Review Buku How to Respect Myself: Seni Menghargai Diri Sendiri

Endah Wijayanti diperbarui 26 Des 2021, 14:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Seberapa sering kita merasa rendah diri? Dalam situasi dan kondisi seperti apa kita merasakan emosi dan perasaan yang tidak nyaman? Memahami emosi dan perasaan sendiri tak jarang butuh proses yang panjang. Mengenali diri sendiri dengan baik pun kadang butuh perjuangan yang berliku.

Bahkan mungkin selama ini kita masih belum cukup baik dalam menghargai diri sendiri. Mungkin kita masih belum bisa mengenal dengan baik harga diri yang kita punya. Saat kita belum bisa menghargai diri sendiri dengan baik, seringkali kita akan kesulitan dalam menerjemahkan emosi dan perasaan sendiri. Selain itu, kita bisa kesulitan juga dalam melewati masa-masa sulit seorang diri.

How to Respect Myself, buku yang ditulis oleh seorang dokter kejiwaan, Yoon Hong Gyun ini bisa menjadi referensi bacaan yang bagus bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal diri, lebih mencintai diri sendiri, serta lebih menghargai diri sendiri. Kehidupan tak selalu menawarkan kemudahan dan kebahagiaan. Ada saat-saat kita merasa ciut atau bingung dalam menghadapi situasi yang tak pernah kita duga, seperti kesepian, perpisahan, hingga soal menerjemahkan emosi dan perasaan sendiri.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

How to Respect Myself, Buku Laris di Korea Selatan

How to Respect Myself./Copyright Endah

Judul: How to Respect Myself: Seni Menghargai Diri Sendiri

Penulis: Yoon Hong Gyun

Alih bahasa: Asti Ningsih

Penyunting: Rani Andriani Koswara

Penyeleras akhir: Lukito AM

Desain awal: Kyu

Penata letak dan pendesain sampul: Arief Hidayat

Diterbitkan pertama kalil oleh: TransMedia Pustaka

Cetakan kesepuluh, 2021

BAGAIMANA ANDA MENJAGA DAN MENCINTAI DIRI SENDIRI?Metode Pelatihan Mandiri untuk Harga Diriala Dokter Kejiwaan ‘dr. Yoon si Penjawab’

Selain mengandung 24 latihan untuk meningkatkan kepercayaan diri, buku ini juga terbagi dari tujuh bagian berikut.

1. Bagian pertama penanganan kesalahpahaman dan prasangka atas ‘harga-diri’ serta mengajak Anda menyadari pentingnya kepercayaan diri dalam kehidupan.

2. Bagian dua dan tiga memaparkan penanganan hubungan percintaan, relasi, dan perpisahan yang dapat menurunkan kepercayaan diri.

3. Bagian empat dan lima merupakan ‘panduan menangani emosi’. Dalam bagian-bagian ini disertakan tip dan trik menangani perasaan rendah diri, seperti membenci diri sendiri, depresi, dan kecemasan.

4. Bagian enam dan tujuh memaparkan berbagai tip praktis, spesifik, dan efektif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Setelah membaca buku ini, pada akhirnya Anda akan memiliki perspektif hidup yang berbeda dan mulai mencintai diri sendiri apa adanya. Tak ada lagi kebimbangan dalam memutuskan segala hal dan terpengaruh pendapat atau penilaian orang lain.

***

Orang yang mampu mengontrol emosi dengan baik ditandai dengan pemahaman bahwa emosi itu tidak terbatas pada masalah yang saat itu dihadapinya. "Sebagai contoh, ketika seseorang marah pada bawahannya, ia menyadari bahwa kegusarannya tersebut merupkan kombinasi atas sebuah pengalaman yang dapat dibawa dari masa lalu, situasi saat ini, dan juga kondisi dirinya," tulis Yoon Hong Gyun dalam buku ini. 

Untuk senantiasa merasa percaya diri dan bisa mengontrol emosi dengan baik, penting bagi kita untuk bisa mengenal diri dengan baik. Mengenal diri yang dimaksud di sini mencakup bisa senantiasa mengendalikan diri, mencintai kelebihan serta kekurangan diri, dan memiliki kendali diri yang baik terkait dengan harga diri.

Banyak fakta dan penjelasan dalam buku ini yang sangat membuka mata. Pembahasan soal cara dan kiat membangun harga diri dipaparkan dengan penjelasan yang mudah dipahami. Selain itu, buku ini juga menghadirkan rubrik khusus yang bisa dipraktikkan langsung di kehidupan sehari-hari dalam upaya membangun dan meningkatkan harga diri.

Kita bisa membaca buku ini mulai dari bab mana saja. Hanya saja sepertinya akan lebih baik jika buku ini dibaca dengan runut karena tiap tulisan di masing-masing bab saling terkait. Sehingga jika membacanya melompat-lompat, dikhawatirkan kita akan kesulitan mencerna setiap topik dan pembahasan yang diuraikan. Tidak perlu terburu-buru membacanya karena ada banyak hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga ada banyak poin menarik yang bisa kita ambil manfaatnya.

"Kita tidak bisa menjadi pribadi yang selalu dicintai oleh semua orang. Masalah akan selalu datang dalam kehidupan kita. Kita akan mengalami penolakan. Kita akan mengecewakan. Hati kita tak selamanya diliputi oleh kebaikan. Setiap orang memiliki masalah internal. Ada ambisi, nafsu, kecemburuan, dan rasa iri yang tersembunyi. Ada rasa kurang percaya diri dan hasrat untuk bergantung." (hlm. 65)

"Untuk dapat mengontrol emosi, kita harus tahu cara menghadapinya. Emosi bagaikan ombak yang membentang di depan kita. Kita harus bersiap-siap untuk menaikinya agar tidak terseretd di dalamnya. Orang yang terlalu lama hanyut di dalam ombak akan mudah takut hanya dengan melihatnya saja. Agar bisa menaikinya, kita harus mulai dengan berlatih membuka mata." (hlm. 164)

Karena ditulis oleh seorang dokter kejiwaan yang sudah sangat berpengalaman, banyak cerita yang ia uraikan berdasarkan kejadian yang dialami langsung oleh klien-kliennya. Jadi, buku ini tak sebatas berisi kata-kata mutiara saja. Ada muatan yang sangat informatif untuk diaplikasikan ke kehidupan kita sendiri.

 

How to Respect Myself, buku yang termasuk dalam salah satu jajaran buku paling laris di Korea Selatan ini bisa jadi referensi bacaan yang menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal diri lebih jauh. Baca perlahan dan resapi, lalu praktikkan latihan-latihan yang dianjurkan, maka besar kemungkinan kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik dan nyaman.

 

#ElevateWomen