Sukses

Parenting

6 Cara Mudah Mendorong Anak Gemar Berolahraga untuk Cegah Obesitas

Fimela.com, Jakarta Salah satu aspek positif dari berolahraga, di samping bermanfaat untuk kesehatan adalah bahwa berolahraga dapat menjadi hal yang sangat menyenangkan. Setiap anak yang menghabiskan waktu libur sekolah di luar rumah, bermain bola, bersepeda dan permainan lainnya pasti akan setuju dengan hal ini. 

Namun, teknologi dan berbagai jenis hiburan lain akhir-akhir ini telah mengubah secara dramatis prilaku anak terutama dalam berkegiatan.

Director, Sport Performance and Education Herbalife Nutrition, Dana Ryan mengatakan bahwa kebiasaan berdiam di dalam rumah dengan ditemani internet dan gawai adalah kebiasaan yang sangat normal saat ini.

"Kita telah banyak permisif kepada kebiasaan sedentary lifestyle (gaya hidup dengan kurang aktivitas fisik) yang dijalani oleh anak-anak kita. Meski besar kemungkinan kita mengetahui risiko-risiko kesehatan yang akan dihadapi dengan kebiasaan ini," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Fimela.com

Dan ketika berbicara tentang anak-anak dan kebiasaan mereka berolahraga, maka telah banyak data yang menggambarkan. Salah satunya menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada 41 juta bayi dan anak kecil yang kelebihan berat badan atau obesitas di seluruh dunia. Jika tren ini terus berlanjut, jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 70 juta pada tahun 2025.

Untuk itu, kita harus membiasakan si kecil berolahraga agar tubuh mereka lebih sehat terbebas dari obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Berikut beberapa cara sederhana dan mengasikan mengajak anak olahraga. 

1. Jadikan olahraga aktivitas keluarga

Anak-anak mungkin tidak mau berolahraga jika mereka melihatnya sebagai tugas tambahan. Tetapi jika orangtua bergabung dengan mereka dan menjadikan berolahraga sebagai bagian dari menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, sikap mereka kemungkinan besar akan berubah. Ikut terlibat dalam berbagai aktivitas seperti bersepeda bersama, bermain bola atau bahkan pergi naik gunung sekeluarga.

2. Jangan taruh TV di kamar mereka

Mungkin akan sangat menarik bagi anak-anak untuk tetap di tempat tidur dan menonton kartun atau bermain video game sepanjang hari, terutama saat liburan. Untuk mengurangi godaan tersebut, letakkan TV di ruang tamu dan sarankan mereka memainkan beberapa alternatif permainan yang menarik agar tidak terlalu banyak terpapar layar televisi. 

3. Rencanakan hari bermain bersama teman

Anak-anak dapat menyalurkan energi kepada teman-teman sebayanya, jadi mengepa tidak mengundang beberapa teman mereka untuk bermain bola atau berenang bersama? Selain itu, merasa menjadi bagian dari komunitas dan memiliki ikatan sosial akan membantu mereka lebih gemar beraktivitas fisik di luar ruangan. 

4. Biarkan anak memimpin

Anak-anak lebih cenderung berkomitmen pada sesuatu yang merupakan ide mereka, jadi biarkan anak memilih kegiatan yang akan dilakukan bersama keluarga. Baik itu pertandingan bola basket atau kegiatan lainnya. Mulailah untuk mendorong mereka untuk dapat membuat pilihan-pilihan kecil. 

5. Gunakan olahraga sebagai sarana

Aktivitas fisik tidak selalu harus menjadi tujuan akhir, itu juga bisa menjadi sarana. Jika akan mengunjungi nenek atau ke bioskop, berjalan kaki atau bersepeda dapat menjadi pilihan. 

6. Gunakan pedometer untuk keluarga

Anak-anak senang mengukur, jadi mengapa tidak gunakan pedometer -gadget yang menghitung berapa langkah yang ambil- untuk setiap anggota keluarga dan membandingkan jumlahnya di akhir setiap hari? Sedikit persaingan yang sehat mungkin membuat keajaiban dan memotivasi anakmu. 

Perlu diingat untuk menyandingkan kegiatan fisik ini dengan nutrisi yang baik dan seimbang. Orangtua dapat memulai dari kebun belakang rumah sendiri dan melibatkan anak-anak dalam membuat sarapan atau makan malam. Ketika membahas pencegahan obesitas, kita perlu fokus pada aktivitas fisik dan nutrisi sehat, tetapi juga memastikan anak-anak merasa termotivasi dalam lingkungan yang mendukung.

#growfearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Kelebihan Lemak di Tubuh Bisa Menurunkan Kecerdasan Otak