Fimela.com, Jakarta - Kemampuan makan anak bukan hanya soal mau atau tidaknya mencoba makanan baru, tetapi juga berkaitan erat dengan kekuatan dan koordinasi otot mulut. Pada beberapa anak, proses mengunyah, menghisap, hingga menelan bisa menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini sering kali membuat waktu makan terasa melelahkan, baik bagi anak maupun orang tua. Padahal, kemampuan oromotor yang baik sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Latihan oromotor menjadi salah satu cara yang banyak direkomendasikan untuk membantu anak menguatkan otot rahang, lidah, dan bibir. Salah satu metode yang sering digunakan dalam feeding therapy adalah pemberian resistive food, yaitu jenis makanan dengan tekstur tertentu yang membutuhkan usaha lebih saat dikunyah. Jika diberikan dengan tepat dan aman, resistive food dapat membantu meningkatkan keterampilan makan anak secara bertahap tanpa menimbulkan trauma.
Dalam praktik feeding therapy, pemilihan makanan tidak boleh dilakukan sembarangan. Orang tua perlu memahami kondisi anak, tahapan perkembangan, serta jenis makanan yang sesuai. Dilansir dari Flourishing Lives, feeding therapy dirancang untuk membantu anak menghadapi tantangan makan dalam lingkungan yang suportif, menyenangkan, dan aman, termasuk melalui pemilihan tekstur makanan yang tepat. Yuk kenali penjelasannya Sahabat Fimela!
Mengapa Anak Membutuhkan Latihan Oromotor?
Latihan oromotor bertujuan untuk melatih otot-otot yang berperan dalam proses makan, seperti mengunyah, menelan, dan mengontrol makanan di dalam mulut. Anak yang memiliki kelemahan otot mulut atau koordinasi yang kurang optimal sering kali kesulitan mengelola tekstur makanan tertentu, sehingga berisiko mengalami tersedak atau menolak makan.
Beberapa anak membutuhkan latihan ini karena adanya gangguan pemrosesan sensorik, keterlambatan perkembangan, hingga kondisi medis tertentu seperti refluks atau alergi makanan. Melalui latihan yang konsisten, anak dapat belajar mengontrol gerakan mulutnya dengan lebih baik dan membangun kebiasaan makan yang sehat.
Apa Itu Resistive Food dalam Latihan Oromotor?
Resistive food adalah makanan dengan tekstur yang memberikan “tantangan” ringan bagi otot mulut saat dikunyah. Tekstur ini membantu melatih kekuatan rahang dan koordinasi lidah tanpa membahayakan anak. Namun, resistive food harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak agar tetap aman.
Dalam feeding therapy, resistive food sering digunakan sebagai bagian dari latihan oral motor exercises untuk meningkatkan kemampuan mengunyah dan memanipulasi makanan di dalam mulut.
Rekomendasi Resistive Food yang Aman untuk Anak
1. Wortel Kukus Potongan Besar
Wortel yang dikukus hingga empuk namun masih memiliki tekstur bisa menjadi pilihan resistive food yang aman. Potongan besar memungkinkan anak menggigit dan mengunyah tanpa risiko langsung tertelan.
2. Kentang atau Ubi Panggang
Kentang dan ubi panggang memiliki tekstur padat tetapi lembut di dalam. Makanan ini membantu anak melatih gerakan mengunyah secara perlahan dan terkontrol.
3. Roti Tawar Sedikit Kering
Roti tawar yang tidak terlalu lembek memberikan resistensi ringan saat dikunyah. Tekstur ini cocok untuk anak yang sedang belajar mengontrol gerakan rahang dan lidah.
4. Keju Blok Lunak
Keju dengan tekstur padat namun mudah digigit dapat membantu meningkatkan kekuatan rahang. Pastikan keju dipotong dalam ukuran besar dan diawasi saat anak mengunyah.
5. Buah Pear atau Apel Kukus
Buah yang dikukus hingga empuk tetapi tidak hancur dapat menjadi pilihan aman. Teksturnya membantu anak belajar menggigit dan mengunyah dengan ritme yang lebih baik.
Peran Feeding Therapy dalam Mendukung Kemampuan Makan Anak
Feeding therapy tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga pada pendekatan menyeluruh terhadap kebutuhan anak. Terapis okupasi akan mengombinasikan latihan sensorik, oral motor exercises, hingga teknik seperti food chaining untuk membantu anak menerima berbagai jenis makanan secara bertahap.
Pendekatan ini juga melibatkan modifikasi lingkungan makan, penguatan perilaku positif, serta kerja sama dengan orang tua agar anak merasa aman dan nyaman selama proses belajar makan.
Tips Aman Memberikan Resistive Food di Rumah
- Selalu sesuaikan tekstur makanan dengan kemampuan anak
- Awasi anak selama makan untuk mencegah risiko tersedak
- Mulai dari tekstur yang paling mudah sebelum beralih ke yang lebih menantang
- Jadikan waktu makan sebagai pengalaman yang menyenangkan tanpa paksaan
Melalui pemilihan resistive food yang tepat dan pendekatan yang penuh empati, latihan oromotor dapat membantu anak membangun keterampilan makan secara bertahap. Jika orang tua merasa anak mengalami kesulitan makan yang berkepanjangan, berkonsultasi dengan terapis feeding dapat menjadi langkah awal yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Penulis: Siti Nur Arisha