Fimela.com, Jakarta Memulai perjalanan MPASI selalu menjadi fase penuh antusias bagi para orangtua. Setiap makanan baru yang dikenalkan bukan hanya menambah variasi nutrisi, tetapi juga membantu bayi belajar rasa, tekstur, dan kebiasaan makan yang baik. Yogurt menjadi salah satu pilihan yang banyak disukai karena teksturnya lembut dan kandungan nutrisinya kaya, mulai dari kalsium, protein, hingga lemak sehat untuk perkembangan bayi.
Namun, tidak semua produk berbahan dasar susu aman untuk bayi yang baru memasuki masa MPASI. Ada perbedaan besar antara susu sapi murni dan produk susu fermentasi seperti yogurt. Itulah mengapa orangtua perlu memahami kapan bayi sudah boleh makan yogurt, sekaligus mengetahui jenis yogurt seperti apa yang aman untuk diberikan pada tahun pertama kehidupan mereka.
Dilansir dari Solid Starts, yogurt aman diberikan sejak bayi memulai MPASI, yaitu sekitar usia 6 bulan. Proses fermentasi membuat yogurt lebih mudah dicerna, sehingga tidak memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan bayi. Namun tetap ada aturan mengenai tekstur, jenis yogurt, dan porsi penyajian yang perlu diperhatikan agar konsumsi yogurt benar-benar aman untuk si kecil. Yuk simak penjelasan lengkapnya Sahabat Fimela!
Usia Aman Bayi Mengonsumsi Yogurt
Bayi boleh mulai makan yogurt sejak usia sekitar 6 bulan, yaitu ketika mereka sudah siap menerima makanan padat. Yogurt termasuk makanan yang cocok untuk tahap awal MPASI karena memiliki tekstur lembut dan mudah ditelan. Proses fermentasinya membantu menurunkan kadar laktosa, sehingga lebih ramah untuk perut bayi dibandingkan susu sapi biasa.
Pada usia ini, bayi juga mulai membutuhkan variasi nutrisi dari berbagai sumber. Yogurt bisa menjadi cara yang baik untuk memenuhi kebutuhan lemak dan kalsium tambahan tanpa memberikan makanan yang terlalu berat bagi pencernaan.
Mengapa Yogurt Aman Sebelum 1 Tahun?
Meskipun susu sapi cair belum dianjurkan sebelum usia 12 bulan, yogurt justru menjadi pengecualian yang aman. Fermentasi membuat kandungan gula alami (laktosa) dalam susu menjadi lebih mudah diurai, sehingga tubuh bayi dapat memprosesnya dengan lebih baik. Tekstur yogurt yang lembut juga mengurangi risiko tersedak, membuatnya sesuai untuk MPASI awal.
Yogurt juga dikenal kaya probiotik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan bayi. Pengalaman bayi dalam MPASI akan semakin baik jika pencernaannya terjaga, sehingga yogurt bisa menjadi salah satu makanan yang memberikan manfaat tambahan.
Cara Aman Memberikan Yogurt kepada Bayi
Saat memperkenalkan yogurt, pilihlah yogurt plain tanpa gula tambahan agar bayi tidak terbiasa dengan rasa manis sejak dini. Yogurt dengan tambahan rasa biasanya mengandung gula dan bahan lain yang tidak sesuai untuk bayi. Pilihan terbaik adalah yogurt full fat atau Greek yogurt plain yang kaya lemak baik, penting untuk perkembangan otak di masa pertumbuhan pesat.
Di awal, berikan yogurt dalam jumlah kecil seperti 1–3 sendok makan untuk melihat respons bayi. Seiring waktu, porsinya bisa ditambah secara perlahan. Perhatikan juga reaksi tubuh bayi setelah konsumsi pertama, terutama jika keluarga memiliki riwayat alergi terhadap susu.
Rekomendasi Penyajian Yogurt untuk Bayi
Untuk bayi berusia 6–8 bulan, yogurt dapat disajikan secara langsung karena teksturnya sudah cukup lembut. Jika ingin menambah rasa alami, campurkan dengan buah yang dilumat seperti pisang, alpukat, atau mangga. Hindari penggunaan madu hingga bayi berusia 12 bulan karena risiko botulisme.
Memasuki usia 9 bulan ke atas, yogurt dapat dipadukan dengan bahan lain seperti bubur oatmeal, chia seed yang direndam, atau dijadikan saus untuk finger food. Cara ini membantu bayi mengeksplorasi rasa dan tekstur baru, sekaligus membuat waktu makan lebih menyenangkan.
Yogurt merupakan salah satu makanan yang aman dan bermanfaat untuk bayi sejak usia 6 bulan. Teksturnya yang lembut, kandungan nutrisinya yang kaya, serta kemudahan dalam penyajian membuat yogurt menjadi pilihan MPASI yang praktis. Dengan memilih yogurt plain tanpa gula dan memperhatikan porsi serta respons bayi, yogurt dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.
Penulis: Siti Nur Arisha