Fimela.com, Jakarta Lari merupakan olahraga yang sederhana namun sangat menantang. Baik kamu seorang pelari pemula yang baru memulai program 5K, maupun pelari maraton berpengalaman, pasti memiliki keinginan yang sama—berlari lebih jauh dan lebih cepat. Namun, untuk mencapai hal itu, bukan hanya soal kecepatan, tapi juga kemampuan tubuh mempertahankan tenaga dalam waktu lama, atau yang dikenal dengan istilah stamina.
Meningkatkan stamina dalam berlari tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan kombinasi latihan fisik, strategi pemulihan, serta pola hidup sehat agar tubuh terbiasa menghadapi beban latihan yang meningkat. Konsistensi menjadi kunci, karena tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap peningkatan intensitas dan jarak tempuh.
Dilansir dari Healthline, ada beberapa cara efektif yang bisa membantu kamu meningkatkan daya tahan tubuh saat berlari. Mulai dari memperkuat otot, mengatur waktu istirahat, hingga menjaga hidrasi tubuh, semuanya berperan penting dalam membuat performa lari semakin prima dan bebas cedera. Berikut 13 tips yang bisa kamu terapkan!
Advertisement
Advertisement
1. Mulai Secara Perlahan dan Bertahap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379233/original/041328800_1760339205-full-shot-woman-running-with-wavy-texts.jpg)
Meski semangat sedang tinggi, jangan terburu-buru menambah jarak atau kecepatan lari secara drastis. Naikkan intensitas latihan secara bertahap untuk menghindari cedera dan kelelahan. Misalnya, jika kamu terbiasa lari 4 km, tambahkan 1 km setiap minggu agar tubuh punya waktu beradaptasi.
2. Tambahkan Latihan Kekuatan (Strength Training)
Latihan beban atau strength training dua hingga tiga kali seminggu dapat membantu meningkatkan efisiensi gerak saat berlari. Otot yang kuat tidak hanya mendukung performa tetapi juga mencegah cedera. Fokuskan latihan pada otot kaki, core, dan punggung dengan 2–3 set per gerakan, masing-masing 8–12 repetisi.
3. Konsisten dengan Jadwal Latihan
Kunci utama peningkatan stamina adalah konsistensi. Tubuh perlu terbiasa dengan peningkatan volume dan intensitas latihan secara bertahap. Jika jadwal latihan tidak teratur, hasil yang didapat juga tidak akan optimal.
4. Ubah Pola Istirahat dan Interval
Cobalah mengurangi waktu istirahat di antara sesi interval sambil meningkatkan intensitas latihan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi terhadap kelelahan dan memperkuat daya tahan otot. Namun, tetap pastikan ada waktu pemulihan yang cukup agar terhindar dari cedera.
5. Lakukan Sprint Interval Training
Latihan interval sprint bisa meningkatkan daya tahan dan kecepatan sekaligus. Berdasarkan studi tahun 2017, enam sesi sprint intens mampu meningkatkan performa daya tahan pelari terlatih. Caranya kamu lakukan sprint penuh selama beberapa detik, lalu istirahat lebih lama untuk pemulihan.
6. Sesuaikan Latihan dengan Jarak Lari
Jika kamu berlatih untuk maraton, latihan kecepatan bisa berupa mile repeats (lari cepat sejauh 1 mil berulang). Namun, jika targetmu hanya 1.600 meter, lakukan latihan cepat dengan jarak lebih pendek, seperti 100–400 meter, untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi.
7. Tingkatkan Jarak Mingguan Secara Perlahan
Untuk pemula, fokuslah pada peningkatan jarak tempuh mingguan sambil memperkuat otot. Naikkan jarak sedikit demi sedikit agar tubuh terbiasa dan risiko cedera menurun. Gunakan pola latihan berjalan dan berlari bergantian untuk membangun endurance secara aman.
8. Gunakan Data Detak Jantung
Monitor detak jantung bisa membantu kamu mengetahui seberapa efisien tubuh bekerja. Latihan dengan kontrol detak jantung membantu menjaga intensitas di level optimal, sehingga tidak terlalu berat namun tetap efektif untuk membangun stamina.
9. Perbanyak Volume Lari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379234/original/056304500_1760339205-runners-training-together.jpg)
Semakin banyak jarak yang kamu tempuh setiap minggu, semakin baik ketahanan tubuhmu. Namun, pastikan peningkatannya dilakukan secara progresif agar otot dan sendi tidak kaget.
10. Perbaiki Efisiensi Gerakan (Running Economy)
Pelari yang efisien membutuhkan lebih sedikit energi untuk berlari pada kecepatan tertentu. Untuk mencapainya, latihan dengan variasi kecepatan kadang lebih cepat, kadang lebih lambat, bisa membantu tubuh beradaptasi dengan ritme ideal.
11. Coba Lari di Treadmill dengan Sedikit Kemiringan
Jika berlari di treadmill, ubah kemiringan sekitar 0,5–1% agar gerakan tetap aktif seperti saat berlari di luar ruangan. Ini juga membantu memperkuat otot kaki dan menjaga postur tubuh tetap baik.
12. Sesuaikan Jika Pernah Cedera
Bagi yang memiliki riwayat cedera seperti shin splint atau nyeri sendi, naikkan kemiringan treadmill 1–3% dan kurangi kecepatan. Dengan begitu, beban pada sendi lebih ringan tanpa mengurangi manfaat latihan.
13. Tetap Terhidrasi
Hidrasi adalah hal penting yang sering diabaikan. Kekurangan cairan dapat menurunkan performa dan menyebabkan kelelahan cepat. Pastikan minum cukup air sebelum, selama, dan setelah berlari. Untuk sesi lari panjang, konsumsi elektrolit juga disarankan.
Sahabat Fimela, meningkatkan stamina saat berlari membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan strategi latihan yang tepat. Tak perlu memaksakan diri untuk langsung berlari jauh—fokuslah pada progres kecil setiap minggu. Dengan kombinasi latihan kekuatan, pengaturan interval, dan hidrasi yang cukup, kamu bisa berlari lebih jauh, lebih cepat, dan tentu saja lebih kuat.
Penulis: Siti Nur Arisha

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379232/original/029414100_1760339205-full-shot-fit-women-running-together.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462967/original/076809000_1767596357-beautiful-woman-listening-music.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275198/original/003698800_1751868344-stokking.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322013/original/052201600_1786514224-pexels-shvetsa-4587371.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487765/original/009734900_1769676218-smiling-asian-woman-with-healthy-salad-kitchen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491713/original/042575300_1770104614-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7603723/original/024514100_1780387722-pexels-mehmet-altintas-392989477-31486443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572111/original/028475500_1777774433-pexels-cottonbro-7118214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7826343/original/031913400_1780645907-pexels-cottonbro-6181839.jpg)
![Bikin anak makin sehat, ini rahasia trik stimulasi grounding. [Dok/Pexels.com/Ron Lach].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/cgstAcTvTYUIV7GNtQsuPEOVcXU=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7955671/original/027065700_1780791938-pexels-ron-lach-10033218.jpg)
![Jadwal screen time anak perlu dijadwalkan oleh orangtua. [Dok/Pexels.com/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/LK86RnhAWzlG7K1ijIgo3wL9INw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8051043/original/064727300_1780894473-pexels-thepaintedsquare-4200824.jpg)
![Sahabat Fimela, foto keluarga yang terlihat spontan justru sering terasa lebih natural dan penuh cerita dibanding pose yang terlalu formal. f[Dok/freepik.com/pchvector]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/dvcaFlLD52L-XiJszSMZSwrQzQY=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5631062/original/040957100_1778229336-12873.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570303/original/045253200_1777521902-mom-daughter-making-high-five_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457158/original/075801100_1766989393-senivpetro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542574/original/034170700_1774946838-medium-shot-people-yoga-mat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436169/original/033702700_1765164894-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331472/original/000237400_1787545626-katsia-jazwinska-mPCaVEv-pqs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326200/original/073461400_1786965125-gem2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326201/original/003720900_1786965126-gem3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335646/original/011346500_1788009959-IMG-20260829-WA0049.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335626/original/080018000_1788008067-1000118220.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292222/original/022875000_1753247405-efee62e2-84c3-4d97-89c6-32bf7b5f099d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335594/original/051360000_1788001267-f88a50f6-f3e5-4260-8d0d-80e85f511f82.jpg)
![Yuk, simak perbedaan antara pseudodementia dan demensia. [Dok/freepik.com/Lifestylememory]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/vWx3OhC8QZbH7URnfg0ADurdDtk=/260x125/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379257/original/074584200_1760339791-lonely-senior-elderly-man-male-enjoying-looking-out-window-home-view-from-his-windowside-view-senior-man-who-has-chronic-illness-alzheimer-s-disease-sitting-living-room-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379232/original/029414100_1760339205-full-shot-fit-women-running-together.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335528/original/092413300_1787993975-IMG_2537.jpeg)
![Memahami decision fatigue dan dampaknya pada produktivitas serta kesehatan mental perempuan modern. [Dok/Pexels.com/kaboompics].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/PkpKlaD0rda9Th2WUEuvHmPlknE=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540587/original/051362600_1774771046-pexels-karola-g-7320325.jpg)