Penelitian Baru Mengidentifikasi Lima Tipe Tidur, Kamu Termasuk yang Mana?

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 09 Februari 2026, 10:49 WIB

ringkasan

  • Penelitian terbaru dari McGill University mengidentifikasi lima tipe tidur yang berbeda, melampaui kategori 'burung pagi' dan 'burung malam' tradisional.
  • Setiap tipe tidur memiliki karakteristik unik terkait perilaku, kognisi, dan implikasi kesehatan yang signifikan.
  • Studi ini menantang pandangan sebelumnya, menunjukkan bahwa tidak semua 'burung malam' memiliki kesehatan terburuk dan 'burung pagi' tertentu dapat terkait dengan depresi.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, selama ini kita mungkin hanya mengenal dua kategori tidur utama: 'burung pagi' dan 'burung malam'. Namun, sebuah studi inovatif yang diterbitkan di independent.co.uk telah mengguncang pemahaman tersebut. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pola tidur manusia jauh lebih kompleks, dengan mengidentifikasi lima jenis tidur yang berbeda.

Studi yang dipimpin oleh peneliti dari McGill University ini melibatkan analisis mendalam terhadap data lebih dari 27.000 orang dewasa. Para peneliti menggunakan pencitraan otak, kuesioner, dan catatan medis untuk mengidentifikasi subtipe tidur ini. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana pola tidur memengaruhi kesehatan dan perilaku kita sehari-hari.

Penelitian ini menyoroti bahwa setiap tipe tidur memiliki karakteristik unik dan implikasi kesehatan yang signifikan. Ini melampaui dikotomi sederhana 'burung pagi' dan 'burung malam' yang kita kenal. Mari kita selami lebih dalam kelima tipe tidur ini dan cari tahu, kamu termasuk yang mana?

2 dari 4 halaman

Mengenal Tipe Burung Malam Pertama dan Kedua

Sahabat Fimela, ini dia 5 aroma parfum yang bantu usir stres, cemas, dan bikin tidur makin nyenyak—cocok banget buat kamu yang butuh rileks di tengah rutinitas. (Foto dok: Freepik/EyeEm).

Tipe tidur pertama adalah Burung Malam 1. Kelompok ini seringkali menunjukkan perilaku gaya hidup berisiko, seperti mengemudi cepat atau konsumsi alkohol dan merokok. Mereka juga memiliki kesulitan dalam regulasi emosi, namun menariknya, mereka menunjukkan kinerja kognitif yang lebih baik.

Faktor gaya hidup lain yang terkait dengan Burung Malam 1 meliputi tinggal dengan anak-anak, penggunaan ponsel yang intens, serta paparan sinar matahari yang berkurang. Hal ini mengindikasikan kebiasaan tidur dan bangun yang larut.

Kemudian ada Burung Malam 2, yang karakteristiknya sedikit berbeda. Pola tidur ini dikaitkan dengan hobi bermain video game dan pendapatan yang lebih rendah. Partisipasi dalam olahraga atau latihan fisik pada kelompok ini juga cenderung minim.

Lebih lanjut, Burung Malam 2 sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok, depresi, dan berbagai variabel yang berkaitan dengan risiko atau penyakit kardiovaskular. Ini menunjukkan adanya korelasi antara pola tidur ini dengan beberapa masalah kesehatan serius.

3 dari 4 halaman

Mengungkap Karakteristik Burung Pagi Pertama dan Kedua

Beralih ke kelompok yang bangun lebih awal, kita menemukan Burung Pagi 1. Kelompok ini memiliki kaitan erat dengan tingkat pendidikan yang baik dan gaya hidup sehat. Mereka cenderung bukan perokok, jarang mengonsumsi alkohol, dan memiliki tingkat pengambilan risiko yang rendah.

Individu dalam kelompok Burung Pagi 1 juga memiliki masalah emosional yang lebih sedikit secara keseluruhan. Meskipun mereka mungkin lebih gugup dan sering khawatir, mereka tidak memiliki masalah regulasi emosi yang signifikan. Kelompok ini juga memiliki prevalensi masalah kesehatan yang lebih rendah.

Selanjutnya, ada Burung Pagi 2, yang memiliki karakteristik unik dan lebih banyak ditemukan pada wanita. Pola tidur ini terkait dengan gejala depresi dan resep obat antidepresan.

Selain itu, Burung Pagi 2 juga dikaitkan dengan gangguan menstruasi dan kadar testosteron yang lebih rendah. Temuan ini menyoroti bagaimana pola tidur dapat berinteraksi dengan faktor biologis dan kesehatan mental, khususnya pada perempuan.

4 dari 4 halaman

Burung Malam Ketiga: Pola Tidur Pria dengan Risiko Kesehatan

Terakhir, ada Burung Malam 3, yang didominasi oleh pria. Pola tidur ini menunjukkan korelasi dengan risiko kardiovaskular, pola kebotakan rambut, dan penyakit prostat.

Kelompok Burung Malam 3 juga lebih rentan terhadap beberapa perilaku berisiko. Ini termasuk minum alkohol, merokok, penggunaan ganja, dan perilaku pengambilan risiko. Mereka juga menunjukkan kadar testosteron yang lebih tinggi, depresi, dan tekanan darah tinggi.

Penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa 'burung pagi' subtipe tiga memiliki masalah kesehatan paling sedikit. Sementara itu, 'burung pagi' subtipe empat sangat terkait dengan depresi. Temuan ini juga menantang anggapan sebelumnya yang menyatakan bahwa 'burung malam' selalu memiliki penanda kesehatan terburuk.

Di antara kelompok 'burung malam', subtipe satu menunjukkan kinerja kognitif yang lebih baik. Namun, mereka juga menghadapi lebih banyak tantangan dalam regulasi emosi. Penemuan ini membuka jalan bagi pendekatan yang lebih personal dalam menjaga kesehatan dan produktivitas, dengan mempertimbangkan tipe tidur individu.