Lari Terasa Berat? Bisa Jadi Form Larimu Perlu Diperbaiki

Nazwa Putri KurniawanDiterbitkan 13 Februari 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang mengira lari yang terasa makin berat disebabkan oleh stamina yang menurun, padahal jarak dan tempo yang ditempuh tetap sama. Napas yang cepat tersengal, otot kaki terasa kaku, hingga tubuh yang mudah lelah sering dianggap hal wajar. Namun, ada aspek penting yang kerap terabaikan, yaitu cara tubuh bergerak saat berlari. Form lari yang kurang tepat dapat membuat tenaga cepat terkuras karena otot bekerja tidak efisien. Kebiasaan kecil seperti posisi badan yang terlalu condong, ayunan tangan yang tidak rileks, atau langkah kaki yang tidak seimbang tanpa disadari membuat lari terasa lebih melelahkan sejak awal.

Saat melakukan lari, seluruh bagian tubuh seharusnya bergerak selaras sebagai satu sistem. Mulai dari posisi kepala, bahu, hingga pijakan kaki, semuanya saling memengaruhi. Berdasarkan sumber dari runnersworld.com, ketika salah satu bagian tidak bekerja dengan benar, tubuh akan mengompensasi dengan cara lain yang justru menambah beban. Banyak pelari, baik pemula maupun yang sudah terbiasa berlari, jarang memperhatikan hal ini karena menganggap lari sebagai aktivitas alami. Padahal, tanpa form dan teknik dasar yang tepat, lari bisa terasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko cedera. Postur yang baik membantu menjaga alur gerakan tetap efisien dan napas lebih terkontrol.

Membenahi form lari tidak selalu berarti melakukan perubahan besar atau mempelajari teknik yang rumit. Perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten justru sering memberikan hasil yang lebih terasa. Memahami posisi tubuh, pola langkah, serta koordinasi gerakan saat berlari, kenyamanan akan meningkat secara bertahap. Lari pun tidak lagi hanya tentang mengejar jarak atau kecepatan, melainkan tentang bergerak dengan lebih sadar dan seimbang. Ketika form lari mulai diperbaiki, rasa berat perlahan berkurang dan aktivitas lari kembali terasa ringan serta menyenangkan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Perhatikan postur tubuh saat berlari

Postur lari yang baik adalah tubuh tegak dan seimbang dengan sedikit condong ke depan dari pergelangan kaki agar gerakan lebih natural dan tidak mudah lelah. (Foto: tirachardz/Freepik)

Postur tubuh menjadi dasar utama dalam form lari yang baik. Usahakan tubuh berada dalam posisi tegak dan seimbang, dengan sedikit condong ke depan yang berasal dari pergelangan kaki, bukan dari pinggang. Posisi ini membantu tubuh bergerak lebih natural mengikuti arah langkah. Hindari kebiasaan membungkuk atau menengadah karena dapat membuat otot cepat tegang dan mengganggu keseimbangan saat berlari.

2. Jaga bahu dan leher tetap rileks

Banyak pelari tanpa sadar menegangkan bahu dan leher, terutama saat mulai merasa lelah. Ketegangan ini membuat aliran gerakan menjadi kaku dan mempercepat rasa capek. Cobalah untuk secara sadar merilekskan bahu, membiarkannya turun alami, serta menjaga leher tetap santai agar tubuh bagian atas tidak membebani gerakan lari.

3. Atur ayunan tangan dengan benar

Ayunan tangan berperan penting dalam menjaga ritme dan keseimbangan tubuh. Ayunkan tangan secara alami ke depan dan belakang, sejajar dengan arah lari, bukan menyilang ke tengah tubuh. Posisi siku yang membentuk sudut sekitar 90 derajat membantu mengontrol gerakan dan membuat langkah terasa lebih stabil.

4. Perbaiki pola pendaratan kaki

Cara kaki menyentuh tanah sangat memengaruhi kenyamanan saat berlari. Usahakan mendarat dengan bagian tengah kaki secara lembut agar tekanan tidak langsung tertumpu pada tumit atau lutut. Pendaratan yang baik membantu menyerap benturan dan mengurangi risiko nyeri pada sendi.

3 dari 3 halaman

5. Gunakan langkah yang lebih pendek dan konsisten

Langkah lari yang lebih pendek dan cepat membantu menjaga ritme tetap stabil sehingga energi digunakan lebih efisien dan tubuh tidak cepat lelah. (Foto: lookstudio/Freepik)

Langkah yang terlalu panjang sering kali membuat tubuh cepat kelelahan dan kehilangan keseimbangan. Dengan langkah yang lebih pendek namun cepat, energi dapat digunakan lebih efisien. Ritme yang stabil juga membantu menjaga kecepatan tanpa memaksa tubuh bekerja terlalu keras.

6. Kelola pernapasan dengan ritme yang tepat

Pernapasan yang teratur membantu tubuh mendapatkan oksigen secara optimal. Cobalah bernapas lebih dalam dan selaras dengan langkah lari agar energi tetap terjaga dan rasa lelah tidak datang terlalu cepat.

7. Evaluasi form lari secara berkala

Memperbaiki form lari adalah proses bertahap. Sesekali perhatikan kembali cara kamu berlari atau rekam untuk melihat bagian mana yang perlu dibenahi. Dengan evaluasi rutin, perbaikan dapat dilakukan secara perlahan dan hasilnya akan terasa lebih optimal dalam jangka panjang.

Memahami dan menerapkan langkah-langkah di atas, lari tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga pengalaman yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.