengan set piyama merah motif tartan. [@inijedar]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/6NZb0Owi1nUJReZqWltxLh9-YGw=/0x26:894x530/320x217/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464355/original/036447700_1767686496-IMG_3139_2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302583/original/018271500_1754029894-tanaphong-toochinda-p_k2mG6hyjk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452876/original/099231900_1766461807-FIMELA_FASHION_-_Lanvin_at_Its_Most_Glam__IG_Feed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3221935/original/084901000_1598605805-pexels-andrea-piacquadio-975250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3353795/original/056458100_1611093586-beautiful-elegance-luxury-fashion-pink-women-handbag_1203-7653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416947/original/076643700_1763480454-IMG_4832.jpg)
![Tasya Farasya memilih gaun rancangan Sapto Djojokartiko berwarna nude lembut yang memancarkan aura elegan dan feminin. Detail renda dan bordir bunga yang menjalar di seluruh permukaan dress memberi kesan etereal, seolah Tasya melangkah dengan sentuhan magis di setiap langkahnya. [@tasyafarasya].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/OqVnUTOel9W48rzP0VmUfvkZ43Y=/0x0:1080x608/320x217/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401013/original/058481200_1762154715-SnapInsta.to_572802011_18541861090004502_6731982056297577983_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5395367/original/014527000_1761705838-FIMELA_FASHION_-_BLUSH_ELEGANCE_TO_SCULPTED_GRACE__IG_FEED_ls__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459559/original/074639600_1767164765-Unima.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464696/original/023500600_1767701867-1000895859.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466077/original/006255600_1767800085-Banjir_terjang_sejumlah_lokasi_di_Halmahera.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466074/original/035312400_1767798771-Sidang_kasus_perburuan_burung_di_TN_Baluran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465610/original/079190900_1767772099-1000200288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466049/original/069815900_1767794528-Polisi_bikin_dapur_lapangan_untuk_bantuk_korban_banjir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466036/original/005159200_1767792542-klbbfest1200.jpg)
![Kate Hudson memilih kalung dari emas putih 18 karat dan platinum dengan berlian seberat 43,32 karat, sebuah cincin dari emas putih 18 karat dengan 4,98 karat berlian hitam, serta cincin emas putih 18 karat lainnya dengan 5,78 karat berlian, semuanya dari koleksi Haute Joaillerie. Ia juga melengkapi penampilannya dengan sepasang anting dari koleksi Precious Lace berbahan emas putih 18 karat dengan 3,77 karat berlian. [Chopard]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/BptPu0AGC_1w3PXDfQ8qtr6Y_Rc=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465700/original/046447900_1767774394-IMG_3177_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465549/original/001076700_1767770594-downloadgram.org_587304299_18554245534013150_4274003833101833723_n.jpg)
![Aktris Michelle Ziudith membuka 2026 dengan rilisnya film terbatunya, Alas Roban. Tampilannya di gala premiere sukses mencuri perhatian tersendiri [@michelleziu]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/s5DQVr1a-sGY-AZMEYBti-Q4ylU=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465829/original/046475900_1767777330-SnapInsta.to_610751639_18557160076050142_3746379530291781436_n.jpg)