Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di tengah tantangan kenaikan biaya hidup yang terus menghimpit, mencari cara untuk mengelola pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas hidup menjadi prioritas utama. Salah satu pos pengeluaran terbesar yang seringkali luput dari perhatian adalah biaya makanan harian. Banyak dari kita merasa kesulitan untuk menekan angka ini, apalagi jika harus tetap menyajikan hidangan lezat dan bergizi setiap hari.
Namun, jangan khawatir! Nathan Anthony, seorang penulis resep terkenal asal Irlandia Utara yang juga pencipta platform "Bored Of Lunch", hadir membawa solusi cerdas. Dengan jutaan pengikut di media sosial dan sejumlah buku masak terlaris, Anthony membagikan strategi perencanaan makan yang terbukti efektif. Ia telah merilis buku terbarunya, "Bored Of Lunch: Meal Planner", yang dirancang khusus untuk membantu kita mengatur menu, keuangan, dan gaya hidup menjadi lebih terencana.
Melalui pendekatan yang praktis dan mudah diikuti, Anthony menawarkan panduan untuk mengubah kebiasaan makan kita, tidak hanya demi penghematan finansial tetapi juga untuk meningkatkan kualitas asupan gizi. Mari kita selami lebih dalam 5 aturan perencanaan makan yang dapat membantu Sahabat Fimela hemat uang dan makan lebih baik di tahun 2026 ini.
Tetapkan Anggaran dan Rencanakan Belanja Makanan dengan Cermat
Langkah pertama yang krusial dalam perencanaan makan untuk hemat uang adalah menetapkan anggaran makanan bulanan atau mingguan yang realistis. Nathan Anthony menjadikan ini sebagai misi pribadinya di tahun 2026, yaitu untuk "seketat mungkin dalam hal perencanaan dan mencoba untuk tetap pada anggaran makanan yang saya tetapkan setiap bulan." Ini membantu mencegah pengeluaran tak terduga, seperti terlalu sering makan di luar yang seringkali mahal dan menguras dompet.
Selain itu, meluangkan waktu lima menit saja untuk merencanakan daftar belanja bahan makanan dapat membuat perbedaan besar. Anthony menjelaskan bahwa tanpa perencanaan, kita cenderung membeli barang yang sudah ada di rumah, seperti kacang polong yang ternyata sudah ada di freezer. Perencanaan ini tidak hanya menghemat uang, tetapi juga waktu dan ruang penyimpanan di dapur.
Dengan memiliki daftar belanja yang terstruktur, Sahabat Fimela dapat menghindari pembelian impulsif dan fokus pada kebutuhan esensial. Hindari berbelanja saat lapar, karena ini seringkali memicu pembelian makanan tidak sehat dan tidak perlu.
Maksimalkan Penggunaan Sisa Makanan untuk Hidangan Baru
Salah satu kunci perencanaan makan hemat adalah dengan cerdas mengelola sisa makanan. Jika Sahabat Fimela hanya membutuhkan tiga dada ayam tetapi membeli empat, bekukan yang keempat untuk digunakan di lain waktu. Anthony menyarankan penggunaan kantong freezer yang dapat ditutup kembali dan dicuci untuk meminimalkan sampah dan memaksimalkan penghematan.
Daripada membuang sisa makanan atau mengonsumsi hidangan yang sama berulang kali hingga bosan, Anthony menyarankan untuk memberinya "kehidupan kedua". Misalnya, sisa bolognese dapat diubah menjadi chilli con carne, atau digunakan sebagai isian sliders atau fajitas di hari berikutnya.
Bahkan sisa makanan dalam jumlah kecil pun bisa dimanfaatkan. Anthony mencontohkan bagaimana sisa daging kalkun dan ham dari pai bisa diolah menjadi risotto yang lezat. Kreativitas dalam mengolah sisa makanan adalah cara efektif untuk mengurangi pemborosan dan menciptakan variasi menu tanpa perlu belanja bahan baru.
Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan
Dalam perencanaan makan, Nathan Anthony menekankan bahwa tidak perlu mengejar kesempurnaan, melainkan konsistensi. Jika Sahabat Fimela berhasil merencanakan makanan untuk dua atau tiga hari dalam seminggu, itu sudah merupakan sebuah kemenangan.
Memiliki rencana, meskipun tidak sempurna untuk setiap hari, akan jauh lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali. Tanpa perencanaan, minggu bisa menjadi "bebas" dan berakhir dengan pengeluaran yang membengkak karena pembelian makanan impulsif atau makan di luar.
Fokus pada kemajuan kecil dan jangan terlalu keras pada diri sendiri jika ada hari-hari yang meleset dari rencana. Tujuan utamanya adalah membangun kebiasaan yang berkelanjutan untuk mengelola pengeluaran makanan dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan di tahun 2026.