Jangan Diabaikan, Ini Sinyal Tubuh yang Butuh Istirahat

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 08 Februari 2026, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di tengah tuntutan hidup yang semakin padat, sering kali kita terbiasa memaksakan diri untuk terus bergerak. Deadline pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga keinginan untuk tetap produktif membuat rasa lelah kerap diabaikan. Dilansir dari teladochealth.com, tubuh memiliki caranya sendiri untuk memberi tahu kapan ia butuh jeda.

Mengenali sinyal tubuh yang butuh istirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian pada kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang. Jika Sahabat Fimela merasakan beberapa tanda berikut, mungkin sudah waktunya untuk melambat sejenak.

1. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Rasa lelah yang muncul hampir sepanjang hari, meski sudah tidur cukup, adalah sinyal paling jelas bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Stres emosional maupun fisik bisa memicu kelelahan berkepanjangan. Semakin sering dipaksakan, tubuh justru membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Cobalah luangkan waktu untuk diri sendiri, baik dengan cuti singkat, me-time di rumah, atau melakukan aktivitas yang menenangkan.

2. Sulit Tidur atau Kualitas Tidur Menurun

Saat pikiran terlalu penuh, tubuh pun kesulitan untuk benar-benar beristirahat. Sulit terlelap, sering terbangun di malam hari, atau bangun dengan tubuh masih terasa lelah bisa menjadi tanda bahwa stres sudah menumpuk. Membangun rutinitas sebelum tidur, seperti membaca buku atau melakukan peregangan ringan, dapat membantu tubuh lebih rileks.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

3. Mudah Sakit Berulang Kali

Saat tubuh terus dipaksa aktif tanpa jeda, kemampuan alaminya untuk melawan penyakit ikut menurun. [Dok/freepik.com]

Jika Sahabat Fimela merasa lebih sering terserang flu atau tidak enak badan, bisa jadi sistem imun sedang melemah akibat stres berkepanjangan. Saat tubuh terus dipaksa aktif tanpa jeda, kemampuan alaminya untuk melawan penyakit ikut menurun. Istirahat yang cukup adalah bagian penting dari proses pemulihan tubuh.

4. Gula Darah Sulit Terkontrol

Stres berlebih dapat memengaruhi hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berperan dalam mengatur gula darah. Bagi sebagian orang, kondisi ini bisa membuat tubuh lebih sulit menjaga keseimbangan energi dan metabolisme. Ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga dari proses internal tubuh.

5. Sering Mengalami Sakit Kepala atau Migrain

Sakit kepala yang datang berulang, terutama di area leher dan kepala, sering kali berkaitan dengan ketegangan otot akibat stres. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi migrain yang mengganggu aktivitas harian. Mengurangi aktivitas dan memberi waktu tubuh untuk beristirahat dapat membantu meredakan keluhan ini.

 

 

3 dari 3 halaman

6. Nyeri dan Pegal di Tubuh

Mandi air hangat, stretching, atau yoga ringan bisa menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh kembali rileks. [Dok/freepik.com/stockking]

Otot yang terasa kaku, pegal, atau nyeri tanpa sebab jelas juga termasuk sinyal tubuh yang butuh istirahat. Ketegangan yang berlangsung lama membuat otot sulit rileks dan menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan menyerupai gejala flu. Mandi air hangat, stretching, atau yoga ringan bisa menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh kembali rileks.

7. Gangguan Pencernaan

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga sistem pencernaan. Mual, perut kembung, diare, atau konstipasi yang sering muncul bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang kewalahan. Selain memperhatikan pola makan, memperlambat ritme aktivitas juga penting untuk memulihkan keseimbangan tubuh.

8. Sulit Fokus dan Mudah Lupa

Jika Sahabat Fimela merasa sulit berkonsentrasi, mudah terdistraksi, atau sering lupa, bisa jadi tubuh dan pikiran sedang terlalu lelah. Kondisi ini menandakan bahwa otak membutuhkan istirahat untuk kembali bekerja optimal. Mengambil jeda singkat dan bernapas dengan tenang terkadang jauh lebih efektif daripada terus memaksakan diri.