Tips Keamanan Anak saat Berenang, Orangtua Wajib Tahu

Anisya FandiniDiterbitkan 09 Januari 2026, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Air selalu memiliki daya tarik bagi anak-anak. Berenang menjadi aktivitas menyenangkan sekaligus menyehatkan, apalagi saat cuaca sedang panas. Namun, di balik keseruannya, aktivitas ini tetap memiliki risiko yang perlu diwaspadai.

Banyak orang tua mengira bahwa bahaya hanya mengincar anak yang belum bisa berenang. Padahal, anak yang sudah mahir pun tetap membutuhkan pengawasan ekstra. Risiko terpeleset, kelelahan, atau panik di dalam air bisa terjadi kapan saja.

Karena itu, memahami langkah-langkah keamanan selama anak berenang bukan hal sepele. Untuk menjaga mereka tetap aman, orang tua perlu mengetahui panduan yang tepat sebelum, selama, dan setelah berenang.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Pengawasan Ketat Tanpa Gangguan

anak laki-laki sedang berenang diajari ayahnya. credits: pexels.com/nurseryart.

Pengawasan adalah aturan utama dalam menjaga keselamatan anak saat berenang. Orang tua harus berada dekat area kolam dan memberikan perhatian penuh tanpa terdistraksi oleh ponsel, obrolan, atau kegiatan lain. Dalam kecelakaan air, hitungan detik saja sudah bisa membawa risiko. Kehadiran orang tua secara aktif dapat mencegah bahaya sebelum terjadi.

3 dari 6 halaman

2. Pelampung yang Aman dan Sesuai Usia

anak bayi sedang berenang ditemani ibunya. credits: pexels.com/franco

Pelampung memang bukan alat keselamatan mutlak, tetapi dapat membantu menurunkan risiko tenggelam. Pastikan anak menggunakan pelampung yang sesuai usia, ukuran, dan standar keamanan. Hindari pelampung berbentuk ban karena mudah terbalik. Lebih aman menggunakan life jacket atau pelampung khusus anak dengan pengait yang stabil.

4 dari 6 halaman

3. Ajarkan Aturan Dasar Sebelum Masuk Kolam

Ilustrasi anak bermain di kolam renang. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Sebelum anak mulai berenang, jelaskan aturan sederhana seperti tidak berlari di tepi kolam, tidak mendorong teman, serta tidak menyelam di area dangkal. Aturan dasar ini sering dianggap sepele, tetapi sangat penting untuk mencegah kecelakaan. Ajari juga anak untuk memberi tahu orang tua jika ingin berpindah area kolam.

5 dari 6 halaman

4. Perhatikan Kebersihan dan Kondisi Air

Ilustrasi anak menggunakan kacamata renang ketika berenang sebagai bentuk alat keamanan. (Sumber foto: Pexels.com).

Kondisi air kolam yang tidak bersih bisa menyebabkan iritasi mata, gangguan kulit, hingga masalah pernapasan. Jika berenang di kolam umum, pastikan air jernih, tidak berbau menyengat, dan area sekitarnya terawat. Kolam yang terlalu berbau klorin justru menandakan penggunaan bahan kimia berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan anak.

6 dari 6 halaman

5. Pastikan Anak Tidak Lelah atau Kedinginan

Batasi durasi berenang agar anak tidak kelelahan dan daya tahan tubuhnya tetap terjaga. (foto: pvproductions/Freepik)

Anak memiliki batas stamina yang berbeda dari orang dewasa. Jika mereka mulai menggigil, wajah pucat, atau terlihat sangat lelah, segera hentikan aktivitas berenang. Kedinginan dan kelelahan dapat membuat anak kehilangan kekuatan untuk menggerakkan tubuh di air, yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Menjaga keamanan anak saat berenang adalah tanggung jawab besar yang memerlukan kewaspadaan penuh. Dengan pengawasan aktif, pelampung yang tepat, aturan yang jelas, serta memperhatikan kondisi tubuh dan kolam, orang tua dapat memberikan pengalaman berenang yang aman sekaligus menyenangkan. Ingat, pencegahan kecil bisa menyelamatkan banyak hal.