Sukses

Lifestyle

Pria Ini Ditemani Monyet Sebelum Meninggal, Kisahnya Mengharukan

Hingga saat ini, kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan dan memakan banyak korban. Ada banyak kisah dari pasien kanker yang menyentuh hati, bikin haru sekaligus mendorong kita semua meneteskan air mata. Seperti kisah dari penderita kanker usus bernama Ian Cadman berikut ini.

Dikutip dari laman metro.co.uk, Ian yang menderita kanker usus, di hari-hari terakhirnya ia memiliki keinginan yang begitu sederhana dan sangat tidak biasa. Di penghujung hidupnya, pria yang juga menyandang kondisi autis berusia 58 tahun itu meminta pihak rumah sakit agar memberinya izin agar ia bisa pergi ke kebun binatang.

Ian ditemani seekor monyet sebelum meninggal dunia karena kanker | Photo: Copyright metro.co.uk

Ian dikenal sebagai seorang pria yang sangat sayang dengan binatang khususnya monyet. Menurut anggota keluarganya, Ian memiliki ratusan boneka monyet dan berbagai binatang lainnya. Karena kondisi Ian yang sangat kritis dan lemah, pihak rumah sakit tidak memberinya izin untuk pergi ke kebun binatang.

Ian dan keponakannya yang bernama Stephen | Photo: Copyright metro.co.uk

Namun, setelah melihat kondisi Ian yang terus memburuk sementara keinginannya melihat binatang sangat kuat, pihak rumah sakit akhirnya memutuskan untuk membawa seekor monyet ke ruang perawatan Ian. Monyet mungil tersebut akhirnya menemani Ian di sisa penghujung usianya. Ditemani seekor hewan yang begitu ia suka, Ian pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan bahagia dan tenang.

Ian menghembuskan nafas terakhirnya ditemani seekor hewan kesukaannya | Photo: Copyright metro.co.uk

Saudara kembar Ian yakni Cadman Karen Lund mengatakan bahwa pihak keluarganya sangat bangga dan berterima kasih kepada pihak rumah sakit karena mau memenuhi permintaan saudaranya. Bagi Karen, saudaranya tersebut sangat menyukai dan menyayangi monyet.

Karen mengatakan, "Melihat dia memiliki seekor monyet asli di saat terakhirnya, kami sangat senang. Itu membuat kami merasa sangat terharu. Keinginannya di sisa hidupnya sangat sederhana. Ia benar-benar seseorang yang spesial bagi kami. Ia adalah pria yang begitu baik dan penyayang."



(vem/mim)
;
Loading