Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Turunkan Risiko Depresi Remaja hingga 41%!

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 10 Januari 2026, 20:35 WIB

ringkasan

  • Studi terbaru menunjukkan tidur lebih lama di akhir pekan dapat mengurangi risiko gejala depresi pada remaja usia 16-24 tahun hingga 41%.
  • Pergeseran ritme sirkadian selama masa remaja membuat tidur ideal 8-10 jam setiap malam sulit dicapai, sehingga tidur di akhir pekan menjadi alternatif penting.
  • Meskipun tidur teratur 8-10 jam adalah ideal, tidur tambahan di akhir pekan dapat membantu menjaga kesehatan mental remaja di tengah jadwal padat mereka.

Fimela.com, Jakarta - Studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan tidur lebih lama di akhir pekan dapat membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan mental remaja. Kebiasaan sederhana ini berpotensi besar mengurangi risiko gejala depresi pada kaum muda, menawarkan solusi praktis di tengah padatnya aktivitas.

Temuan penting ini diungkap oleh para ilmuwan dari University of Oregon dan State University of New York Upstate Medical University. Penelitian mereka menyoroti betapa krusialnya tidur bagi kesejahteraan mental, terutama di tengah jadwal padat yang seringkali membuat remaja kekurangan waktu tidur selama hari kerja.

Hasil studi yang diterbitkan dalam *Journal of Affective Disorders* ini menggarisbawahi hubungan erat antara pola tidur dan kesehatan mental pada remaja. Penelitian ini secara khusus fokus pada kelompok usia 16 hingga 24 tahun yang seringkali terabaikan dalam studi tentang tidur pengganti di akhir pekan.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Manfaat Tidur Akhir Pekan: Mengurangi Risiko Depresi

ilustrasi tidur/Vlada Karpovich/pexels

Sahabat Fimela, penelitian ini secara spesifik menemukan bahwa remaja berusia 16 hingga 24 tahun yang mengejar ketertinggalan tidur di akhir pekan memiliki risiko depresi yang jauh lebih rendah. Mereka menunjukkan risiko 41% lebih rendah untuk mengalami gejala depresi dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan hal serupa.

Temuan ini sangat relevan mengingat remaja seringkali menghadapi jadwal padat yang membuat mereka kekurangan waktu tidur selama hari kerja. Aktivitas sekolah, kehidupan sosial, kegiatan ekstrakurikuler, bahkan pekerjaan paruh waktu, semuanya bersaing untuk waktu dan perhatian mereka, menyebabkan defisit tidur.

Para peneliti menjelaskan bahwa defisit tidur yang menumpuk selama seminggu dapat berdampak negatif pada suasana hati dan fungsi kognitif. Oleh karena itu, kesempatan untuk "membayar" utang tidur di akhir pekan menjadi sangat berharga untuk menjaga kesehatan mental remaja.

Ini menunjukkan bahwa meskipun tidur teratur adalah ideal, tidur lebih lama di akhir pekan dapat berperan sebagai mekanisme kompensasi yang efektif untuk melindungi remaja dari dampak buruk kurang tidur kronis.

3 dari 4 halaman

Mengapa Remaja Sulit Tidur Ideal?

Profesor Melynda Casement, salah satu penulis studi, memberikan perspektif penting mengenai rekomendasi tidur ideal versus realitas yang dihadapi remaja. Ia menyatakan bahwa meskipun 8 hingga 10 jam tidur secara teratur setiap hari adalah yang terbaik, hal itu seringkali tidak praktis bagi banyak remaja atau bahkan orang pada umumnya.

Profesor Casement menjelaskan bahwa siklus tidur, atau ritme sirkadian, mengalami pergeseran signifikan selama masa remaja. Pergeseran biologis ini membuat sebagian besar remaja lebih sulit untuk tidur lebih awal seperti saat mereka masih kecil, mengubah mereka dari "morning lark" menjadi "night owl".

Kondisi ini diperparah dengan tuntutan modern yang membuat remaja sulit memenuhi kebutuhan tidur ideal mereka. Tekanan akademik, sosial, dan digital seringkali memperpanjang waktu terjaga mereka, sehingga kebutuhan untuk tidur lebih lama di akhir pekan menjadi semakin mendesak.

Memahami perubahan fisiologis ini penting agar kita tidak hanya menyalahkan remaja atas kebiasaan tidur mereka, melainkan mencari solusi yang lebih adaptif dan realistis.

4 dari 4 halaman

Strategi Tidur Akhir Pekan untuk Kesejahteraan Mental Remaja

Meskipun tidur 8 hingga 10 jam setiap malam tetap menjadi rekomendasi ideal untuk kesehatan mental remaja, tim peneliti menekankan bahwa tidur lebih lama di akhir pekan dapat menjadi solusi alternatif yang membantu. Ini dapat menurunkan risiko gejala depresi jika tidur ideal tidak memungkinkan secara konsisten.

Sahabat Fimela dapat mendorong remaja untuk memanfaatkan akhir pekan sebagai waktu penting untuk memulihkan diri dari defisit tidur yang terjadi selama hari kerja. Tidur tambahan ini bukan hanya sekadar kemewahan, melainkan investasi krusial untuk menjaga stabilitas emosi dan kesehatan jiwa mereka.

Penting untuk menciptakan lingkungan tidur yang mendukung dan jadwal yang fleksibel di akhir pekan. Ini memungkinkan remaja untuk mendengarkan kebutuhan tubuh mereka dan mendapatkan istirahat yang cukup, sehingga mereka dapat menghadapi minggu berikutnya dengan lebih segar dan mental yang lebih kuat. Memprioritaskan tidur di akhir pekan adalah langkah proaktif dalam mendukung kesehatan mental remaja secara holistik.