Sukses

Parenting

Tips Membesarkan Anak yang Suka Belajar

Fimela.com, Jakarta Membesarkan anak dengan kecintaan belajar dan keterampilan berpikir kritis akan selalu menjadi tujuan dari setiap orangtua, bukan? Melihat masyarakat yang mudah diganggu oleh banyaknya informasi yang salah, teori konspirasi, penyangkalan terhadap sains, keingintahuan intelektual sangat penting saat ini.

Anak yang suka belajar akan memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan dan eksplorasi baru, sambil mengembangkan ketekunan dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan mereka. Keingintahuan membantu anak memperluas wawasan mereka dan berkembang dalam keadaan yang terus berubah.

Selain itu, rasa ingin tahu membuat siapapun secara intelektual tetap terstimulaasi, sulit untuk cepat bosan. Keingintahuan juga membantu seseorang untuk berpikiran terbuka dan tidak terlalu egois, seperti dilansir dari huffpost.com.

1. Menciptakan ruang untuk pertanyaan dan percakapan terbuka

Semua anak memiliki pertanyaan, pemikiran, dan gagasan tentang dunia di sekitar mereka. Menciptakan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan ini dari perspektif berbeda akan menciptakan ruang bagi mereka untuk membuat keputusan yang tepat tentang apa yang harus dipikirkan dan bagaimana berpikir tentang berbagai topik dan masalah sosial.

Para orangtua harus meluangkan waktu untuk bicara dengan anak mereka dan tanyakan apa yang mereka pikirkan. Kemampuan sebuah keluarga untuk berbagi ide atau membicarakan hal-hal yang benar-benar penting dengan anak adalah salah satu cara memprediksi perkembangan anak.

2. Mendorong minat pribadi anak

Orangtua harus memupuk minat anak, karena mereka belajar paling baik ketika mereka mempelajari sesuatu. Memupuk keingintahuan anak adalah tentang mengikuti langkah mereka dan meningkatkan pengalaman.

 

 

3. Menjadi teladan sosok yang suka belajar

Cara terbaik untuk menanamkan kecintaan belajar pada anak adalah dengan mencontohkan keingintahuan intelektual mereka sendiri. Anak akan melihat dan meniru orangtua mereka.

4. Mengidentifikasi gaya belajar optimal anak

Sangat penting untuk mengajarkan anak tentang gaya belajar. Anak akan menunjukkan minat ketika mereka melihat kesuksesan. Orangtua harus bisa memperhatikan apa yang diperlukan anak untuk belajar secara optimal, apa alat yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan mereka.

5. Menggabungkan pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari

Orangtua harus membuat pengalaman belajar dengan melibatkan anak ke dalam sekolah kehidupan. Mereka harus memuji keingintahuan anak, eksplorasi ide yang berbeda, menyajikan pengalaman baru, dan memperkenalkan mereka kepada guru yang memiliki keahlian di bidang yang anak anggap menarik.

6. Menyediakan bahan untuk mengekspresikan ide

Orangtua dapat menumbuhkan keingintahuan intelektual anak dengan menyediakan bahan untuk mengekspresikan ide mereka. Bahan-bahan ini tidak harus mahal, namun berguna.

#Elevate Women

;
Loading