Studi Membuktikan: Makan Sebelum Tidur Mengobati Insomnia

Fimela diperbarui 28 Feb 2016, 20:11 WIB

Hampir setiap orang pernah mengalami gangguan tidur. Umumnya gangguan tidur terjadi karena stres, depresi atau konsumsi kafein yang berlebih.

Saran-saran yang umum kita dengar untuk mengatasi insomnia adalah dengan menghindari minum minuman berkafein sebelum tidur, mematikan lampu sebelum tidur, minum susu hangat ataupun menghindari melihat layar gadget sebelum tidur. Tetapi sebuah studi yang dilakukan oleh the American Academy of Sleep Medicine menyebutkan, salah satu faktor yang dapat mempermudah kita untuk terlelap adalah dengan makan!

Yup, makan makanan yang tinggi serat dan rendah lemak terbukti dapat membuat seseorang merasa rileks dan mudah tidur. Studi yang dipimpin oleh profesor dari Columbia University Medical Center ini dilakukan pada 26 orang dewasa yang diteliti dari pola tidurnya selama lima hari. Selama tiga hari, para peneliti mengontrol asupan diet para partisipan dan melihat hasilnya di malam ketiga. Hari selanjutnya, partisipan diperbolehkan makan sesuka hati.

Dari hasil eksperimen tersebut ditemukan bahwa hanya diperlukan waktu 17 menit bagi para partisipan untuk tertidur lelap di hari-hari dengan diet yang terkontrol. Sementara itu, di hari mereka diperbolehkan untuk makan sesuka hati, mereka memerlukan waktu 30 menit lebih lama untuk tertidur. Makanan manis, rendah serat dan tinggi lemak ternyata menjadi pemicu seseorang sulit tidur dan lebih sering terbangun.

Studi yang kami kutip dari realsimple.com ini menunjukkan gaya hidup yang sehat dan kualitas tidur sangat berpengaruh. Untuk kesehatan yang optimal, sangat penting bagi kita di usia-usia produktif untuk memperhatikan asupan makanan dan istirahat yang berkualitas.

(vem/wnd)