Sukses

Parenting

5 Tips Mengasuh Anak yang Hiperaktif

Fimela.com, Jakarta Anak hiperaktif mungkin tampak susah diatur. Dia selalu bergerak dan sangat aktif melakukan berbagai hal. Energinya seperti tak pernah habis. Tapi cukup sulit membuatnya mau mendengar atau mengikuti intruksi dan arahan kita.

Mengarahkan anak hiperaktif bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti sejumlah tips berikut yang dilansir dari everydayhealth.com berikut ini. Kita pun bisa mengikuti tips-tips ini dan menyesuaikannya sendiri dengan situasi yang kita hadapi. Selengkapnya, yuk langsung simak saja di sini.

1. Buat Peraturan Jelas

Sebagian orangtua mungkin menganggap bahwa menerapkan aturan di rumah hanya akan makin membuat anak terbebani dan terkekang. Tapi kalau tidak ada aturan jelas, anak akan makin sulit untuk diarahkan. Cobalah untuk membuat aturan jelas, seperti apa yang harus dilakukan setiap kali selesai bermain, yaitu harus mengembalikan semua mainan kembali ke tempatnya. Dengan menerapkan aturan-aturan seperti ini, maka anak pun jadi lebih mudah untuk mengondisikan dirinya dan tahu apa yang harusnya dilakukan dalam situasi tertentu.

2. Gunakan Kalimat Singkat dan Jelas dalam Memberi Intruksi

Memberi intruksi dengan kalimat panjang hanya akan menyulitkan anak. Jadi, gunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas setiap kali memberi intruksi pada anak. Kalau perlu, buat intruksi dengan menuliskannya di kertas untuk membantu anak mengingat intruksi yang harus dipatuhinya.

3. Kondisikan Situasi untuk Membantu Anak Fokus

Anak pengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) biasanya perhatiannya akan sangat mudah teralihkan. Jadi coba bantu ia untuk bisa fokus dan berkonsentrasi dengan baik. Contoh, saat dia harus mengerjakan PR, coba beri ia ruang dan meja untuk belajar yang jauh dari jangkauan mainan atau hal-hal yang hanya akan mengganggu konsentrasinya. Tapi ruangan tersebut perlu dibuat sehangat dan senyaman mungkin, agar anak tidak merasa dirinya sedang dihukum.

4. Hargai Setiap Usaha Kerasnya

Setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu, coba hargai usahanya. Sesekali kita juga bisa memberikannya hadiah. Hindari melabeli anak dengan kata-kata "bodoh", "goblok", dan sebagainya. Saat anak merasa dirinya telah berhasil membuat sebuah pecapaian, nantinya dia akan makin semangat untuk melakukan berbagai hal lain yang lebih positif.

5. Buat Jadwal untuk Meluangkan Waktu Khusus Bebas Bermain Apa Saja

Anak-anak tetap butuh waktu khusus yang bisa membebaskannya bermain apa saja. Selain membantunya membuat jadwal dan aturan, kita juga bisa membantunya untuk meluangkan waktu tertentu khusus bermain di luar. Bisa bermain apa saja sesuka hati, tentunya kita tetap perlu mengawasinya, ya. Salurkan energi buah hati dengan melakukan berbagai aktivitas yang membebaskan dan menyenangkan.

Dalam kasus tertentu, kita perlu juga berkonsultasi ke dokter anak atau psikiater agar bisa mengenal karakter anak lebih dalam. Sehingga dalam mengarahkan dan mendidiknya bisa lebih mudah. Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan keistimewaannya sendiri, tugas kita lah untuk mendukung dan membantunya memaksimalkan potensinya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Anak yang Ikut PAUD Punya Sikap yang Lebih Baik, Menurut Studi
Artikel Selanjutnya
5 Tips Mendidik Anak Agar Bisa Selalu Bahagia dan Tidak Gampang Stres