4 Gangguan Kesehatan yang Disebabkan oleh Patah Hati

Fimela Reporter diperbarui 22 Jan 2022, 07:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Cinta dalam hubungan merupakan suatu hal yang wajar. Namun, yang perlu kamu ketahui adalah patah hati ini bisa menimbulkan masalah di dalam tubuh kamu baik secara psikis ataupun fisik. Dan patah hati tidak hanya disebabkan oleh hubungan percintaan tapi juga bisa karena penolakan, perpisahan karena jarak, atau bahkan kehilangan seorang yang terdekat karena kematian.

Gejala awal yang dirasakan oleh orang yang patah hati adalah nyeri dada dan sesak nafas yang cenderung pendek. Reaksi itu dipicu oleh lonjakan hormon stress yang disebabkan oleh kelelahan fisik dan emosional ekstrim. Sindrom patah hati juga dapat didiagnosa sebagai serangan jantung karena gejala dan hasil pemeriksaannya yang mirip. Berikut gangguan kesehatan yang disebebkan oleh patah hati.

1. Menurunnya sistem imun

Tubuh memiliki banyak hormon di dalamnya dan berhubungan langsung dengan otak adalah hormon dopamin. Ini adalah salah satu hormon yang dapat membuat seseorang menjadi bahagia. Namun, ketika patah hati hormon dopamin akan menurun secara drastis. Akibatnya kamu akan sama sekali tidak terlihat bahagia dan akan mengalami depresi. Depresi akan menyebabkan menurunnya sistem imun yang akan membuat kamu gampang sakit.

2. Masalah kulit

Patah hati dapat memicu hormon kortisol atau hormon pemicu stress. Hormon ini dapat menyerang tubuh kamu sehingga kulit kamu menjadi lebih sensitif. Akibatnya kulit kamu cenderung kusam lalu muncul bintik-bintik pada wajah dan juga jerawat. Hal ini juga bisa menyerang kulit kepala kamu sehingga bisa memicu munculnya ketombe dan kerontokan pada rambut.

2 dari 2 halaman

3. Darah tinggi

Darah tinggi / / copyright shutterstock

Peningkatan tekanan darah dalam waktu pendek akan mendorong terjadinya krisis hipertensif. Hal ini akan menyebabkan sakit kepala, kesulitan bernafas, hingga mimisan. Stress juga sering kali membuat kita melakukan hal-hal yang tidak sehat seperti merokok, minum minuman keras, atau makan dalam porsi yang berlebihan. Hal tersebutlah yang dapat memicu darah tinggi.

4. Asam lambung dan gangguan pencernaan

Jika sedang patah hati lalu kamu merasa nafsu makan kamu berkurang, itu disebabkan oleh produksi hormon kortisol yang sedang meningkat. Hormon kortisol yang di produksi ketika kamu sedang mengalami stress, itu bisa menghambat aliran darah saluran pencernaan. Akibatnya produksi asam lambung meningkat dan memberikan rasa tidak nyaman pada perut kamu.

Buat sahabat fimela mulai sekarang kalau patah hati jangan berlarut-larut ya. Mending kamu jadikan rasa patah hatimu untuk melakukan hal-hal yang positif.

Ditulis: Adjeng Dwi Fitriani